Ibu-ibu Pengusaha Ingin Plafon KUR Ditambah Hingga Rp 100 Juta

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 29 Jul 2019, 21:16 WIB
Diperbarui 31 Jul 2019, 20:13 WIB
Wapres Jusuf Kalla menerima kunjungan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di kantornya.

Liputan6.com, Jakarta Ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) mengaku saat ini ada beberapa kendala dalam pengembangan bisnis masing-masing. Kendala yang dihadapi sampai saat ini masiih soal akses pendanaan.

Ketua Umum IPEMI Ingrid Kansil menyebutkan, memang saat ini pemerintah sudah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hanya saja, ada beberapa anggota Ipemi yang masih dihadapkan pada beberapa persoalan selama proses pengajuan hingga ke pencairan.

"Untuk itu kami mendorong pemerintah agar program KUR lebih ditingkatkan bukna hanya dalam bentuk. Bunga yang rendah saja tetapi juga kemudahan dalam percepatan persetujuan kredit serta nilai kredit jika memungkinkan plafonnya dinaikan menjadi Rp 100 juta tanpa angunan," dalam Rakat Kerja IPEMI di Jakarta, Senin (29/7/2019).

 

Inggrid mengatakan, saat ini Ipemi memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan itu diantaranya mudah menciptakan kemandirian ekonomi di daerah masingmasing dalam melakukan peningkatan ekonomi, dengan menjalankan 3 program nasional warung muslimah di tingkat kecamatan dan Gerai Muslimah ditingkat perkotaan.

Gerai muslimah ini berfungsi untuk menjual danmemasarkan produk-produk IPEMI, selain pemanfaatan teknologi dengan menjual produk secara online.

"Kami tidak ingin muslimah Indonesia tercabut dari habitatnya demi mengejar target ekonomi meskipun para muslimah boleh melakukan kegiatan usaha namun islam menentukan peran utama perempuan sebagai istri dan sebagai pengurus keluarga serta sebagai madrasatul ula pendidik bagi generasi penerus yang tidak boleh diabaikan," paparnya.

 

2 of 4

Bisa Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2020

umkm
Salah satu hasil produk UKM Kota Tangerang, Banten. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Dalam hal ini, ditegaskan Inggrid, IPEMI mendukung sepenuhnya program pemerintah soal ekonomi karena sesuai dengan program kerja IPEMI yang berkonsentrasi pada gerakan ekonomi rakyat.

Dengan terlibatnya IPEMI seluruh Indonesia yang terdiri dari 34 provinsi, 340 kabupaten/kota dan 5 negara (Malaysia, Brunei, Thailand, Turki, Amerika), dia optimis akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan 5,6 persen pada tahun 2020.

3 of 4

Hingga Semester I-2019, Penyaluran KUR Capai Rp 65,5 Triliun

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution saat menjadi pembicara dalam acara Bincang Ekonomi di Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (2/3). (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution memanggil Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ke Kantornya, Jakarta guna mengevaluasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Semester I Tahun 2019.

Tercatat hingga akhir Mei 2019, total KUR tersalurkan sebesar Rp 65,5 triliun. Dari jumlah tersebut didominasi oleh skema KUR Mikro sebesar 65,1 persen dan KUR Kecil sebanyak 34,58 persen.

“Rakor hari mengevaluasi kinerja penyaluran KUR Semester I tahun 2019, sebagaimana data penyaluran telah menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha kecil,” ujar Menko Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penyaluran KUR Semester I Tahun 2019, Rabu (3/7/2019).

Berdasarkan catatan total realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Mei 2019 sebesar Rp 398,9 triliun dengan outstanding Rp 149,5 triliun, dan NPL 1,35 persen.

Sedangkan penyaluran KUR tahun 2019, sampai dengan 31 Mei 2019 sudah mencapai Rp 65,5 triliun atau sekitar 46.8 persen dari target tahun 2019 sebesar Rp 140 triliun

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓