Rupiah Melemah ke 14.020 per Dolar AS, IHSG Ditutup di Zona Merah

Oleh Septian Deny pada 29 Jul 2019, 16:16 WIB
Diperbarui 29 Jul 2019, 16:16 WIB
IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.020.

Pada penutupan perdagangan saham Senin(29/7/2019), IHSG merosot 26,20 poin atau 0,41 persen ke level 6.299,03. Indeks saham LQ45 juga turun 0,19 persen ke posisi 1.007,35.

Sebanyak 240 saham di zona merah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 164 saham menguat dan 145 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 450.023 kali dengan volume perdagangan 16 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 501,4 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.020.

Dari 10 sektor pembentuk saham, lima sektor melemah. Sektor barang konsumsi melemah paling dalam dengan turun 1,59 persen, diikuti sektor perdagangan turun 1,16 persen dan sektor industri dasar turun 1,07 persen.

Sedangkan sektor yang menguat antara lain aneka industri yang naik 0,94 persen, sektor naik 0,32 persen dan sektor infrastruktur naik 0,35 persen.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga membawa IHSG ke zona merah antara lain POSA turun 25 persen ke Rp 252 per saham, PAMG turun 24,82 persen ke Rp 530 per saham dan APOL turun 18,52 persen ke Rp 22 per saham.

Saham-saham yang menguat antara lain KBLM yang naik 19,84 persen ke Rp 302 per saham, HRTA naik 13,55 persen ke Rp 352 per saham dan INTD naik 13,51 persen ke Rp 168 per saham.

 

2 dari 3 halaman

Sesuai prediksi

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan tertekan pada perdagangan saham hari ini. Indeks diproyeksi akan ditutup melemah imbas daripada sentimen global.

Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan menilai, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terkait faktor global. Oleh sebab itu, pihaknya memprediksi indeks bakal ditutup di zona merah.

"Investor kemungkinan masih akan wait and see (mengamati) menjelang keputusan resmi kebijakan suku bunga bank sentral AS The Fed," tuturnya di Jakarta, Senin (29/7/2019). 

Meski beberapa menyebutkan bahwa The Fed dipastikan akan memangkas suku bunga acuannya, Dennies melihat masih ada indikasi The Fed belum akan menurunkan suku bunga acuan pada pekan ini.

"Apalagi jika melihat beberapa data perekonomian yang masih cukup baik. Jadi IHSG kami prediksi masih akan melemah dalam rentang 6.297-6.369," terangnya.

Seirama, Head of Research PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi Taulat mengatakan IHSG akan ditutup ke teritori negatif dengan diperdagangkan pada kisaran 6.300-6.400.

Saham-saham perbankan hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi rekomendasi yang disarankan pihaknya untuk dikoleksi investor pada hari ini. Itu seperti saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan dari Artha Sekuritas, pihaknya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), hingga saham PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓