Menkominfo: Tokopedia dan Traveloka Tak Dirancang Jadi Penyelenggara Umrah

Oleh Liputan6.com pada 24 Jul 2019, 17:55 WIB
Mengorbit di Atas Papua, Pasifik Satelit Nusantara Gelar Syukuran

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara menegaskan bahwa tidak ada praktik monopoli penjualan tiket agen travel umrah online yang dilakukan oleh Traveloka dan Tokopedia. Sebab, penyelenggaraan ibadah umrah tetap harus melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau sejenis biro travel.

“Traveloka dan Tokopedia tidak pernah dirancang menjadi penyelenggara umrah. Nanti ada istilahnya menjadi duopoli atau apa. Ini kan tidak akan menjadi PPIU,” tegas Rudiantara saat ditemui kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (24/7).

Dia menjelaskan, kedua start up raksasa tersebut nantinya hanya mengembangkan proses bisnis dari agen travel umrah ke dalam bentuk digital. Salah satunya mempermudah proses perizinan atau akses ketika melakukan penerbangan ke Saudi Arabia.

"Dan ini bukan hanya Indonesia. Karena yang mengatur umroh siapa kewenangannya? Saudi arabia. Kita tidak bisa pergi umroh kalau visa tidak keluar kan? Yang urusin visa siapa? Saudi arabia. Ini ya semuanya (mempermudah perizinan dan perjalanan),” jelas Rudiantara.

Dia menambahkan dalam pengembangan bisnis digital keduanya akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan bidang jasa di Saudi Arabia, bernama Wadi Makkah.

"Ini juga akan memberdayakan start up maupun ukm di Saudi Arabia. Di sana kan ada namanya souk (pasar tradisional),” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengusaha travel umrah di Solo akan memboikot maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Ancaman tersebut dilakukan akibat adanya monopoli penjualan tiket penerbangan umrah Garuda Indonesia oleh beberapa biro perjalanan di Jakarta.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 4

Pertama di Indonesia, Umrah Bisa Lewat Reksadana di Bareksa

PT Bareksa Portal Investasi meluncurkan Bareksa Umroh
PT Bareksa Portal Investasi meluncurkan Bareksa Umroh. Platform Bareksa Umroh menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah. (Liputan6.com/Bawono Yadika Tulus)

PT Bareksa Portal Investasi pada hari ini meluncurkan Bareksa Umroh. Platform Bareksa Umroh menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah.

Chief Sales & Marketing Bareksa, Rani Sumarni mengatakan, Bareksa Umroh adalah inovasi pertama di Indonesia untuk menabung online reksa dana dengan diintegrasikan tujuan menjalankan ibadah umrah. 

Menurut Sumarni, keuntungan yang diperoleh lewat konsumen lewat layanan ini ialah aman, halal, online, terpercaya dan terpadu.

"Kami ingin mengedukasi bahwa reksa dana itu dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk tujuan spesifik seperti pergi umrah," tuturnya Rabu (10/7/2019).

Lewat layanan ini, Bareksa bekerja sama dengan mitra biro perjalanan umrah dan haji yang telah memiliki reputasi dan pengalaman di bidangnya. Mitra travel agent pertama Bareksa Umroh adalah Al-Qadri Umrah & Haji yang telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji khusus dan umrah sejak tahun 1976.

3 of 4

Edukasi Bagi Para Jamaah Umrah

Ratusan jamaah haji asal Indonesia tengah mengantri sesaat sebelum naik pesawat. Garuda Indonesia mengaku, sudah menyelesaikan penerbangan haji dengan jumlah jamaah 107.959 orang.
Maskapai plat merah Garuda Indonesia, mengaku telah menyelesaikan fase keberangkatan penerbangan haji dengan menerbangkan sebanyak 107.959 jemaah calon haji.

Direktur Pengembangan Bisnis Al-Qadri Umrah & Haji, Ahmad Fadjrie, menjelaskan, Al-Qadri berkomitmen untuk selalu membantu dan mendampingi jemaah dengan profesional dan amanah.

"Kami menyajikan paket haji khusus, umrah dan wisata muslim dengan kualitas pelayanan terbaik, profesional dan amanah," terangnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Kementerian Agama, Arfi Hatim menyambut positif peluncuran platform Bareksa Umroh karena diharapkan bisa membantu mengedukasi para jemaah agar tidak menjadi korban penipuan.

Selain itu, memastikan layanan yang diberikan kepada jemaah terjamin mulai dari keberangkatan hingga pulang kembali ke Tanah Air.

"Yang menjadi perhatian pemerintah adalah calon jemaah dan jemaah dapat terlindungi dengan baik selama perjalanan dan dalam melakukan ibadah umrah. Mereka juga mendapatkan kemudahan dan kualitas pelayanan terbaik dalam perjalanan sehingga dapat menunaikan ibadah dengan khusuk," kata dia.

Sebagai informasi, Reksa dana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Oleh karena itu, reksa dana bisa dijadikan alternatif menabung untuk tujuan umrah yang aman, dan menghindarkan para calon jemaah dari berbagai kemungkinan kasus penipuan investasi hingga kegagalan berangkat karena manajemen yang tidak baik. 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by