Soal Harga Tiket Pesawat, Pengusaha Ingin AirAsia Kembali Bersaing

Oleh Liputan6.com pada 23 Jul 2019, 15:01 WIB
20161129- Kadin dan Apindo Angkat Bicara Dampak Aksi 212-Jakarta- Angga Yuniar

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyarankan Pemerintah Indonesia dapat membuka keran persaingan usaha pada industri penerbangan udara. Ini dilakukan selain untuk menekan harga tiket pesawat, juga memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani mengatakan, selama ini maskapai di Indonesia hanya ada dua kelompok besar yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air. Sedangkan persiangan harga yang diberikan pada dua kelompok ini pun tidak berbeda jauh.

"Ini gak bisa dianggap sepele karena masalah serius. pemerintah sudah kita beri tau. Salah satunya jalan menghadirkan kompetisi baru pemain yang diberikan porsi harus lebih besar untuk ngambil pasar besar," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Hariyadi menilai ada salah satu maskapai asing yang cukup potensial untuk bersaing dengan 2 kelompok besar tersebut.

Hanya saja, beberapa rute penerbangan yang diberikan terhadap maskapai itu masih sangat minim. Padahal, dari segi harga bisa bersaing.

"Salah satu calon adalah AirAsia. Penerbangan sebenernya adalah persaingan sempurna. Karena itu sudah terukur semua. Harga tiket pesawat berapa, tiket berapa," katanya.

 

2 of 4

Dadtangkan Maskapai Asing

Dongkrak Sektor Pariwisata, Kadin Dukung Masuknya Maskapai Asing ke Indonesia
Air Asia, salah satu maskapai asing yang sudah lama beroperasi di Indonesia.

Seperti dibritakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ide mendatangkan maskapai asing untuk beroperasi di Indonesia. Selain Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Perekonomian (Menko) Darmin Nasution juga mendukung akan ide ini.

"Memang kenapa harga tiket naik? Ya tentu karena ada langkah-langkah internal dari perusahaan-perusahaan penerbangan kita. Mereka bisa lakukan itu karena pesaingnya hanya duopoli," jelasnya saat ditemui dalam acara Open House di Kediaman Dinasnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 of 4

Hore, Bakal Ada Tiket Pesawat Murah Setiap Hari

Mau Kebagian Tiket Pesawat Promo? Pakai 4 Siasat Jitu Ini
Ilustrasi tiket pesawat (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Pemerintah tengah mencari cara untuk menyediakan tiket pesawat murah setiap hari untuk masyarakat. Saat ini, kebijakan yang ada hanya menyediakan tiket pesawat murah di hari dan jam tertentu saja.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyebutkan, kebijakan saat ini yang hanya menyediakan tiket pesawat murah pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada jam 10.00 - 14.00 waktu setempat belum ampuh menjadi solusi mahalnya tiket pesawat.

"Kurang nendang buat masyarakat," kata dia, di kantornya, Senin (22/7/2019).

Dia pun menjelaskan, kebijakan yang ada saat ini memang bersifat jangka pendek. Untuk itu pemerintah sudah mulai menyiapkan rencana jangka panjang guna menjaga ketersediaan tiket pesawat murah untuk masyarakat.

Dia berharap, ke depannya tiket murah dapat tersedia setiap hari dan di semua jam. Hal itu juga sejalan dengan keinginan maskapai agar jumlah penumpang kembali meningkat.

Untuk itu, implementasi kebijakan tiket murah saat ini akan dijadikan acuan untuk melakukan kajian struktur biaya yang idel seperti apa untuk menghasilkan harga tiket terjangkau masyarakat luas.

"Kalau bisa dilanjutkan, jangan tertentu saja jadwalnya. Namun dengan treatment yang sekarang, baru bisa jadwal tertentu dan ada penyempurnaan," ungkapnya.

Dia menyebutkan, saat ini semua usulan akan ditampung oleh pemerintah. Termasuk kendala dalam implementasi penyediaan tiket murah saat ini, yaitu sistem reservasi masing-masing maskapai.

Selain itu, persoalan penurunan tiket pesawat juga harus melibatkan banyak pihak lain seperti kementerian keuangan untuk kebijakna fiskal dan kementerian pariwisata untuk kaitannya dengan industri pariwisata.

"Untuk sampai ke sana, pengurangan cost di mana harus dipikirkan. Sejalan dengan rencana menengah panjang, termasuk dengan Kemenkeu dan Kemenpar," ungkapnya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓