Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp 1,06 Triliun di Semester I 2019

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 23 Jul 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 23 Jul 2019, 12:16 WIB
Jalan Tol Sragen-Ngawi Sepanjang 51 KM (Foto: Jasa Marga)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar Rp 3,34 triliun pada Semester I 2019. Angka tersebut tumbuh 15,4 persen dari enam bulan pertama di tahun sebelumnya.

Dikutip dari laporan Jasa Marga, Selasa (23/7/2019), Jasa Marga pada periode ini juga mampu mencatat margin EBITDA sebesar 64,9 persen, lebih tinggi dari Semester I 2018 lalu yang sebesar 60,5 persen. Dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 5,16 triliun atau meningkat 7,6 persen dari Semester I 2018.

Angka tersebut berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 4,74 triliun, dimana pendapatan tol tumbuh sebesar 9,2 persen dibandingkan paruh pertama 2018.

Dari total Pendapatan Tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas anak perusahaan sebesar 17,2 persen, tumbuh dibandingkan kontribusi pendapatan tol anak perusahaan di Semester I tahun lalu yang hanya sebesar 12,9 persen.

Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir 2018.

Ruas-ruas jalan tol baru juga menyumbang pertumbuhan aset dari sisi Hak Pengusahaan Jalan Tol, sehingga total aset Jasa Marga pada Semester I 2019 tercatat sebesar Rp 89,67 Triliun atau tumbuh sebesar 8,8 persen dari 2018.

 

2 of 2

Laba Bersih

Arus mudik di Tol Bawen
Pengendara mobil melintas pada jalur contra flow di ruas tol Semarang-Bawen, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem lawan arus dari Km 426 hingga Km 433 ruas tol Semarang-Bawen untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, pada Semester I 2018 ini, Jasa Marga dapat menjaga laba bersih tetap stabil sebesar Rp 1,06 triliun di tengah mulai beroperasinya jalan tol baru dan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi proyek jalan tol.

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan, pada 15 April 2019 lalu Jasa Marga menerbitkan produk alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA) yang dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat menjangkau investor institusi maupun retail.

Pada sisi operasional jalan tol baru, Jasa Marga berhasil menambah 41,46 km pengoperasian jalan tol di sepanjang Semester I 2019. Dengan rincian, pengoperasian Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah–Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 km pada Triwulan I, serta Tol Pandaan-Malang seksi Pandaan-Singosari (30,6 km) dan akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 km di Triwulan II.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by