S&P Naikkan Peringkat Kredit Lippo Karawaci Jadi B-

Oleh Arthur Gideon pada 19 Jul 2019, 18:20 WIB
Diperbarui 19 Jul 2019, 19:17 WIB
Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady menjelaskan bahwa perusahaan akan membangun 100 ribu rumah dengan nilai investasi Rp 100 triliun.

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan kenaikan peringkat kredit jangka panjang menjadi B- dengan prospek stabil dari S&P. Sebelumnya, utang perseroan diganjar peringkat CCC+.

S&P juga menaikkan peringkat obligasi jangka panjang LPKR dari CCC+ ke B- serta menghapus peringkat LPKR dari Credit Watch.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, peningkatan peringkat kredit ini merupakan penegasan atas perbaikan likuiditas LPKR secara signifikan.

"Tim manajemen bersama dengan saya akan fokus pada pencapaian target operasional dengan menyelesaikan proyek-proyek utama kami yang sedang berjalan dan akan meluncurkan proyek hunian baru. Sambil memastikan untuk berhati-hati dalam belanja modal dan menjaga arus kas agar stabil," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Prospek stabil mencerminkan ekspektasi S&P bahwa LPKR akan memiliki likuiditas yang cukup serta arus kas yang memadai untuk jangka waktu 12-18 bulan ke depan. Hal ini didukung oleh penawaran umum terbatas senilai USD 787,5 juta serta rencana penjualan aset.

Penjualan aset ritel Lippo Mal Puri berjalan dengan baik dan diharapkan akan rampung pada kuartal keempat 2019. S&P memperkirakan penjualan asset ritel tersebut akan menghasilkan arus kas masuk bersih sekitar USD 200 juta. Selain itu, S&P berharap Lippo Karawaci mengurangi jumlah utang sewajarnya.

2 of 3

Lippo Karawaci Dapat Dana Segar Rp 11,2 Triliun dari Rights Issue

Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady menjelaskan bahwa perusahaan akan membangun 100 ribu rumah dengan nilai investasi Rp 100 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady menjelaskan bahwa perusahaan akan membangun 100 ribu rumah dengan nilai investasi Rp 100 triliun.

Sebelumnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengantongi tambahan modal baru sebesar Rp 11,2 triliun, melalui penyelesaian skema rights issue atau penerbitan saham baru. Mayoritas tambahan modal yang berasal dari investor luar negeri tersebut menunjukkan kepercayaan global akan potensi perekonomian nasional.

Dana rights issue Lippo Karawaci ini merupakan salah satu investasi masuk terbesar ke Indonesia di tahun ini.

Realisasi rights issue tersebut diyakini akan memberikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi. Sebab, kepercayaan pasar global yang tinggi kepada perekonomian Indonesia akan turut mengundang investor asing lain untuk menyuntikkan dananya ke Indonesia. 

Secara khusus, dana segar yang diterima Lippo Karawaci akan dipergunakan untuk pengembangan berbagai proyek properti yang akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Seperti diketahui, industri properti memiliki efek multiplier yang signifikan terhadap banyak industri terkait.

"Kami rasa dengan banyaknya investor asing yang tertarik dengan rights issue Lippo Karawaci menunjukkan kepercayaan global yang makin tinggi terhadap perekonomian nasional. Investasi masuk ke Indonesia tentu saja sangat positif karena turut menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesempatan bagi industri terkait untuk ikut maju," jelas CEO Lippo Karawaci John Riady, Selasa (16/7/2019).

Nantinya, dana rights issue Lippo Karawaci akan digunakan untuk melanjutkan investasi di proyek-proyek utama di sejumlah daerah. Berbagai proyek ini akan turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di berbagai pelosok nusantara.

Salah satu proyek yang dipastikan berlanjut adalah Meikarta di Cikarang. Diberitakan juga bahwa di bulan Agustus mendatang akan dilakukan topping off 4 tower pertama Meikarta. Sejauh ini, 65 persen dari seluruh apartemen Meikarta yang ditawarkan telah laku terjual, atau sejumlah 14.000 unit.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by