Bappenas Targetkan Devisa dari Pariwisata Capai USD 28 Miliar di 2024

Oleh Liputan6.com pada 19 Jul 2019, 20:45 WIB
Diperbarui 19 Jul 2019, 20:45 WIB
Puluhan Kura-Kura Hijau Dilepaskan di Pantai Kuta
Perbesar
Turis menyaksikan kura-kura hijau dilepaskan di pantai Kuta di pulau Bali (27/3). Sekitar 18 kura-kura hijau diburu untuk diambil dagingnya dan dilepaskan kembali ke laut setelah polisi menangkap pelaku di Kabupaten Gianyar pada 13 Maret. (AFP Photo/Sonny Tumbelaka)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menargetkan devisa dari sektor pariwisata mencapai USD 28 miliar di tahun 2024. Target ini telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas Leonardo Teguh Sambodo mengatakan, selain devisa, Indonesia juga menargetkan jumlah wisatawan mancanegara negara dapat mencapai 26 juta orang. Salah satu industri yang bakal dijagokan untuk mencapai target tersebut yakni industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

"MICE salah satu sektor unggulan. dengan menggiatkan bisa mencapai setidaknya 26 juta wisatawan mancanegara," kata dia, di acara 'IBEF 2019', di JCC, Jakarta, Jumat (19/7).

Sedangkan untuk kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditargetkan mencapai 5,5 persen di tahun 2024. Sektor pariwisata pun ditargetkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi 15 juta orang.

"Yang lebih pentingpariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru dan salah satu sumber devisa. Obat defisit transaksi berjalan. USD 28 miliar dalam lima tahun ke depan," tegas Teguh.

Bappenas menjagokan MICE, sebab industri mampu membentuk 'nation branding' dan mengatasi fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan yang memang bersifat musiman.

"Kurangi dampak seasonality, dampak musiman dari kunjungan wisatawan. dimana ada gap-gap yang selama ini ada itu bisa diisi oleh aktivitas MICE," ungkapnya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


MICE Pelengkap Wisata

Tingkatkan MICE, Kemenpar Tebar Pesona di Imex Frankfurt 2017 

Perbesar
Indonesia tidak hanya terkenal sebagai destinasi wisata leisure. MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga makin bersaing.

Selain itu, aktivitas di industri MICE bisa menjadi pelengkap bagi atraksi-atraksi di destinasi-destinasi pariwisata sehingga memberikan tawaran kegiatan yang disajikan bagi wisatawan.

"Untuk kemudian merefresh adanya kejenuhan dari atraksi yang kita biasa tawarkan. Jadi lebih banyak diversifikasi dan dengan adanya MICE kita mengkomunikasikan berbagai macam atraksi menjadi satu paket yang lebih menarik," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya