Tol Kayu Agung-Jakabaring Ditargetkan Beroperasi Oktober 2019

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 19 Jul 2019, 16:45 WIB
Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Pelambang-Betung. Dok Kementerian PUPR

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) target untuk bisa mengoperasikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung ruas Tol Kayu Agung-Jakabaring pada kurun waktu antara Oktober atau November 2019.

Kepala BPJT Danang Parikesit menyampaikan, hingga hari ini telah ada sepanjang 1.780 km jalan tol yang telah beroperasi. Dia menyatakan, bakal ada penambahan beberapa ruas tol baru yang akan dirampungkan pada akhir tahun ini.

"Di antaranya yang paling dekat sekitar Oktober-November adalah dari Kayu Agung ke Jakabaring," ujar dia saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Dia mengatakan, tim dari BPJT pun pada hari ini ada yang sedang mengecek kesiapan pengoperasian ruas tol tersebut, serta rencana penyelesaian Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung sampai ke titik akhir.

"Kemarin kan ada dari Pemerintah Sumatera Selatan ke sini. Ada Gubernur, Bupati, Walikota, yang menanyai rencana penyelesaian tol dari Palembang ke Betung," tutur dia.

Sebagai informasi, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung sendiri memiliki panjang 111,69 km yang terbagi ke dalam tiga seksi, yakni Seksi I Kayu Agung-Jakabaring, Seksi II Jakabaring-Musilandas, dan Seksi III Musilandas-Betung.

Selain ruas Tol Kayu Agung-Jakabaring, Danang melanjutkan, ada beberapa jalan bebas hambatan lain yang secara pengerjaan diproyeksikan dapat selesai pada akhir tahun ini."Ruas jalan tol yang akan kita selesaikan akhir tahun ini, di antaranya yang paling dekat adalah target Kementerian BUMN juga untuk menuntaskan yang Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan juga Kayu Agung-Pematang Panggang," pungkasnya.

2 of 4

4 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Beroperasi Pertengahan 2019

Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)
Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan terdapat empat ruas Tol Trans Sumatera yang siap dioperasikan pada pertengahan 2019. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengaku optimistis, Jalan Tol Trans Sumatera ruas utama sepanjang 2.000 km akan dapat tersambung pada 2024. 

"Jika melihat capaian selama empat tahun terakhir, maka Tol Trans Sumatera dari Bakaheuni sampai Banda Aceh dengan panjang sekitar 2.000 Km, akan tersambung secara bertahap hingga tahun 2024," ujar Basuki dalam keterangan resminya, Kamis (28/2/2019).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit mengatakan, ada empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang dalam waktu dekat secara bertahap siap diresmikan dan beroperasi. 

Antara lain, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (140,93 km), Medan–Binjai (Segmen Helvetia–Veteran) (2,75 km), Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi Seksi 7 (9,1 km), dan Terbanggi Besar– Pematang Panggang–Kayu Agung (189,2 km). 

Adapun dua ruas di antaranya telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi, yakni Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar serta Jalan Tol Medan-Kualanamu–Tebing Tinggi Seksi 7. 

"Sedangkan untuk Jalan Tol Medan–Binjai (Segmen Helvetia–Veteran) masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dan Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung dalam proses penyelesaian konstruksi," sambung Danang.  

3 of 4

Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

Jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni, Lampung.
Jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni, Bandar Lampung. (Doc.Doni Syafar Diman)

Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sendiri memiliki empat seksi, yakni Seksi 1 Bakauheni–Sidomulyo (39,4 km) dimana Segmen Pelabuhan Bakauheni–Simpang Susun (SS) Bakauheni (8,9 km) sudah beroperasi Januari 2018. 

Lalu, Seksi 2 Sidomulyo–Kotabaru (40,6 km) dengan Segmen SS Kotabaru–SS Lematang (5 km) yang juga telah beroperasi Januari 2018, serta Seksi 3 Kotabaru-Metro (29 km) dan Seksi 4 Metro-Terbanggi Besar (31,93 km).

Kemudian Jalan tol Medan–Binjai (16,73 km) terdiri atas 3 seksi, yakni Seksi 1 ruas Tanjung Mulia-Helvetia (6,27 km), Seksi 2 ruas Helvetia-Semayang (6,18 km) dan Seksi 3 ruas Semayang-Binjai (4,28 km) yang sudah beroperasi penuh pada Oktober 2017. 

Sementara untuk Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) secara keseluruhan memiliki panjang 61,7 km. Pengusahaannya dilaksanakan oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol dengan investasi sebesar 4,96 Triliun serta masa konsesi selama 40 tahun. 

Jalan tol MKTT Seksi 2-6 Parbarakan hingga Sei Rampah (41,65 km) telah diresmikan Oktober 2017 dan Seksi 1 Tanjung Morawa-Perbarakan termasuk Simpang Susun Kemiri (10,75 km) telah beroperasi pada Juni 2018.

Di sisi lain, Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 21,95 triliun, dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2019. 

Tol ini terdiri atas dua seksi, yakni Seksi 1 Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 km) dengan progres konstruksi 89,06 persen dan Seksi 2 Pematang Panggang-Kayu Agung (77 km) dengan progres konstruksi 90,80 persen.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓