Indonesai Bakal Ekspor 1 Juta Mobil di 2025

Oleh Liputan6.com pada 18 Jul 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 20 Jul 2019, 01:14 WIB
Ekspor Mobil Naik 20 Persen pada Semester Pertama 2017

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan peningkatan ekspor mobil. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia ditargetkan dapat mengekspor 1 juta unit mobil di tahun 2025.

"Target tersebut sejalan dengan tema yang diusung dalam GIIAS 2019 yaitu 'Indonesian Automotive Export: From Indonesia for The World Towards 1 Million Unit in 2025," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pameran GIIAS 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/7/2019).

Dia menegaskan, untuk mencapai target ekspor 1 juta unit pada tahun 2025 diperlukan dukungan semua pihak terutama dalam hal peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk. Salah satunya melalui implementasi industri 4.0.

"Penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui harmonisasi dan sinkronisasi regulasi di sektor otomotif, serta yang tidak kalah pentingnya yaitu komitmen dari principal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor," ungkapnya.

Dari data Kemenperin, lanjut Airlangga, produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Produksi kendaraan bermotor roda 4 atau lebih periode Januari hingga Mei 2019 tercatat sebesar 522 ribu unit.

"Dimana penjualan domestik sebesar 422 ribu unit berasal dari produksi lokal maupun impor dan ekspor CBU sebesar 115 ribu unit," ujarnya.

Disamping itu, ekspor kendaraan CBU di tahun 2018 mencapai 250 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara di dunia termasuk 5 negara tujuan utama ekspor yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Mexico dan Vietnam.

 

2 dari 4 halaman

Disambut Baik Pengusaha Otomotif

Pemerintah Berencana Memacu Aturan Ekspor Industri Otomotif
Pekerja mengecek mobil baru siap ekspor di IPC Car Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyatakan siap mengejar target ekspor 1 juta mobil di tahun 2025.

"Gaikindo memiliki semangat positif bahwa pada tahun 2025 ekspor industri otomotif Indonesia dapat tumbuh menjadi satu juta unit," tegas dia.

Komitmen industri otomotif Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan perluasan pasar, jelas dia, tercermin dari berbagai teknologi dan produk hasil industri otomotif Indonesia yang telah diekspor ke berbagai negara.

Selain itu, gelaran pameran berskala internasional seperti GIIAS tentu bakal memberikan dukungan tersendiri bagi peningkatan kinerja industri otomotif Indonesia, terutama kinerja ekspor.

"GIIAS adalah pameran teknologi otomotif yang merupakan bagian dari seri pameran otomotif dunia. Tema future in motion mengandung arti upaya industri otomotif Indonesia utnkm menyongsong kemajuan di masa depan yang lebih baik dan bisa berperan lebih penting dalam tatanan jaringan industri otomotif global," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

3 dari 4 halaman

Gaikindo Targetkan Ekspor 300 Ribu Mobil pada 2019

Mengintip Pabrik Mobil Nasional Vietnam VinFast
Sejumlah mobil terparkir di pabrik VinFast, Haiphong, Vietnam, Jumat (14/6/2019). Selain memenuhi pasar domestik, VinFast juga akan menjual mobilnya untuk pasar ekspor yang besar kemungkinan ke Eropa. (Manan VATSYAYANA/AFP)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pasar ekspor mobil bakal lebih moncer dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut tampak dari naiknya prediksi pertumbuhan ekspor Gaikindo. Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan, pihaknya memasang target ekspor 300.000 mobil hingga akhir tahun 2019.  

Menurut dia, pada 2018 Indonesia mencatatkan ekspor mobil secara utuh (CBU) sebesar 264.553 unit. Angka ini tumbuh 14,44 persen jika dibandingkan 2017. Sementara pada 2019, pertumbuhan ekspor tercatat sebesar 20 persen hingga Mei 2019.

"Kita melihat ekspor kita tumbuh dengan pesat. Yang keluar negeri (ekspor) jalan dengan baik. Tahun 2018 tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2017. Tahun 2019 ini tumbuh hampir 20 persen dibandingkan 2018, sampai bulan Mei. Nah mudah-mudahan sampai akhir tahun, kami menargetkan kalau bisa ekspor sekitar 300.000," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dia optimistis, target itu bisa tercapai karena saat ini hasil produksi industri otomotif Indonesia sudah diekspor ke puluhan negara di dunia. Banyaknya pasar ditambah produk yang bervariasi bakal mendorong pasar ekspor mobil Indonesia.

"Pasar dunia begitu luasnya dan kita sudah ekspor ke 80 negara. bukan baru 10, 15 (negara). Karena makin banyak negara yang kita ekspor, makin banyak varian tentu Otomotif akan lebih tumbuh," ujar dia.

Dia pun berharap agar semua produsen mobil yang membangun pabrik di Indonesia juga berorientasi ekspor. Terkait hal ini, dia pun menyinggung soal rencana produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) yang akan segera merealisasikan investasinya di Indonesia.

"Tentunya target market itu mereka (Hyundai) yang menentukan, karena itu adalah marketing strategy. Tapi yang kita harapkan bukan hanya mereka membuka pasar di Indonesia untuk pasar domestik," ungkapnya.

Rencana realisasi investasi Hyundai ditegaskan dalam pertemuan Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul, Korea Selatan.

"Yang saya lebih bidik mereka buka pabrik di Indonesia yang nanti akan menjadi basis ekspor seperti ke Australia dan lainnya, karena disana banyak mobil Hyundai," tandas dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓