Jokowi Ingin UMKM Genjot Pasar Ekspor

Oleh Bawono Yadika pada 12 Jul 2019, 14:21 WIB
Pameran Karya Kreatif Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap produk-produk buatan tangan atau UMKM anak negeri dapat menopang pertumbuhan ekonomi. Karena sampai saat ini pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat.

Jokowi menilai, produk-produk handmade anak bangsa berpeluang besar di kancah internasional. Sebab itu, pihaknya berharap UMKM dapat mendorong kontribusi ekspor Indonesia.

"Meski ekonomi melambat, sebetulnya pasar-pasar tertentu masih banyak peluang. Jangan masuk ke yang produk massa (mass product), itu kalah bersaing dengan negara-negara lain," tuturnya di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Jokowi menjelaskan, produk-produk UMKM yang dapat diunggulkan antara lain ialah produk-produk kerajinan tangan (handicraft).

"Produk-produk handicraft, yang penuh keterampilan tangan atau handmade. Kekuatan kita disitu. Jadi ada peluang yang bisa dimasuki disitu, kalau ke produk massa ya kita kalah dengan negara-negara lain," tambah Jokowi.

 

2 of 3

Jokowi Bocorkan Tips Agar Produk UMKM Bisa Tembus Pasar Dunia

Presiden Jokowi Terima Pengurus Apindo di Istana Merdeka
Presiden Joko Widodo saat menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (13/6/2019). Presiden Jokowi meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go digital dan go international. Dia yakin produk UMKM lokal dapat menembus pasar internasional meski ekonomi global tengah bergejolak.

Di tengah kondisi pasar global yang juga kian melambat, Jokowi menghimbau agar UMKM dapat membidik peluang-peluang yang dapat dimasuki oleh karya mereka.

"Sebetulnya kan pasar-pasar tertentu itu masih banyak peluang," kata dia saat ditemui dalam acara Pameran Kain dan Kerajinan Karya UMKM Bank Indonesia (BI) yakni Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Centre, Jumat (12/7/2019).

Kendati demikian, dia menekankan agar UMKM tidak masuk ke pasar produk atau barang yang diproduksi secara massal atau besar-besaran. Sebab daya saing UMKM lokal belum sampai ke arah sana.

"Jangan masuk yang mass product, itu bersaing kita kalah dengan negara-negara yang sudah memproduksi secara massal," tegasnya.

Menurutnya, peluang UMKM lokal untuk bersinar di pasar global adalah melalui barang-barang kerajinan atau buatan tangan yang memiliki kekuatan dan ciri khas.

"Ya yang benar ya seperti ini produk-produk handicraft, yang penuh dengan ketrampilan tangan. Hand made. Kekuatan kita ada di situ. Coba dilihat produk-produk yang ada di sini. Semuanya kelihatan kelasnya. Masuknya di situ," ujarnya.

Jika pelaku UMKM jeli melihat peluang, dia optimistis karya anak bangsa dapat menguasai pasar global di sektor tersebut.

"Kalau kita misalnya UKM kita masuknya ke produk-produk massal, ya kalah dengan barang-barang dari negara lain. Ada banyak peluang yang bisa dimasuki tapi itu adalah jenis yang kecil, tertentu. Tapi kalau dalam pasar global kan gede banget," tutupnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait