Perusahaan Hong Kong Bakal Beli 2 Tol Milik Waskita

Oleh Liputan6.com pada 11 Jul 2019, 19:45 WIB
Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Waskita Toll Road (WTR), Herwidiakto memastikan akan menjual dua ruas tolnya pada tahun ini. Kedua ruas tol tersebut yakni Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

Pria yang kerap disapa Herwi ini mengatakan, sejauh ini sudah ada yang menyatakan minatnya untuk membeli kedua jalan tol tersebut. Akan tetapi dirinya tidak menyebutkan nikai investasi dari divestasi jalan tol tersebut.

“Divestasi (perusahaan luar) dua ruas tol saja (yang di divestasi). Asal negaranya Hong Kong kalau enggak salah,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/7).

Herwi menjelaskan, perusahaan Hong Kong yang berminat pada dua ruas tol Trans Jawa itu merupakan perusahaan patungan yang ada di negara tersebut. Namun dirinya tidak menyebutkan nama perusahaan Hong Kong yang berminat untuk membeli dua ruas tol tersebut.

“Pasti disana (perusahaan) konsorsium. Enggak ada (perusahaan dalam negeri yang ikut konsorsium),” jelasnya.

Herwi juga mengatakan mengenai tidak adanya satu kesepakatan dengan investor dalam negeri yang berminat pada dua jalan tol tersebut. Menurutnya, tidak adanya satupun perushaan daam negeri lantaran harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan investor tersebut.

"Jadi bukan soal kurang serius, tapi harganya. Pas-pasan," ujarnya.

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) berencana untuk menjual enam ruas jalan tol setelah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Enam ruas tol yang akan dijual pasca pilpres untuk memberikan kejelasan kepada investor yang berminat dari 18 tol yang dimiliki.

Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, sebanyak total 18 ruas tol yang dimiliki Waskita Karya akan dijual seluruhnya secara bertahap. Ruas tol tersebut di antaranya tol Trans Jawa yang sudah selesai.

 

Repoter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

 

 

 

2 of 5

Daftar Tol yang Ditawarkan Waskita Karya

Jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB dari Kedung Badak ke Yasmin sepanjang ruas 2,65 kilometer. (Dok Kementerian PUPR)
Jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB dari Kedung Badak ke Yasmin sepanjang ruas 2,65 kilometer. (Dok Kementerian PUPR)

Berikut total 18 ruas tol yang akan dijual Waskita Karya:

1. Tol Pejagan-Pemalang (Trans-Jawa)

2. Tol Pemalang-Batang (Trans-Jawa)

3. Tol Batang-Semarang (Trans-Jawa)

4. Tol Solo-Ngawi (Trans-Jawa)

5. Tol Ngawi-Kertosono (Trans-Jawa)

6. Tol Pasuruan-Probolinggo (Trans-Jawa)

7. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Trans-Sumatera)

8. Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Trans-Sumatera)

9. Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Trans-Sumatera)

10. Tol Serpong-Cinere (Tol Non Trans-Jawa)

11. Tol Cinere-Jagorawi (Tol Non Trans Jawa)

12. Tol Cimanggis-Cibitung (Tol Non Trans-Jawa)

13. Tol Cibitung-Cilincing (Tol Non Trans-Jawa)

14. Tol Depok-Antasari (Tol Non Trans-Jawa)

15. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Non Trans-Jawa)

16. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Non Trans-Jawa)

17. Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Tol Non Trans-Jawa)

18. Tol Cisumdawu (Tol Non Trans-Jawa)

 

3 of 5

Dukung Elektrifikasi, Waskita Karya Dirikan Workshop Fabrikasi Baja

PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) melakukan groundbreaking workshop fabrikasi baja untuk memenuhi kebutuhan tower baja Proyek Transmisi 500KVA di Sumatera.
PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) melakukan groundbreaking workshop fabrikasi baja untuk memenuhi kebutuhan tower baja Proyek Transmisi 500KVA di Sumatera.

Sejalan dengan target pertumbuhan, PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) telah melakukan groundbreaking workshop fabrikasi baja untuk memenuhi kebutuhan tower atau menara baja Proyek Transmisi 500KVA di Sumatera.

Pembangunan workshop ini merupakan dukungan terhadap penyediaan kebutuhan tower transmisi di mana kebutuhan listrik di daerah masih belum terpenuhi.

“Waskita Karya Infrastruktur akan menciptakan kualitas produk dengan menerapkan standar kualitas yang ketat. Tak hanya itu, dalam jangka 2−3 tahun ke depan Waskita Karya Infrastruktur akan menjadi backbone dari induk usahanya," ujar President Director Waskita Karya Infrastruktur, Gunadi, Kamis (11/4/2019).

Jaringan listrik merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pemerataan pembangunan dan penyediaan infrastruktur yang menjadi salah satu komponen untuk mendorong Penanaman Modal baik dalam negeri (PMDN) maupun asing (PMA).

Dalam 6 bulan ke depan diharapkan workshop fabrikasi baja akan beroperasi dengan menggunakan teknologi High End Eropa yang bertujuan menghasilkan produk yang presisi dan proses yang efisien.

Pabrik baja ini juga akan menggunakan rooftop solar cell (pembangkit listrik tenaga surya) sebagai salah satu alternatif penghematan operasional workshop yang akan menghasilkan produksi sejumlah 4.000 ton per bulan.

Sebagian total produksi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan proyek EPC PT Waskita Karya(Persero) Tbk di Pulau Sumatera sepanjang 500 kilometer dengan output listrik 500 KVA.

"Jika pembangunan tol Jawa dan Sumatera telah terhubung maka Waskita Karya Infrastruktur merupakan jawaban untuk sustainability investment bagi lini bisnis Waskita Karya,” pungkas Gunadi.  

4 of 5

Waskita Karya Garap Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan

Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek II Elevated. Dok PUPR
Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek II Elevated. Dok PUPR

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menandatangani kontrak Proyek Pembangunan Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Paket III, dengan ruas Taman Mekar- Sadang sepanjang 28 kilometer (STA 34+ 150 – STA 62+000).

"Pelaksanaan konstruksi Paket III Taman Mekar – Sadang dimulai bulan Februari 2019 dan direncanakan akan selesai pada tahun 2020," kata SVP Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk Shastia Hadiarti di Jakarta, Senin (25/2/2019).  

Sebagai informasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) membagi Jalan Tol Japek II Selatan ke dalam tiga paket yang menghubungkan Jati Asih, Bekasi dan Sadang sepanjang 62 km.

Ketiga paket tersebut masing masing: Paket 1 (00+00 Sta 9+300) sepanjang 9,3 km; Paket 2 (Sta 9+300 Sta 34+150) sepanjang 24,85 km; Paket 3 (Sta 34+150 Sta 62+00) sepanjang 27,85 km.

Tol Japek II Selatan dibangun oleh PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) dan tol ini akan terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta Tol Purbaleunyi.

"Kelak, jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting," tambah Shastia.

Waskita Karya adalah BUMN yang senantiasa bersinergi dengan pemerintah dalam perannya sebagai agen pembangunan guna mendukung penyediaan infrastruktur strategis yang merata di Indonesia.

Beberapa proyek infrastruktur yang di antaranya masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) telah berhasil diselesaikan dengan baik oleh Waskita Karya, di antaranya adalah proyek jalan tol Trans Jawa maupun tol Trans Sumatera.

Saat ini Waskita Karya memiliki konsesi atas 18 ruas tol di Jawa dan Sumatera dan 9 ruas di antaranya sudah beroperasi, yaitu Ruas Kanci – Pejagan, Ruas Pejagan – Pemalang, Ruas Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi seksi 2 – 6, Ruas Bekasi - Cawang - Kampung Melayu seksi 1BC, Ruas Ngawi - Kertosono seksi 1 – 3, Ruas Solo - Ngawi, segmen Kartasura – Sragen, Ruas Depok - Antasari seksi 1, Ruas Pemalang – Batang, Ruas Ciawi - Sukabumi seksi 1, dan Ruas Batang Semarang Seksi 1 sampai 5.

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓