Jadi Orang Terkaya di Korsel, Harta Bos Samsung Justru Turun Rp 53,4 Triliun

Oleh Tommy Kurnia pada 12 Jul 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 12 Jul 2019, 21:15 WIB
Ilustrasi uang dolar

Liputan6.com, Seoul - Bos Samsung Group, Lee Kun Hee. kembali menjadi orang terkaya di Korea Selatan (Korsel). Tetapi, kekayaan miliarder berusia 77 tahun itu menurun hingga USD 3,8 miliar atau Rp 53,4 triliun (USD 1 = Rp 14.067).

Berdasarkan daftar Forbes, Lee Kun Hee kini memiliki harta USD 16,8 miliar (Rp 236 triliun). Sementara ketika menjadi orang terkaya tahun lalu ia memiliki USD 20,6 miliar.

Penerus Lee Kun Hee, yakni Jay Y. Lee (Lee Jae Yong), juga mengalami penurunan kekayaan sampai USD 1,8 miliar (Rp 25,3 triliun). Kini, kekayaannya sebesar USD 3,5 miliar (Rp 49,2 triliun) dan orang terkaya nomor empat di Korsel.

Hal serupa ini tak hanya terjadi pada Samsung. Miliarder Seo Jung Jin tahun lalu memiliki USD 11 miliar, kini kekayaannya berkurang sepertiga menjadi USD 7,4 miliar (Rp 104 triliun). 

Penurunan kekayaan ini sedang terjadi di Korsel akibat efek dari perang dagang. Korsel merupakan negara yang bergantung pada perdagangan, dan kondisi global membuat bisnis melemah.

Secara keseluruhan, kekayaan 50 orang terkaya Korsel adalah USD 110 miliar (Rp 1.547 triliun). Jumlah itu turun 12 persen dari tahun lalu yakni USD 132 miliar.

2 dari 4 halaman

Daftar 10 Negara Penghasil Orang Terkaya di Dunia

Kembang Api di Hari Kemerdekaan Amerika Serikat
Kembang api menghiasi langit di atas Lincoln Memorial pada perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau dikenal sebagai Fourth of July di Washington, DC, Kamis (4/7/2019). Jutaan warga AS di seluruh dunia biasanya menggelar pesta besar untuk merayakan tanggal ini. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP)

Sebelumnya, Capgemini merilis World Wealth Report 2019 yang menyajikan data kekayaan di dunia. Laporan itu turut melaporkan negara-negara yang menjadi rumah bagi para orang terkaya di dunia.

Empat negara yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman, dan China menjadi negara yang paling banyak mencetak para orang terkaya di dunia. Pada tahun ini, AS memiliki 5,3 juta orang terkaya. 

Empat negara itu mewakili lebih dari setengah populasi orang kaya di seluruh dunia, yakni 61,2 persen. Para orang kaya itu disebut High-net-worth-individual (HNWI) atau individual dengan kekayaan tinggi.

Dalam laporan ini, para orang terkaya dibagi menjadi tiga klasifikasi, yakni:

(kurs USD 1 = Rp 14.116)

1. Ultra-HNWI dengan kekayaan di atas USD 30 juta (Rp 423 miliar)

2. Mid-Tier Millionaires dengan kekayaan antara USD 5 juta - USD 30 juta (Rp 70,5 miliar - Rp 423 miliar)

3. Millionaires Next Door dengan kekayaan USD 1 juta - USD 5 juta (Rp 14,1 miliar - Rp 70,5 miliar)

Yang dihitung adalah harta yang bisa diinvestasikan (investable asset) seperti seperti uang, tabungan, dan saham.

Selengkapnya, berikut 10 negara yang menghasilkan orang terkaya di dunia berdasarkan data World Wealth Report 2019:

3 dari 4 halaman

10 Negara Penghasil Orang Terkaya

Kembang Api di Hari Kemerdekaan Amerika Serikat
Kembang api menghiasi langit malam di atas Gateway Arch dan Old Courthouse sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di St. Louis, Kamis (4/7/2019). Jutaan warga AS di seluruh dunia biasanya menggelar pesta besar untuk merayakan tanggal ini. (AP Photo/Jeff Roberson)

Berikut 10 negara dengan jumlah orang terkaya paling banyak. 

1. AS: 5,3 juta orang

2. Jepang: 3,1 juta orang

3. Jerman: 1,3 juta orang

4. China: 1,1 juta orang

5. Prancis: 635 ribu orang

6. Britania Raya: 556 ribu orang

7. Swiss: 384 ribu orang

8: Kanada: 362 ribu orang

9: Italia: 275 ribu orang

10. Australia: 266 ribu orang

AS mendapat posisi pertama yang menjadi negara asal para orang kaya. Posisi Jepang di peringkat dua juga menarik disorot.

Jumlah orang terkaya di Negeri Sakura melewati jumlah para orang terkaya di Negeri Tirai Bambu meski populasi China lebih banyak, yakni 1,3 miliar orang. 

Peringkat Jerman juga masih di atas China meski populasi di negara Eropa itu jauh lebih sedikit, yaitu sekitar 82 juta orang. India yang juga memiliki populasi 1,3 miliar orang bahkan tidak masuk 10 besar.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓