3 Bulan Operasi, MRT Angkut 80 Ribu Orang Per Hari

Oleh Athika Rahma pada 11 Jul 2019, 18:12 WIB
Selasa Berkebaya di Stasiun MRT Dukuh Atas

Liputan6.com, Jakarta Sejak aktif beroperasi April 2019 lalu, Moda Raya Terpadu (MRT) DKI Jakarta semakin diminati warga Jakarta. Terbukti sampai hari ini, MRT sudah mengangkut 80 ribu orang setiap harinya.

Direktur utama PT MRT William Sahbandar mengatakan angka ini menjadi satu hal yang patut diapresiasi mengingat pengoperasian MRT baru sekitar tiga bulan.

Bahkan, jumlah penumpang meningkat drastis di hari libur. Namun, belum dapat dipastikan apakah jumlahnya bisa melebihi target atau tidak.

"Kami belum bisa pastikan, yang jelas kita masih on track sampai hari ini," ujar William di kantornya, Kamis (11/7/2019).

Dengan jumlah penumpang yang diangkut terus meningkat, William mengaku optimis target pendapatan perusahaan hingga akhir tahun ini bakal tercapai. Kini, MRT mulai meraup pendapatan lewat penjualan tiketnya. 

"Kita menargetkan Rp 175 miliar dari tiket. Optimis pasti tercapai, sampai sekarang target masih on track. Kan kita baru efektif Mei kemarin, mulai charge ya, April itu kan baru memberlakukan tarif 50 persen," tambahnya.

 

2 of 4

MRT Sempurnakan Akses Pejalan Kaki di Area Stasiun

Penumpang Transjakarta Meningkat Setelah MRT Beroperasi
Bus Transjakarta melintas di dekat halte MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Dalam satu bulan ini terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 11 persen menjadi 20,3 juta per bulan dari jumlah sebelumnya hanya mencapai 18,2 juta per bulan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Saat ini, Mass Rapid Transit (MRT) menjadi salah satu moda pilihan masyarakat Jakarta. MRT dinilai lebih efisien dan nyaman dalam mengakomodir perjalanan.

Namun, akses menuju moda ini dinilai belum sepenuhnya sempurna, khususnya bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Oleh karenanya, MRT menggandeng yayasan Institute for Transportation and Development Policy Indonesia (ITDP) dalam mengemas program terbaik untuk meningkatkan akses pejalan kaki dan pesepeda di area stasiun MRT. Nota kesepahaman terkait kerjasama tersebut ditandatangani hari ini.

Direktur utama PT MRT Jakarta, William Sahbandar menyatakan, hal ini merupakan tindak lanjut integrasi moda yang selama ini sudah dilakukan.

"Kalau beberapa waktu lalu kita fokus ke integrasi Transjakarta, sekarang kita ingin agar pejalan kaki dan pesepeda memiliki akses yang lebih memadai di area stasiun MRT," tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

 

3 of 4

Area Blok A dan Sekitarnya

Penumpang Transjakarta Meningkat Setelah MRT Beroperasi
Penumpang berjalan usai keluar dari stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Dalam satu bulan ini terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 11 persen menjadi 20,3 juta per bulan dari jumlah sebelumnya hanya mencapai 18,2 juta per bulan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Saat ini, aksesibilitas pejalan kaki dianggap hanya terasa di daerah Sudirman. Ketika memasuki area Blok A dan sekitarnya, pejalan kaki dan pesepeda masih menemukan tantangan untuk melanjutkan perjalanan.

Direktur ITDP Asia Tenggara Yogi Adiwinarto menyatakan pihaknya akan melakukan studi dengan akurat agar nantinya bisa diimpelementasikan.

"Kami akan melakukan studi yang benar-benar bisa diimplementasikan, bukan hanya sekadar penelitian, agar kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki bahkan pesepeda dapat terjamin saat menggunakan MRT," tutur Yogi.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait