MRT Sempurnakan Akses Pejalan Kaki di Area Stasiun

Oleh Athika Rahma pada 11 Jul 2019, 16:00 WIB
MRT Kembali Beroperasi Penuh Pasca Aksi 22 Mei di Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, Mass Rapid Transit (MRT) menjadi salah satu moda pilihan masyarakat Jakarta. MRT dinilai lebih efisien dan nyaman dalam mengakomodir perjalanan.

Namun, akses menuju moda ini dinilai belum sepenuhnya sempurna, khususnya bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Oleh karenanya, MRT menggandeng yayasan Institute for Transportation and Development Policy Indonesia (ITDP) dalam mengemas program terbaik untuk meningkatkan akses pejalan kaki dan pesepeda di area stasiun MRT. Nota kesepahaman terkait kerjasama tersebut ditandatangani hari ini.

Direktur utama PT MRT Jakarta, William Sahbandar menyatakan, hal ini merupakan tindak lanjut integrasi moda yang selama ini sudah dilakukan.

"Kalau beberapa waktu lalu kita fokus ke integrasi Transjakarta, sekarang kita ingin agar pejalan kaki dan pesepeda memiliki akses yang lebih memadai di area stasiun MRT," tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Saat ini, aksesibilitas pejalan kaki dianggap hanya terasa di daerah Sudirman. Ketika memasuki area Blok A dan sekitarnya, pejalan kaki dan pesepeda masih menemukan tantangan untuk melanjutkan perjalanan.

Direktur ITDP Asia Tenggara Yogi Adiwinarto menyatakan pihaknya akan melakukan studi dengan akurat agar nantinya bisa diimpelementasikan.

"Kami akan melakukan studi yang benar-benar bisa diimplementasikan, bukan hanya sekadar penelitian, agar kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki bahkan pesepeda dapat terjamin saat menggunakan MRT," tutur Yogi.

2 of 4

Blue Bird dan MRT Jakarta Sepakati Nota Kesepahaman

MRT Kembali Beroperasi Penuh Pasca Aksi 22 Mei di Bawaslu
Penumpang menuruni tangga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Transportasi massal MRT mulai beroperasi penuh kembali pascaaksi aksi 22 Mei menolak hasil Pemilu 2019 yang terjadi di Gedung Bawaslu beberapa hari terakhir. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

PT MRT Jakarta dan PT Blue Bird Tbk secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait studi pengembangan layanan transportasi terintegrasi serta pemesanan dan pembayaran tiket MRT Jakarta bagi pengguna MRT Jakarta serta BlueBird.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar dan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Sri Ayati Purnomo di Kantor Pusat PT MRT Jakarta, Gedung Wisma Nusantara Jalan MH Thamrin 59, Jakarta Pusat.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan agar kedua belah pihak bersama-sama menjajaki rencana studi terkait dengan pengembangan layanan transportasi terintegrasi untuk konektivitas first and last mile menuju layanan MRT Jakarta,” ujar William Sabandar.

Berlaku selama enam bulan sejak penandatanganan dilakukan, transportasi umum yang aman, nyaman dan efisien diharapkan dapat tercipta bagi masyarakat Jakarta.

“Kami sangat antusias dalam menjajaki kerjasama dengan pihak MRT Jakarta. Kami yakin dengan kompetensi yang dimiliki oleh kedua belah pihak sebagai penyedia transportasi yang aman, nyaman dan efisien. Kerjasama ini akan melengkapi konektivitas dan akses dari layanan jasa masing-masing sebagai transportasi yang saling terintegrasi,” kata Noni Purnomo, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

3 of 4

Berikut Studi yang Kerjasama Antara MRT Jakarta dan Bluebird

Penumpang Transjakarta Meningkat Setelah MRT Beroperasi
Penumpang berjalan usai keluar dari stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Dalam satu bulan ini terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 11 persen menjadi 20,3 juta per bulan dari jumlah sebelumnya hanya mencapai 18,2 juta per bulan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

1. Melakukan studi skema pick up dan drop off taksi bagi pelanggan MRT Jakarta untuk mengurangi kemacetan dan memberikan solusi untuk optimalisasi antara kebutuhan penumpang dan ketersediaan taksi BlueBird.

2. Melakukan studi skema kerjasama konektivitas last mile & first mile bagi pelanggan MRT Jakarta dan BlueBird, termasuk tempat tunggu bagi Pelanggan BlueBird sebagai tempat drop offdan pick up Taksi dari dan atau ke stasiun MRT Jakarta.

3. Melakukan studi skema layanan transportasi terintegrasi (Multi Moda) dengan pihak lain secara menyeluruh sebagai salah satu bagian dari ekosistem transportasi di Indonesia.

4. Melakukan studi skema penjualan tiket MRT Jakarta melalui program-program seperti aplikasi dan kanal lain yang dimiliki MRT Jakarta dan BlueBird.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by