2 Perusahaan Bakal Melantai di Bursa Hari Ini

Oleh Bawono Yadika pada 10 Jul 2019, 08:15 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham kembali kedatangan calon emiten baru pada pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2019).

Perusahaan pertama yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ialah PT Arkha Jayanti Persada Tbk.

Perseroan diketahui bergerak di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat, karoseri body dump truck, konstruksi baja, fabrikasi oil & gas equipment dan jasa pengangkutan batu bara.

Pada aksi IPO, Perseroan akan menawarkan saham sebanyak 500 miliar. Adapun harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp236 per saham.

Manajemen mengungkapkan, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar 70 persen akan digunakan untuk modal kerja berupa bahan baku dan bahan pembantu.

Sementara itu, 30 persen lainnya akan digunakan untuk pembayaran utang bank dan utang kepada supplier. Penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek PT UOB Kay Hian Sekuritas.

 

2 of 4

PT Inocycle Technology Group Tbk

IHSG
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Calon emiten kedua ialah PT Inocycle Technology Group Tbk. Rentang harga saham perdana Perseroan antara Rp240 –Rp380 per lembar.

Adapun jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 800 juta lembar setara dengan 39,996 persen saham baru. Sementara itu, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan adalah Rp100 per lembar.

Dengan demikian, dana yang akan dihimpun perseroan dari aksi IPO tersebut ditaksir akan mencapai Rp192 miliar hingga Rp304 miliar.

Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk Suhendra Setiadi mengatakan, seluruh dana hasil IPO tersebut akan digunakan sekitar 40 persen untuk pembayaran hutang kepada PT Putra Kary International, 30 persen untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan baru dalam bentuk usaha patungan.

Sementara sekitar 30 persen akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional, diantaranya untuk pembelian baku.

3 of 4

IHSG Ditutup Menguat, Sektor Infrastruktur Catatkan Kenaikan Terbesar

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (9/7/2019), IHSG menguat 36,49 poin atau 0,57 persen ke posisi 6.399,32. Indeks saham LQ45 turun 0,79 persen ke posisi 1.020,69. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 211 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Selain itu 204 saham melemah dan 143 saham diam di tempat.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.388,32 dan terendah 6.351,42.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 480.755 kali dengan volume perdagangan 18,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun.

Investor asing beli saham Rp 712,36 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.130.

Sebagian besar sektor saham berada di zona hijau. Hanya ada tiga sektor yang melemah yaitu pertambangan, aneka industri, dan barang konsumsi.

Sektor saham infrastruktur naik 1,34 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar menguat 1,06 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham FUJI naik 70 persen ke posisi Rp 187 per saham, saham KOTA melonjak 70 persen ke posisi Rp 340 per saham, dan saham TRIO menanjak 34,71 persen ke posisi Rp 163 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham OCAP turun 24,21 persen ke posisi Rp 432 per saham, saham PTSP tergelincir 19,93 persen ke posisi Rp 5.825 per saham, dan saham MABA susut 19,35 persen ke posisi Rp 50 per saham.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait