Dirut BEI: Menteri Kabinet Baru Harus Mumpuni Agar Investasi Moncer

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 08 Jul 2019, 15:12 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin

Liputan6.com, Jakarta - Pembahasan mengenai sosok [menteri](4005670/ "") baru di Kabinet Kerja Jilid II terus ramai pasca terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Tak terkecuali Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, yang coba menyampaikan pesan terhadap pemerintahan baru itu.

Dia berharap, kabinet baru nanti bisa melampaui raihan pemerintah sebelumnya sehingga mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih stabil.

"Pastinya harapan kabinet baru ya paling tidak harus lebih bagus daripada sebelumnya. Sehingga perekonomian lebih stabil, lebih bagus untuk pertumbuhan untuk bursa," ujar dia saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Sebagai syarat, ia mengatakan, hal itu bisa terwujud jika Jokowi bisa memilih [Menteri](4005670/ "") Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Keuangan yang memiliki kinerja bagus.

Perekonomian negara yang kuat, lanjutnya, bakal berdampak terhadap pintu investasi yang terbuka lebar dan membuat investor tak segan mengucurkan dananya untuk pembangunan Indonesia.

"Tentunya dengan perekonomian yang kuat, dengan sendirinya kita (negara) juga akan kuat. Kalau perekonomian lebih stabil, kita akan lebih bagus ke depannya," tutur dia.

"Harapan daripada para investor kan itu, kestabilan. Stabilitas ekonomi," dia menandaskan.

2 of 3

Menteri Baru Kabinet Jokowi Harus Mampu Perkuat Industri Dalam Negeri

KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Amin Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Pasangan Presiden dan Wapres terpilih, Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin berbincang pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/6/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengharapkan kebijakan pemerintah dalam lima tahun ke depan akan berorientasi pada pengembangan potensi dalam negeri, salah satunya industri. Tentunya hal ini harus menjadi pertimbangan dalam memilih menteri yang bakal masuk di kabinet.

"Terkait dengan tadi, industri-industri kita ini kalau mau kita itu punya potensi yang luar biasa. Sumber daya kita. Carilah, misalnya kita mapping industri-industri apa yang berpeluang mempunyai daya daya saing," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

"Daya saing itu mempunyai dukungan sumber daya lokal, kita mampu untuk mengembangkan dan juga kita mampu untuk meng-create value, nilai tambah. Nah itu yang harus dikomunikasikan kepada semua Kementerian terkait, itu yang harus didukung, itu yang menjadi arah, kita membangun industri apa," lanjut dia. 

Dengan demikian, Indonesia dapat membangun industri dalam negeri yang tidak saja kuat, melainkan juga dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) Indonesia. "Industri hulu misalnya, Krakatau Steel itu hari ini memang berdarah-darah betul dan tidak efisien. Tetapi Krakatau Steel itu menangani industri sangat strategis, mother industry," ujarnya.

"Kita punya berbagai macam tambang yang bisa kita oleh dari nikel, dari biji alumunium dan sebagainya. Kalau kita mampu membangun industri baja yang sangat kuat, maka industrialisasi kita pasti akan efisien. Itu yang kita butuhkan," tegas Enny.

Karena itu, dia mengharapkan Jokowi dapat memilih Menteri yang memiliki visi untuk mendukung perkembangan serta penguatan industri dalam negeri.

"Menteri-menteri yang tahu betul persoalan sehingga bagaimana menyelesaikan, bagaimana membawa Kementerian ke depan itu punya arah yang jelas sehingga dunia usaha akan mudah sekali mengikutinya," tandasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓