BI: Optimisme Konsumen pada Juni 2019 Masih Terjaga

Oleh Arthur Gideon pada 08 Jul 2019, 11:32 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (2)

Liputan6.com, Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Juni 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2019 yang berada pada level Optimistis yaitu sebesar 126,4, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 128,2.

Dikutip dari keterangan tertulis Bank Indonesia, Senin (8/7/2019), tetap terjaganya optimisme konsumen ditopang oleh menguatnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Hal itu terindikasi dari kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang didorong oleh kenaikan seluruh komponen pembentuk indeks, yaitu kondisi penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga tetap baik, meskipun sedikit menurun terutama terkait dengan ekspektasi terhadap kegiatan usaha ke depan.

Hasil survei juga mengindikasikan menurunnya tekanan kenaikan harga dalam tiga bulan mendatang hingga September 2019. Penurunan tersebut didorong oleh terjaganya pasokan barang konsumsi dan lancarnya kegiatan distribusi barang.

Sementara itu, tekanan harga dalam enam bulan mendatang hingga Desember 2019 diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh peningkatan permintaan konsumen terhadap barang dan jasa menjelang akhir tahun.

2 of 3

Per 4 Juli 2019, Aliran Modal Asing ke Indonesia Capai Rp 170,1 Triliun

Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Bank Indonesia (BI) mencatat arus masuk modal asing atau capital inflow ke Indonesia per 4 Juli 2019 telah mencapai Rp170,1 triliun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan aliran dana tersebut masuk melalui portofolio Surat Berharga Negara (SBN), pasar saham dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"Aliran modal asing year to date catatan kami pada tanggal 4 Juli year to date inflow portoflio Rp170,1 triliun," kata Perry saat ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Perry menjelaskan, dari total aliran modal asing sebesar Rp170,1 triliun tersebut, yang masuk melalui portofolio SBN mencapai Rp98,5 triliun, kemudian masuk ke pasar saham mencapai Rp71,5 triliun.

Dengan capaian tersebut membuktikan bahwa tingkat kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih cukup bagus. Hal ini tidak terlepas dari berbagai langkah kebijakan Bank Indonesia, bersama pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan.

"Total Rp170,1 triliun termasuk inflow yang cukup besar dua lelang terkahir di SBN keduanya over yang sangat tinggi dan terus masuknya investasi portofolio confindece dari pasar terhadap kebiajakan nilai tempuh dari BI dan OJK terhadap imbal hasil di Indonesia," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by