Kebutuhan Avtur untuk Musim Haji 2019 Diprediksi 89 Juta Liter

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 07 Jul 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2019, 22:14 WIB
Penjualan Avtur di Surabaya dan Bali Naik Selama Libur Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina menyiapkan tambahan pasokan avtur untuk memenuhikebutuhan penerbangan jamaah calon haji di 12 bandara embarkasi. Total kebutuhan avtur musim haji tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 89 juta liter, atau meningkat 11 persen dibanding tahun lalu sebesar 79,3 juta liter.

Vice President Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan tambahan pasokan avturini merupakan upaya Pertamina untuk memastikan perjalanan jamaah haji terlaksana denganaman dan nyaman.

“Kami telah melakukan beberapa upaya untuk memastikan kebutuhan avtur selama musim haji ini dapat terpenuhi dengan baik,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Dari 12 bandara yang melayani penerbangan haji, kenaikan konsumsi tertinggi diprediksi akanterjadi di Bandara Kualanamu Medan dengan kenaikan sebesar 58 persen. Disusul oleh Bandara Adi Sumarmo Solo dengan kenaikan sebesar 38 persen, dan Bandara Sepinggan Balikpapan sebesar 16 persen.

Selain tambahan pasokan avtur, Pertamina juga telah menyiapkan tambahan armada danmenyiagakan petugas di setiap bandara embarkasi untuk melayani avtur selama musim haji.

Untuk kelancaran operasional, Pertamina juga melakuan koordinasi dengan berbagai pihakseperti maskapai, Angkasa Pura, Pemda dan lembaga terkait untuk turut serta menyukseskanibadah haji.

“Mudah-mudahan dengan dukungan Pertamina penerbangan jamaah haji ke tanah suci berjalan lancar,” pungkas Fajriyah.

2 dari 5 halaman

Bantah Harga Avtur Picu Harga Tiket Pesawat Mahal

20151211-Avtur Pertamina
(Istimewa)

PT Pertamina (Persero) membantah, harga Avtur yang dijualnya menjadi pemicu kenaikan harga tiket pesawat.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah masih kewalahan mengatur maskapai menurunkan harga tiket pesawat.

Vice Presiden Coorporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat tidak bisa dihubungkan dengan harga Avtur yang dijual Pertamina, sebab perusahaan telah menurunkan ‎harga avtur.

"Harga avtur Pertamina mengalami penurunan, dicompare dengan kenaikan harga tiket saja,"‎ ujar Fajriyah, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Fajriyah pun mengklaim harga Avtur yang dijual Pertamina di Bandarang Soekarno Hatta sebesar Rp 9.022 per liter paling murah jika dibandingkan dengan badan usaha penjual avtur di beberapa negara. 

Adapun badan usaha lain tersebut adalah Shell di Bandara Narita Tokyo Rp 15.993 per liter, Shell di Manila Rp 13.327 per liter, Shell di Singapura Rp 11.851 per liter, Shell di Hongkong‎ Rp11.031 per liter dan Shell di Kualalumpur Rp 9.956 per liter.

"Demikian datanya, lihat dari awal tahun sampai sekarang apakah sejalan atau bagaimana," tandasnya.

3 dari 5 halaman

Pertamina Klaim Jual Avtur Paling Murah

PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.
PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengklaim, sudah mengikuti formula harga avtur yang ditetapkan pemerintah. Sebab itu, harga avtur yang dijualnya di Bandara Soekarno Hatta paling murah‎.

Nicke mengatakan, Pertamina telah memperbarui harga avtur setiap dua minggu, dengan mengacu formula pembentukan harga yang sudah ditetapkan pemerintah berdasarkan patokan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

"‎setiap dua minggu kami udpate,harga avtur juga kami tetapkan dengan formula disesuaikan dengan ICP," kata Nicke, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Nicke menuturkan, dalam tiga bulan terakhir ICP menurun, harga avtur pun merefleksikan kondisi tersebut. Bahkan dia mengklaim harga avtur termurah di Bandara Soekarno Hatta.

"Kalau lihat trennya 3 bulan terakhir di 2018, itu ICP turun ya,‎" ujar dia.

Nicke membantah kabar jika ada kabar harga avtur Pertamina masih tergolong mahal, dia menyatakan harga avtur yang dijualnya termasuk yang paling murah."Itu enggak benar. avtur kita di Cengkareng itu yang termurah," tegasnya.

Nicke melanjutkan, Pertamina sudah berkontrak dengan maskapai Garuda Indonesia untuk memasok avturnya agar bisa menjual dengan harga murah. Pertamina melakukan kesepakatan langsung dengan produsen.

"‎Semua avtur untuk Garuda kami juga yang sediakan, artinya kami langsung deal dengan penghasil avtur di sana, kami bisa langsung bandingkan. Jadi harga avtur kita kompetitif," tandasnya.

 

4 dari 5 halaman

Bos Pertamina Klaim Sudah Tak Impor Solar dan Avtur

Konsumsi Avtur Pertamina Sumbagsel Menurun 40 Persen Jelang Lebaran
Kilang Pertamina RU III di Sungai Gerong Plaju Palembang (Dok. Humas Pertamina Sumbagsel / Nefri Inge)

PT Pertamina (Persero) sudah tidak mengimpor avtur dan solar, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini merupakan hasil dari optimalisasi pengoperasian kilang.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina sudah sejak April 2019 tidak mengimpor avtur. Kebutuhan avtur dalam negeri sudah dapat dipenuhi kilang Cilacap‎.

"Mulai April kita sudah nggak lagi impor avtur, selama ini setiap tahun rata-rata antara 8-10 juta impor, dengan kita optimalkan kilang," kata Nicke, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Nicke melanjutkan, selain sudah tidak mengimpor avtur Pertamina juga sudah tidak mengimpor solar sejak Mei 2019. Hal ini merupakan dampak dari pelaksanaan program campuran 20 persen biodiesel dengan solar (B20) dan mengoptimalkan pengoperasian kilang Plaju.

"Solar mulai Mei kita juga sudah nggak perlu lagi impor, selama ini impor berkisar 12-15 juta barel, nah jadi ini kita per Mei," tuturnya.

Menurut Nicke, secara bertahap Pertamina akan mengurangi i‎mpor produk BBM, dengan mengoptimalkan masing-masing kilang dalam memproduksi produk BBM. Saat ini Pertamina sedang melaksanakan program peremajaan kilang dan pembangunan kilang baru.

"Bertahap nanti kita coba optimalkan volume maupun jenis produk untuk masing-masing kilang mana yang kemudian kita bisa mandiri sehingga nanti nggak perlu impor. kita coba amankan yang demandnya cukup tinggi," tandasnya.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓