Tol Manado-Bitung Buka Akses Industri dan Pariwisata

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 05 Jul 2019, 19:26 WIB
Diperbarui 07 Jul 2019, 16:13 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi proyek pembangunan Tol Manado–Bitung (Mabit). (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pembangunan Jalan Tol Manado–Bitung (Mabit) diharapkan tidak hanya dapat memudahkan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung sebagai salah satu pintu ekspor-impor bagi kawasan timur Indonesia, namun juga mendukung sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di Pulau Lembeh.

Proyek Tol Manado–Bitung sendiri awalnya ditargetkan rampung pada akhir 2019. Namun karena proses pembebasan lahan belum selesai sepanjang 13 km, maka diharapkan bisa selesai April 2020.

"Tol Manado–Bitung akan mendukung keduanya, pariwisata dan industri. Pariwisata baru di Pulau Lembeh dan mendukung industri terutama industri perikanan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai akses Pelabuhan. Ini akan men-trigger perekonomian di Bitung berkembang," kata Jokowi saat meninjau pembangunan Tol Manado–Bitung di Simpang Susun Airmadidi, Jumat (5/7/2019).

Adapun Tol Manado-Bitung dikerjakan lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan total nilai investasi sebesar Rp 6,19 triliun. Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini akan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung maupumn sebaliknya, dari sekitar 90-120 menit menjadi 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami kepadatan.

Jalan Tol Manado-Bitung memiliki dua seksi. Seksi 1 Ring Road Manado-Sukur-Air Madidi (14 Km) dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan progres Seksi 1A (7 Km) sudah mencapai 90,65 persen dan ditargetkan bisa selesai pada Oktober 2019. Sementara Seksi 1B (7 Km) sudah rampung 100 persen dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2019.

Pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp 3 triliun, merupakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kelayakan investasj jalan tol Mabit. Sedangkan Seksi 2 Air Madidi-Bitung (25 Km) dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A Air Madidi–Danowudu (11,5 Km) progresnya 87,23 persen, dan Seksi 2B Danowudo–Bitung (13,5 Km) progresnya 19,37 persen.

 

2 dari 3 halaman

Terkoneksi Kawasan Pariwisata Pulau Lembeh

Proyek pembangunan Tol Manado–Bitung (Mabit). (Dok Kementerian PUPR)
Proyek pembangunan Tol Manado–Bitung (Mabit). (Dok Kementerian PUPR)

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, guna mendukung kegiatan wisata di Pulau Lembeh, nantinya akan dibangun jembatan yang mengarah menuju kawasan tersebut pada 2020 mendatang.

"Nantinya, tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan-Likupang saja, akan tetapi juga untuk kawasan pariwisata Pulau Lembeh yang dapat di akses melalui pelabuhan Bitung. Akses tersebut berupa dibangunnya jembatan penghubung dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh dengan panjang sekitar 1 km dengan kebutuhan anggaran Rp 500 miliar untuk dimulai konstruksinya pada tahun 2020," paparnya.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga juga melakukan penanganan terhadap jalan nasional non-tol yang menghubungkan Manado-Bitung-Likupang. Pada 2016 dilakukan peningkatan Jalan Likupang (7,7 Km) dengan anggaran Rp 41 miliar.

Pada 2019 dilaksanakan dua kegiatan, yakni peningkatan Jalan Girian (Bitung)-Likupang (7,9 Km) dengan anggaran Rp 57 miliar dan Jalan Akses Pariwisata Likupang (6 Km) dengan anggaran Rp 48 miliar.

Sedangkan pada 2020 akan dilanjutkan peningkatan Jalan Girian (Bitung)-Likupang (5 Km) dengan anggaran Rp 40 miliar dan Jalan Akses Pariwisata Likupang (3 Km) dengan anggaran Rp 25 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓