Pelaku Bisnis Waralaba Diminta Manfaatkan Teknologi

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2019, 17:30 WIB
Diperbarui 05 Jul 2019, 18:17 WIB
20161125- Pameran Indonesia Franchise & SME Expo IFSE-Jakarta-Angga Yuniar

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho mengungkapkan, pelaku usaha waralaba sudah sepatutnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Menurut saya untuk semua jenis usaha harus beradaptasi (dengan perkembangan teknologi). Karena itu sudah kebutuhan utama," ujar dia, di JCC, Jakarta, Jumat (5/7).

"Jadi meskipun jualannya cuma kue, semuanya harus beradaptasi dengan teknologi yang sekarang ini," lanjut Andrew.

Dia pun menegaskan bahwa pelaku bisnis waralaba yang bernaung di bawah AFI telah komit untuk menyelaraskan bisnis dengan perkembangan teknologi. Meskipun memang dalam implementasi diperlukan proses.

"Semua siap. Semua mau. Cuma kan tidak bisa langsung. Jadi mungkin yang punya rumah makan kecil dia sudah mulai pakai apps, sudah mulai bisa order online melalui online delivery. Semua mau ikut cuma memang tidak bisa langsung 100 persen high tech kan enggak bisa," ujarnya.

Salah satu contoh, kata dia, sejumlah pelaku bisnis waralaba yang menjadi anggota AFI sudah mulai menerapkan pembayaran dengan digital.

"(Pembayaran online) Indonesia tidak ketinggalan. Bisa bayar pakai lewat mobile. Sudah ada kok," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 of 4

Pengusaha Yakin Bisnis Waralaba Tumbuh 10 Persen di 2019

Waralaba Lokal Banyak yang Tak Berizin
Proporsi waralaba asing dalam hal kepemilikan STPW jauh lebih besar dibandingkan waralaba lokal.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho mengaku yakin pertumbuhan usaha waralaba di Indonesia bakal mencapai 10 persen tahun 2019 secara tahunan (yoy). Penopang pertumbuhan berasal dari sektor makanan dan minuman (Mamin).

"Target kami growth 10 persen untuk tahun 2019 year on year. Kalau tahun lalu enggak sampai 10 persen. Mungkin sekitar 5 sampai 6 persen," kata dia, usai pembukaan IFRA 2019, di JCC, Jumat (5/7/2019).

Keyakinan tersebut, ungkap dia, cukup beralasan. Karena pangsa pasar Indonesia yang masih besar untuk digarap oleh pelaku bisnis waralaba.

"Paling banyak mamin. Karena memang pasar Indonesia besar sekali. Masih luas. Memang mungkin untuk orang memulai jualan kopi, kue, lebih simple gampang jadi banyak buka," jelas Andrew.

Meskipun demikian, dia mengatakan pihaknya melihat bahwa sektor-sektor selain Mamin juga akan mengalami pertumbuhan. Salah satunya bisnis waralaba yang bergerak di sektor jasa.

Ya (Mamin paling besar menopang pertumbuhan). Tapi juga sektor lainnya seperti jasa-jasa kursus, minuman, minimart juga tetap banyak masih populer juga. Karena Indonesia luas sekali. Pasar besar sekali," tandasnya.

3 of 4

Genjot Pertumbuhan Industri Waralaba, AFI Selenggarakan IFRA 2019

20161125- Pameran Indonesia Franchise & SME Expo IFSE-Jakarta-Angga Yuniar
Pengunjung melihat pameran Indonesia Franchise & SME Expo (IFSE) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (25/11). Diharapkan pengunjung dapat melihat peluang usaha yang ditawarkan oleh industri waralaba Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) berkolaborasi dengan Dyandra Promosindo siap menggelar pameran dan konferensi waralaba bertajuk 'International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019'.

IFRA 2019 bakal diselenggarakan pada 5-7 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran yang mengusung tema 'Connect Your Business to The Global Franchise Market' ini diharapkan dapat mendukung perkembangan bisnis waralaba di Indonesia.

Selain itu, tentu diharapkan dapat memfasilitasi dan menghantarkan para pelaku bisnis waralaba untuk dapat bersaing di pasar global. 

"Pangsa pasar waralaba Indonesia besar dan didukung tingginya permintaaan masyarakat. Umumnya kelas menemgah dan berusia muda yang butuh ruang sosialisasi dan bergaul. Terutama mamin semakin menjamur," kata dia, di JCC, Jakarta.

Pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berkomitmen untuk terus mendukung tumbuh bisnis waralaba lokal. Salah satunya lewat kemudahan dalam perizinan.

"Hal yang kita prioritas kemudahan mendukung legalitas waralaba. Dengan adanya pengakuan pemerintah maka akan tercipta kepastian hukum, transparansi, dan trust sebuah bisnis," urai dia.

"Kemendag berkomitmen memberi bantuan kepada seluruh pelaku usaha. Kemendag juga memberi fasikutas untuk pameran waralaba luar negeri untuk membuka peluang pebisnis waralaba," imbuhnya.

Dengan demikian, diharapkan bisnis waralaba lokal dapat tumbuh. Tidak saja untuk melayani kebutuhan pasar dalam negeri, melainkan juga untuk merambah pasar luar negeri.

"Kuatnya daya tarik meningkatkan daya tawar dalam negeri agar waralaba lokal terus berkembang. Waralaba lokal berskala internasional dapat berperan sebagai agen ganda untuk ekspor," ujar dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓