Pertamina Jamin Pasokan Avtur Penerbangan Haji di Makassar

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 05 Jul 2019, 11:31 WIB
Diperbarui 05 Jul 2019, 12:17 WIB
Penjualan Avtur di Surabaya dan Bali Naik Selama Libur Lebaran

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi memastikan keamanan pasokan avtur, untuk penerbangan haji 2019 dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan. Rencananya, akan mulai memberangkatkan jamaah haji pada pada 5 Juli 2019.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan mengatakan, bandara terbesar di Sulawesi itu rencananya akan memberangkatkan jamaah haji yang terdiri dari 37 penerbangan hingga 6 Agustus 2019, dengan tujuan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk periode kepulangan mulai tanggal 17 Agustus hingga 16 September 2019.

“InsyaAllah kami siap memenuhi kebutuhan avtur untuk penerbangan musim haji tahun ini,” kata Hatim, di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Menurut Hatim, Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin akan menyiapkan pasokan avtur khusus, untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji tahun ini baik keberangkatan dan kepulangan sekitar 8.070 Kilo Liter (KL).

“Mengalami kenaikan hampir 5 persen jika dibandingkan musim haji tahun lalu yang konsumsinya mencapai 7.708 KL,” ujarnya.

Dalam menjamin ketersediaan Avtur, Pertamina menyiagakan DPPU Hasanuddin yang memiliki 4 tangki timbun avtur dengan total kapasitas 14.250 KL.

Ketahanan pasokan pun semakin aman dengan status DPPU Hasanuddin yang kini sudah terintegrasi dengan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Makassar. Infrastruktur penyaluran BBM tersebut memiliki empat unit tangki timbun Avtur dengan kapasitas masing-masing mencapai 2 ribu KL.

 

2 dari 4 halaman

Siagakan 11 Unit Mobil Tangki Avtur

PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.
PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.

Selain itu, DPPU Hasanuddin juga didukung 12 unit refueller dengan 5 unit berkapasitas masing-masing 25 KL, 6 unit berkapasitas 40 KL per refueller dan 1 unit lagi memiliki kapasitas 16 KL.

Pertamina juga menyiagakan 11 unit mobil tangki avtur yang berfungsi sebagai bridger. Kesebelas unit mobil tangki Avtur tersebut masing-masing memiliki kapasitas 16 KL satu unit, kapasitas 24 KL sembilan unit dan satu unit berkapasitas 21 KL.

“Jam operasional DPPU Hasanuddin tetap 24 jam. Sedangkan untuk suplai Avtur Via Bridger dari TBBM Makassar direncanakan akan beroperasi pukul 06.00 hingga 20.00 WITA,” tandasnya.

3 dari 4 halaman

Musim Haji, Konsumsi Avtur Dua Bandara Ini Meningkat

(Foto: Dok Pertamina)
Pertamina prediksi kenaikan penyaluran avtur sekitar empat persen pada musim haji 2018 (Foto:Dok Pertamina)

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V menjamin pasokan avtur untuk penerbangan haji 2019 melalui Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Internasional Lombok (BIL) aman. 

Unit Manager Communication & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan, tahun ini diperkirakan ada peningkatan pada konsumsi Avtur. Pemberangkatan haji melalui Bandara Juanda konsumsi Avtur naik 2,3 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan di Bandara Internasional Lombok (BIL) konsumsi Avtur meningkat sebesar 11 persen dibandingkan dengan penerbangan haji 2018.

"Estimasi kami, kebutuhan total Avtur untuk penerbangan haji 2019 ini, di Juanda sebesar 16.885 KL dan di Lombok sebesar 2.705 KL,” kata Rustam, di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pemberangkatan pertama jamaah haji tahun ini dari Bandara Juanda sebanyak 85 kloter jamaah haji, direncanakan pada Sabtu (6/7/2019) menggunakan pesawat jenis Boeing-747, dengan estimasi konsumsi Avtur sebanyak 100 Kilo Liter (KL) per penerbangan.

Sedangkan dari Lombok Tahun ini akan memberangkatkan 11 kloter jamaah haji, penerbangan perdana direncanakan pada Sabtu (8/7/2019). Pemberangkatan melalui dari Bandara Internasional Lombok (BIL) juga menggunakan pesawat jenis Boeing-747, dengan estimasi konsumsi Avtur sebanyak 122 KL per penerbangan.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab kenaikan tersebut disebabkan pada tahun ini ada penambahan 2 kloter dari Surabaya dan 1 kloter dari Lombok.

“Pertamina akan menjamin ketersediaan Avtur dan mengoptimalkan ketepatan waktu pengisian ke pesawat,” ujat Rustam.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait