Modalku Sasar Warung Kecil Untuk Penyaluran Modal Usaha

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2019, 14:16 WIB
Diperbarui 03 Jul 2019, 14:16 WIB
Ilustrasi Fintech
Perbesar
Ilustrasi Fintech. Dok: edgeverve.com

Liputan6.com, Jakarta Penyedia jasa pendanaan digital atau fintech peer to peer lending (fintech P2P lending) Modalku terus berinovasi dalam penyaluran modal usaha kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak hanya kepada UMKM, tahun ini perusahaan juga akan menyasar untuk pinjaman kepada warung-warung kecil.

Co-Founder and Chief Operating Officer of Modalku, Iwan Kurniawan mengatakan, sejak awal tahun pihaknya telah menuangkan visinya menjadi tema kampanye semua UMKM layak mendapatkan akses ke pendanaan. Dengan demikian, para usaha kecil seperti warung bisa dapat pendanaan modal usaha.

"Kami belum banyak punya pinjaman kepada warung-warung seperti sayur, penjual buah-buahan. Kita sudah mulai banyak edukasi kepada publik kepada pengusaha warung-warung mereka bisa pinjam ke Modalku dengan pinjaman yang terjangkau untuk membantu mereka," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Iwan mengatakan, penyaluran modal kepada warung-warung kecil ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam hal pengembangan bisnis. Selama ini, menurut dia, para usaha kecil mikro ini juga masih kesulitan untuk mendapat pendanaan.

"Di mana di Jabodetabek sepertiga mereka tidak punya rekening bank. Banyak sekali usaha mikro belum punya akses seperti rekening. Jadi intinya kami punya produk luar biasa degan struktur 6 bulan 1 tahun. Kami punya impian support UKM warung warung," jelasnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

UMKM Jabodetabek dan Jawa Jadi Target

Fintech
Perbesar
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk

Iwan menambahkan, sejauh ini memang pihaknya baru menyasar untuk UKM di Jabodetebek, dan Jawa. Namun secara jumlah total sedirinya dirinya belum bisa memastikan angkanya.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, rata-rata jumlah pinjaman untuk warung-warung kecil ini tidak begitu besar yakni diantara Rp 5 juta sampai dengan Rp 10 juta. Dengan tenor hitungan bulan atau kurang dari satu tahun.

"Soalnya memang dia lebih berisiko, jadi kita atur risikonya. Karena kita juga gak bisa kan kasih dan uangnya gak balik," katanya.

Seperti diketahui, hingga Semester I-2019 ) Group Modalku telah melakukan pencairan kredit modal usaha sebesar Rp 7 triliun bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia dan Indonesia. Dari jumlah tersebut, Indonesia merupakan kontributor terbesar terhadap nilai total pencairan dengan nilai sekitar Rp 4 triliun.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fintech Modalku Telah Salurkan Kredit Rp 7 Triliun ke UMKM

Chief Executive Officer (CEO) Modalku, Reynold Wijaya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).
Perbesar
Chief Executive Officer (CEO) Modalku, Reynold Wijaya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Penyedia jasa pendanaan digital atau fintech peer to peer lending(fintech P2P lending) Group Modalku telah melakukan pencairan kredit modal usaha sebesar Rp 7 triliun bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Singapura, Malaysia dan Indonesia. Dari jumlah tersebut, Indonesia merupakan kontributor terbesar terhadap nilai total pencairan dengan nilai sekitar Rp 4 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Modalku Reynold Wijaya mengatakan, total pendanaan di Asia Tenggara ini telah naik hampir 2 kali lipat daripada total pendanaan di akhir 2018 lalu. Dari jumlah tersebut, Modalku telah menyalurkan sebanyak 750 ribu pinjaman UMKM.

"Penyaluran modal hingga Rp 7 triliun persis setengah tahun oprasi kita selama 2019. Bagaimana ini terjadi kita harus beterimakasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan semua patner. Jumlah pinjaman sudah 750 ribu nasabah," katanya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Reynold mengatakan, dengan capaian tersebut Modalkumenargetkan hingga akhir tahun dapat menyalurkan hingga Rp 10 triliun dengan total 1 Juta UMKM.

" Tahun 2019 belum selesai dan masih banyak yang ingin kami capai, kami akan bekerja lebih keras lagi untuk melayani sebanyak mungkin UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara," jelasnya.

Sebagai gambaran Modalku menyediakan layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending,di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Tahun lalu, Modalku menerima pendanaan seri B sebesar Rp 350 miliar dalam ronde investasi yang dipimpin SoftBank Ventures Asia. Ini adalah pendanaan seri B terbesar yang pernah diraih suatu platform P2P lending dari Asia Tenggara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya