Donald Trump Ajukan 2 Nama Ini Buat Duduki Posisi Dewan Gubernur The Fed

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 03 Jul 2019, 13:24 WIB
Donald Trump Gelar Buka Puasa Bersama

Liputan6.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencalonkan Christopher Waller dan Judy Shelton untuk menduduki posisi Dewan Gubernur Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). 

Christopher Waller adalah wakil presiden eksekutif di Federal Reserve Bank of St. Louis, sedangkan Judy Shelton merupakan penasihat ekonomi untuk presiden selama kampanye 2016.

Melalui akun twitter pribadinya pada Selasa Malam, Donald Trump mengumumkan hal ini setelah Stephen Moore dan Herman Cain mengundurkan diri dari Dewan Gubernur the Fed.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (3/7/2019), Moore yang merupakan ekonom konservatif mengundurkan diri pada Mei. Sementara Cain yang merupakan pengusaha dan mantan kandidat presiden GOP mundur usai bertikai untuk The Fed pada akhir April lalu.

Nama Shelton muncul karena ia merupakan salah satu yang mendukung permintaan Donald Trump untuk suku bunga yang lebih rendah yaitu menjadi 0 persen dalam satu atau dua tahun ke depan.

Sementara Waller yang telah bekerja di Federal Reserve Bank St. Louis sejak 2009, dan juga ketua bidang ekonomi di Universitas Notre Dame ternyata merupakan satu-satunya yang mengusulkan penurunan suku bunga pada pertemuan Fed pada Juni lalu.

Kedua nama calon ini sedang menunggu konfirmasi dari Senat. Namun sayangnya, pihak Gedung Putih tak kunjung menanggapi perihal ini.

Trump telah mengecam ketua Fed Jerome Powell dan the Fed untuk menaikkan suku bunga daripada memotong dan membantu aliran uang.

Trump baru-baru ini jugab mengatakan bahwa The Fed telah "menjadi gila" dengan kebijakan moneter. Disisi lain, Powell membantah jika keputusan yang ada telah dipengaruhi oleh tekanan politik apapun.

2 of 3

Christine Lagarde Ditunjuk Jadi Bos Bank Sentral Eropa

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Senin (26/2).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde telah ditunjuk sebagai Presiden Bank Sentral Eropa. Hal ini akan membuat Lagarde menjadi perempuan pertama yang memimpin lembaga yang kuat.

Dewan Uni Eropa mengumumkan, Lagarde telah dipilih untuk menggantikan Mario Draghi yang masa jabatannya berakhir pada Oktober 2019. Ia menduduki jabatan itu selama delapan tahun.

Dia adalah salah satu dari dua perempuan yang dipilih memimpin bank sentral utama. Dia akan membawa keterampilan politik yang cerdas dengan sentuhan kekuatan bintang di Bank Sentral Uni Eropa.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk menuturkan, pengalaman internasional Lagarde akan membuat dia menjadi pimpinan yang "sempurna". 

Dengan pengumuman tersebut, Lagarde berkebangsaan Prancis menuturkan, dirinya sementara akan melepaskan tugasnya sebagai direktur pelaksana IMF selama periode pencalonan.

Lagarde merupakan pilihan yang mengejutkan. Dia bukan seorang ekonom. Ia pengacara dan sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan Prancis. Ia terkenal di kalangan sektor keuangan dan sering menjadi komentator dalam masalah ekonomi global.

Pada tahun lalu, Forbes menempatkan Lagarde di posisi tiga dalam daftar perempuan paling kuat pengaruhnya di dunia. Ia menjadi direktur pelaksana IMF sejak 2011.

"Dia sangat dihormati, mampu menempa kompromi dan mengekpresikan dirinya dengan baik," ujar Ekonom Berenberg, Holger Schmieding, seperti dikutip dari laman CNN Money, Rabu (3/7/2019).

Nominasi Lagarde merupakan bagian yang diperebutkan luas di antara negara-negara.

Selain Christine Lagarde dan von der Leyen, Charles Michel, Perdana Menteri Belgia juga terpilih sebagai Presiden Dewan Eropa. Sementara itu, Josep Borrell menjadi Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa.

Mengutip Antara, pada 5 Juli 2011, Lagarde menjadi direktur pelaksana IMF ke-11 dan wanita pertama yang memegang posisi tersebut. Ia terpilih untuk masa jabatan lima tahun kedua sebagai direktur pelaksana IMF yang dimulai pada 5 Juli 2016. Sebelumnya ia menjadi menteri keuangan Prancis pada 2007-2011.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓