Pertamina Serap 116,9 Ribu Barel Minyak Domestik hingga Juni 2019

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 02 Jul 2019, 20:10 WIB
Diperbarui 02 Jul 2019, 20:17 WIB
(Foto: Liputan6.com/Abelda Gunawan)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memaksimalkan penyerapan minyak mentah produksi dalam negeri, untuk diolah di kilang-kilang perusahaan.

Hingga Juni 2019, Pertamina telah menyepakati pembelian 116,9 ribu barel per hari (bph), yang merupakan bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, penyerapan minyak dalam negeri hingga Juni meningkat lebih dari 800 persen, dibandingkan dengan volume pembelian pada 2018 sebesar 12,8 ribu bph.

Minyak yang diserap tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan 37 KKKS yang beroperasi di Indonesia. Dengan ada pembelian minyak mentah domestik tersebut, dapat meningkatkan kedaulatan energi Indonesia.

"Dengan mengambil minyak mentah dari dalam negeri, maka semakin mendukung upaya kami untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk kilang-kilang Pertamina,” kata Fajriyah, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Fajriyah menambahkan, Pertamina akan terus memperluas kerja sama berdasarkan dengan kesepakatan bersama masing-masing KKKS.

Dengan semakin banyak serapan minyak mentah dan kondensat dalam negeri, akan berdampak pada pengurangan impor minyak mentah. 

Bahkan hingga kini Pertamina sudah tidak lagi mengimpor minyak mentah jenis heavy dan super heavy, serta hanya mengimpor jenis light and medium crude.

Seperti diketahui, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018, tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri, Pertamina dan Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Pengolahan Minyak Bumi wajib mengutamakan pasokan minyak bumi yang berasal dari dalam negeri.

Demikian juga kontraktor atau afiliasinya wajib menawarkan minyak bumi bagian kontraktor kepada PT Pertamina (Persero) dan atau Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Pengolahan Minyak Bumi.

"Pertamina mengucapkan apresiasi kepada seluruh KKKS yang selama ini telah bekerjasama dengan baik dan berharap kerjasama dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang," tandasnya.

2 dari 4 halaman

Pertamina Bawa Pulang 18,5 Ribu Barel Minyak dari Sumur Luar Negeri

RU IV Cilacap, Kilang BBM Terbesar di Indonesia Milik Pertamina
Perahu kayu membawa muatan melintas di dekat kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). RU IV Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya, PT Pertamina terus berupaya menjamin ketersediaan energi dalam negeri, baik dari sumber di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini sesuai peran yang diberikan sebagai pengelola energi nasional.

Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan Samsu mengatakan, anak usaha Pertamina Internasional EP (PIEP) telah persiapkan investasi USD 174 juta pada 2019. Investasi ini untuk mendukung optimalisasi aset di luar negeri.

"Komitmen investasi Pertamina di sektor Hulu menjadi agenda prioritas di tahun 2019, termasuk investasi anak usaha Pertamina di luar negeri," kata Dharmawan, di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

Pengelolaan asset hulu di luar negeri merupakan bagian dari usaha Pertamina untuk go global dan juga dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Minyak mentah yang dihasilkan PIEP dari luar negeri diutamakan masuk kilang Pertamina di dalam negeri, hal ini merupakan bagian dari upaya Pertamina memastikan security of supply atas minyak mentah untuk Indonesia.

Dari seluruh aset yang berlokasi di Malaysia, Aljazair, Irak, Gabon, Tanzania, Nigeria, Kanada, Kolombia, Prancis, Italia, Namibia, dan Venezuela tersebut, PIEP beroperasi baik sebagai operator, pengendali perusahaan operator atau sebagai mitra. 

Selama periode 2018, produksi minyak siap jual (lifting) yang tercatat sesuai porsi kepemilikan Pertamina dari aset Malaysia, Algeria, dan Irak adalah sebesar 25,1 ribu barel per hari.

Dari jumlah tersebut sebanyak 18,5 ribu barel per hari adalah volume minyak mentah yang dapat dibawa untuk diolah oleh kilang Pertamina di dalam negeri.

PIEP tidak membawa pulang seluruh minyak mentah yang menjadi bagiannya mengingat sebagian dari volume minyak tersebut mempunyai tingkat kompleksitas yang belum dapat diolah di kilang dalam negeri.

Oleh sebab itu secara pararel, program pembangunan dan peremajaan kilang Pertamina merupakan program yang prioritas untuk harus direalisasikan ke depannya. 

 

3 dari 4 halaman

Kinerja 2018

RU IV Cilacap, Kilang BBM Terbesar di Indonesia Milik Pertamina
Perahu kayu membawa muatan melintas di dekat kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). Kilang Pertamina RU IV Cilacap merupakan satu dari enam unit pengolahan minyak milik PT. Pertamina di Indonesia. (Liputan6.com/JohanTallo)

Pada 2018, anak usaha Pertamina di luar negeri tersebut mencatatkan hasil positif, dengan total jumlah lifting yang dibawa ke Indonesia sebesar 6,8 juta barel.

Sepanjang 2018, minyak mentah tersebut dikirimkan ke Indonesia dengan total 27 kali pengapalan, yaitu 8 kali pengapalan dari Aljazair sebanyak 2.3 juta barel dan 19 kali pengapalan dari Malaysia sebanyak 4.5 juta barrel. 

PIEP terus berupaya mengembangkan produksi di luar negeri dan merencanakan lebih banyak minyak mentah yang dapat dibawa untuk diolah di Indonesia. Pada 2019, PIEP menargetkan nilai tersebut meningkat menjadi 8 juta barel. 

Dari sisi operasional bisnis, PIEP konsisten terus menerapkan prinsip prudent operation dan melakukan inovasi-inovasi.

Kapasitas PIEP sebagai operator di lapangan Menzel Lejmet North (MLN), Aljazair juga ditunjukkan melalui suksesnya kegiatan pengeboran pertama di kawasan Gurun Sahara pada Juni 2018. 

Proyek pengembangan Phase-4 di Aljazair ditargetkan mampu meningkatkan kinerja operasi. PIEP juga telah mencapai ISRS 8 Level 5, Zero Fatality & No Lost Time Injury sejak perusahaan beroperasi pada 2013. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait