Calon Deputi Gubernur Senior BI: Defisit Transaksi Berjalan Dapat Dimaklumi

Oleh Liputan6.com pada 01 Jul 2019, 17:45 WIB
Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya

Liputan6.com, Jakarta Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat menggelar fit and proper test terhadap calon deputi gubernur senior Bank Indonesia Destry Damayanti. Fit and proper test berlangsung di ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Salah satu tema yang dibahas Destry dalam paparannya yakni terkait defisit transaksi berjalan.

"Bagi negara yang sedang berkembang dan membangun seperti Indonesia, defisit transaksi berjalan masih dapat dimaklumi sepanjang dua syarat terpenuhi, pertama karena untuk penerimaan yang produktif dan dapat menghasilkan penerimaan devisa di masa yang akan datang," kata dia, di Jakarta, Senin (1/7/2019).

"Kedua defisit mayoritas dibiayai oleh investasi dalam bentuk penanaman modal asing ketimbang investasi portofolio yang sangat volatile dan lebih bersifat jangka pendek," lanjut dia.

Menurut dia tantangan bagi defisit transaksi berjalan di Indonesia terjadi karena investasi di Indonesia utamanya masih dalam bentuk portofolio. "Menjadi tantangan di Indonesia karena pembiayaan defisit neraca transaksi berjalan utamanya masih dalam bentuk investasi portofolio," ujarnya.

Dampak negatif dari besarnya porsi investasi dalam bentuk portofolio yakni begitu rentan terjadinya capital outflow saat ada gejolak dalam perekonomian global.

"Sebagai contoh, sepanjang 2018, terjadi capital outflow yang cukup signifikan sehingga besarnya investasi portofolio sepanjang 2018 turun menjadi USD 9,31 miliar dari USD 21,06 miliar di tahun 2017," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Destry Damayanti Jalani Ujian Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR

Persiapan Uang Tunai Bi
Petugas melakukan pengepakan lembaran uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar fit and proper test terhadap calon deputi gubernur senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

Fit and proper test digelar di ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Di hadapan anggota komisi XI, Destry membeberkan sejumlah tantangan yang masih akan dihadapi perekonomian Indonesia ke depan. Tantangan tersebut datang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu tantangan yang datang dari ekonomi domestik adalah fenomena deindustrialisasi. Deindustrialisasi diketahui sebagai fenomena turunnya kontribusi sektor manufaktur ke perekonomian.

"Defisit Transaksi berjalan yang sifatnya struktural, fenomena deindustrialisasi yang saat ini terjadi di Indonesia," kata dia, di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Dia mengatakan, peran industri dalam perekonomian secara kontinyu terus turun dari 27,8 persen pada 2000, menjadi 19,9 persen pada akhir tahun 2018.

"Pasar keuangan yang dangkal sehingga sulit memobilisasi dana dari dalam negeri dan mudah bergejolak karena terekspos dengan dana dari luar negeri," lanjut dia.

Menurut Destry Damayanti, perkembangan ekonomi digital yang demikian masif dan cepat juga harus disikapi dengan baik. Dengan demikian dapat berkontribusi bagi perekonomian.

"Kemudian perkembangan ekonomi digital yang sangat pesat, yang kalau tidak ditangani secara tepat, dapat menjadi ancaman bagi sektor yang bersifat konvensional. Proyeksikan transaksi digital dalam 10 tahun ke depan periode 2015 hingga 2025 naik hingga 10 kali lipat dari USD 8 Miliar menjadi USD 80 miliar dengan dua transaksi yang dominan, yaitu e-commerce dan travel online," imbuhnya.

Selain mewaspadai tantangan dari ekonomi dalam negeri, Indonesia tentunya masih harus berhadapan dengan tantangan yang berasal dari luar negeri.

"Ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai. Perang Dagang, tren pelemahan harga komoditas, gejolak politik di Eropa, penuaan populasi global akan menekan ekonomi global. Akibatnya IMF revisi pertumbuhan ekonomi global di 2019 sebesar 3,3 persen dan di 2020 sebesar 3,6 persen," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

3 of 3

Ketua DPR: Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Deputi Gubernur Senior BI

Ini Wajah 9 Srikandi Pansel KPK
Ahli keuangan dan moneter, Destry Damayanti, M.Sc. Foto diambil di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/5/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan Destry Damayanti menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang akan menggantikan Mirza Adityaswara.

"Sebentar saya lihat dulu suratnya. Ya benar Destry Damayanti yang diajukan, calon tunggal," kata Bambang seperti dikutip dari Antara, Kamis, 2 Mei 2019.

DPR secara resmi sudah menerima surat itu pada pekan lalu. Bambang mengatakan DPR akan mulai membahas pencalonan itu setelah 7 Mei 2019, atau setelah masa persidangan berjalan.

"Setelah 7 Mei 2019, Komisi rapat kerja dulu, baru itu membahas," kata Bambang.

Destry tidak akan serta merta menjadi calon Deputi Gubernur Senior BI yang disetujui DPR. Anggota Komisi XI DPR akan terlebih dahulu melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk menentukan keputusan apakah menerima pencalonan Destry atau tidak.

Destry Damayanti merupakan ekonom yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lanjutkan Membaca ↓