BEI Telah Terima Penjelasan Hero soal Penutupan Gerai Giant

Oleh Bawono Yadika pada 01 Jul 2019, 11:45 WIB
Ritel Modern Giant. Merdeka.com/Dwi A

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima penjelasan dari manajemen PT Hero Supermarket Tbk terkait aksi korporasi berupa penutupan sejumlah gerai dari perusahaan. Seperti diketahui, Hero akan menutup gerai Giant pada 28 Juli 2019.

Direktur Penilaian BEI Gede Nyoman Yetna menjelaskan, BEI telah menerima penjelasan dari manajemen Hero mengenai penutupan sejumlah gerai tersebut pada pekan lalu.

"Hero sudah jawab. Itu adalah kebijakan manajemen yang saya sampaikan kemarin bahwa manajemen sudah sepatutnya lakukan review terhadap kegiatan operasi. Sehingga dapat diputuskan yang mana yang bisa dilanjutkan kegiatan yang mana yang akan dihentikan," tutur Nyoman di Gedung BEI, Senin (1/7/2019).

Ke depannya pihak BEI akan memantau kinerja (performance) dari Hero. Oleh sebab itu, sudah kewajiban manajemen Hero untuk melakukan review terkait sejumlah gerai yang mereka miliki. "Itu kewajiban daripada eksekutif untuk lakukan review. Yang penting kita lihat ke depannya adalah upaya mereka memperbaiki performance mereka," ujarnya.

"Jadi kita lihat beberapa gerai jika memang tidak menguntungkan atau profitable, maka ya kewajiban mereka untuk lakukan review," katanya.

2 of 3

6 Gerai Giant Tutup, Bagaimana Nasib Karyawan?

Ritel Giant. Dok Giant.co.id
Ritel Giant. Dok Giant.co.id

Sebelumnya, manajemen PT Hero Supermarket Tbk mengakui akan menutup enam toko Giant yang terletak di berbagai lokasi berbeda. Rencananya, penutupan toko Giant dimulai pada 28 Juli 2019.

Direktur PT Hero Supermarket Tbk Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, Hero akan menutup enam gerai Giant, yaitu Giant Ekspress Cinere Mall, Giant Ekspress Mampang, Giant Ekspress Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri.

Hadrianus menjelaskan, penutupan ini tentu saja akan berdampak pada beberapa karyawan. Namun, Giant berkomitmen untuk memperlakukan semua karyawan dengan adil.

"Kami bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia dan memastikan bahwa karyawan yang terkena dampak menerima hak mereka sesuai dengan regulasi yang berlaku," jelas dia kepada Liputan6.com, pada Selasa, 25 Juni 2019. 

Penutupan gerai Giant ini berkaitan dengan persaingan pada industri ritel makanan di Indonesia yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan mengubah pola belanja konsumen.

"Dan kami telah mengambil tindakan untuk mengatur kembali dan re-energize Giant untuk memastikan dapat memenuhi preferensi pelanggan yang terus berkembang," dia menambahkan.

Kemudian untuk tetap mampu bersaing dan memenuhi harapan pelanggan yang berubah, perusahaan dikatakan akan mengembangkan strategi jangka panjang, dengan menerapkan program transformasi strategis multitahun untuk menghasilkan peningkatan berkelanjutan jangka panjang.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓