Top 3: Ini 15 Jebakan Ketika Belanja Online

Oleh Agustina Melani pada 30 Jun 2019, 07:30 WIB
Diperbarui 30 Jun 2019, 08:16 WIB
Orang belanja online

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi yang dilaksanakan Universitas Princeton menguak trik menjebak yang terjadi di dunia belanja online. Tujuannya sudah jelas: agar pembeli menghabiskan lebih banyak uang meski tidak butuh produk yang dibeli.

Dilaporkan Business Insider, jebakan ini disebut sebagai dark pattern (pola gelap) yang menggerakan, menyetir, atau menipu pengguna. Trik yang digunakan bukanlah diskon atau promo, melainkan trik psikis agar pembeli gelap mata ketika belanja online.

"Kami menemukan 1.841 contoh dark pattern di situs belanja, yang semuanya mewakili 15 tipe dark pattern," ujar peneliti Universitas Princeton.

Artikel waspada dark pattern: ini 15 jebakan ketika belanja online menyita perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis? Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis yang dirangkum pada Minggu (30/6/2019):

1.Waspada Dark Pattern: Ini 15 Jebakan Ketika Belanja Online

Sebuah studi yang dilaksanakan Universitas Princeton menguak trik menjebak yang terjadi di dunia belanja online. Tujuannya sudah jelas: agar pembeli menghabiskan lebih banyak uang meski tidak butuh produk yang dibeli.

Dilaporkan Business Insider, jebakan ini disebut sebagai dark pattern (pola gelap) yang menggerakan, menyetir, atau menipu pengguna. Trik yang digunakan bukanlah diskon atau promo, melainkan trik psikis agar pembeli gelap mata ketika belanja online.

"Kami menemukan 1.841 contoh dark pattern di situs belanja, yang semuanya mewakili 15 tipe dark pattern," ujar peneliti Universitas Princeton.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Hadiri KTT G20, Sri Mulyani Sempatkan Ngevlog Bersama Presiden Jokowi

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbagi cerita saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Osaka, Jepang. Bahkan di tengah kesibukan hadiri KTT G20, Sri Mulyani juga menyempatkan diri untuk ngevlog bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diunggah Sri Mulyani dalam akun media sosial di instagram@smindrawati pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani menyebutkan pada hari kedua KTT G20 Leaders membahas inequalities and realizing insclusive and suistanable world.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Trump Izinkan Perusahaan AS Kembali Berbisnis dengan Huawei

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, perusahaan-perusahaan AS diizinkan melanjutkan perdagangan dengan Huawei dalam konsesi yang jelas setelah diskusi awal dengan Presiden China Xi Jinping.

Departeman Perdagangan AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam pada Mei sehingga membuat perusahaan AS tidak diizinkan untuk menjual ke perusahaan China tanpa lisensi. Pernyataan Trump tersebut dikemukakan ketika ia dan Xi Jinping menyetujui gencatan senjata perang dagang saat KTT G20 di Osaka, Jepang.

"Saya setuju untuk mengizinkan perusahaan kami, Anda tahu, pekerjaan, saya suka perusahaan kami menjual barang kepada orang lain. Jadi saya membiarkan itu terjadi. Hal yang sangat kompleks. Tidak mudah. Ini bukan hal yang mudah dibuat," ujar Trump saat konfrensi pers saat KTT G20 di Osaka, Jepang, seperti dikutip dari laman Business Insider, Sabtu, 29 Juni 2019.

Berita selengkapnya baca di sini

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: