PTPN X Revitalisasi Pabrik di Mojokerto

Oleh Liputan6.com pada 28 Jun 2019, 21:29 WIB
Diperbarui 28 Jun 2019, 21:29 WIB
Geliat Petani Tebu di Tengah Ekspansi Gula Impor
Perbesar
Aktivitas petani tebu di Desa Betet, Jatim September lalu. Rembesan gula rafinasi tahun 2018 sebesar 800 ribu ton, produksi gula konsumsi tahun 2018 sebesar 2,1 juta ton, impor gula konsumsi tahun 2018 sebanyak 1,2 juta ton. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pihaknya tengah menjalankan proses revitalisasi pabrik.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja pabrik yang dimiliki perusahaan. Saat ini revitalisasi dijalankan di pabrik PTPN X yang berlokasi di Gembolkrep, Mojokerto. Pabrik ini merupakan satu dari sembilan pabrik yang dimiliki PTPN X.

"Kita melakukan revitalisasi untuk meningkatkan kapasitas dari 6.500 ton per hari menjadi 8.000, di pabrik Gembolkrep. PTPN X kita tak hanya lakukan peningkatan kapasitas. Kami ingin integrated sugar cane based," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Dia mengatakan, proyek revitalisasi akan menguras dana hingga Rp 850 miliar. Anggaran akan berasal dari PMN (Penyertaan modal negara). "100 persen PMN. Kami dapatkan Rp 975 miliar, yang Rp 850 miliar ini kami gunakan revitalisasi," ujarnya.

Proyek yang ditargetkan selesai pada 2020 ini, kata dia, akan berdampak pada naiknya produksi gula sebesar 100.000 hingga 200.000 ton. Saat ini produksi gula tahunan PTPN X berada di kisaran 330.000 hingga 350.000 ton.

"Ya kami harapkan bisa sekitar 360-370 ribu lah nanti. Nambah sekitar 200.000 ton," ujarnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 4 halaman

Dongkrak Pendapatan Perusahaan

Geliat Petani Tebu di Tengah Ekspansi Gula Impor
Perbesar
Aktivitas petani tebu di Desa Betet, Pesantren, Kediri, Jatim pada akhir September lalu. Bulog hanya membeli sekitar 100 ribu ton, sehingga sebagian petani terpaksa menjual gula dengan harga di bawah Rp 9.000 per Kg. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain itu, proyek revitalisasi juga disebutkan bakal menaikkan pendapatan perusahaan. "Kita bisa nambah revenue sampe Rp 100 sampai Rp 120 miliar. Itu per 2020," tutur dia.

Selain pabrik gula di Gembolkrep, pihaknya juga berencana melakukan revitalisasi pabrik gula di Ngadirejo. Namun, dia belum bisa mengatakan kapan proyek bakal dimulai.

"Pabrik Ngadirejo. Nanti kita expand ke 10.000 ton (produksi). Dari sekarang 6.000 ton," ungkapnya.

"Yang direvitalisasi baru satu, direncanakan selesai 2020. Nanti kalau kami sudah dapatkan (uang), ya kami punya roadmap untuk revitalisasi," tandasnya.

3 dari 4 halaman

PTPN III Jajaki Ekspansi Bisnis ke Laos

20160308-Ilustrasi-Kelapa-Sawit-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Kelapa Sawit (iStockphoto)

Sebelumnya, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dapat disebut juga Perkebunan Nusantara membuka peluang serta mendukung penuh rencana ekpansi bisnis BUMN Indonesia ke mancanegara, khususnya ke Laos.

Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno serta beberapa perusahan BUMN Indonesia melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith.

“Melalui rencana kerjasama ini kami Perkebunan Nusantara akan memaksimalkan peluang bisnis dengan komoditi kami,” ujar Dolly P Pulungan Direktur Utama Perkebunan Nusantara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Pada kesempatan ini Perkebunan Nusantara memaparkan sektor bisnis unggulan dalam bidang pemasaran hasil-hasil pertanian seperti padi, kedelai edamame, minyak sawit. Pengembangan perkebunan tebu dan pembangunan pabrik gula, serta pengembangan perkebunan sawit, karet, kacang kedelai, tembakau dan komoditi lainnya yang dimiliki oleh Perkebunan Nusantara Group sebagai peluang bisnis bagi Laos.

Rencana kerjasama ini merupakan hal positif bagi peningkatan hubungan baik Indonesia dengan negara-negara sekitar khususnya negara ASEAN. Ekspansi ini adalah kesempatan untuk melebarkan BUMN Indonesia di mancanegara. Pada waktu yang bersamaan, PTPN Grup melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Phaiboun and Export Group salah satu perusahaan Trading dari Laos.

“Kami PT Perkebunan Nusantara juga telah melaksankan kerjasama bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Phaiboun and Export Dibawah Phongsavanh Group salah satunya kerjasama dalam program pemasaran produk” tambah Dolly.

Langkah BUMN untuk masuk ke Laos sangat strategis karena saat ini negara tersebut sedang giat melakukan pembangunan. Didukung dengan Sinergi BUMN Indonesia Menteri BUMN optimis rencana ini akan berjalan dengan baik.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓