IHSG Menghijau Sehari Usai Putusan MK

Oleh Nurmayanti pada 28 Jun 2019, 09:14 WIB
Diperbarui 28 Jun 2019, 10:17 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini. Tepatnya sehari usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres). 

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (28/6/2019), IHSG naik 14,30 poin atau 14,30 persen ke posisi 6.367,01. Kemudian pada pembukaan, IHSG tetap di zona hijau dengan naik 20,4 atau 0,32 menjadi 6.373,03.

Indeks saham LQ45 juga menguat 0,39  persen ke posisi 1.015,33.  Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 123 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu 31 saham melemah dan 122 saham diam di tempat.

Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.375,5 dan terendah 6.366,4.

Total frekuensi perdagangan saham 10.109 kali dengan volume perdagangan 185,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 176,5 miliar. Investor asing beli saham Rp 57,5 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.145.

Seluruh sektor saham menguat. Sektor infrasturktur menguat 0,70 persen dan bukukan kenaikan terbesar. Disusul kemudian sektor industri dasar yang melonjak 0,59 persen dan sektor konsumsi yang naik 0,38 persen.

Saham-saham yang kompak menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham FMII mendaki 8,77 persen ke posisi Rp 620 per saham, saham BIPP mendaki 7,69 persen ke posisi Rp 210 per saham, dan saham ABBA naik 8,72 persen ke posisi Rp 212per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham HOME turun 213,82 persen ke posisi Rp 106 per saham, saham KIOS tergelincir 8,22 persen ke posisi Rp 670 per saham, dan saham MAMI susut 7,41 persen ke posisi Rp 100 per saham.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo menjelaskan, saat ini semua mata tertuju pada hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Sejauh ini reaksi pasar terlihat positif. "Kondisi pasar regional Asia juga cenderung positif," tambah dia.

2 of 3

Putusan Sidang MK Tentukan Stabilitas IHSG ke Depan

Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Karyawan berswafoto saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). IHSG kompak dengan bursa Asia lainnya dibuka dengan berada di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah massa terlihat ramai menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi pada hari ini. Kinerja indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diperkirakan akan ikut terpangaruh dari aksi unjuk rasa MK ini.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, Maximilianus Nico Demus mengatakan, jika massa dapat kondusif merespons hasil putusan MK, maka hal itu berdampak positif pada pasar.

"Kalau tidak bisa menerima, ya jelas IHSG pasti akan terpengaruh cukup dalam (tertekan)," tuturnya kepada Liputan6.com, Kamis (27/6/2019).

"Tapi sebaliknya, kalau menerima dan semua adem ayem, ini akan jadi katalis yang bagus buat pasar," tambah dia.

Dia pun berharap, apapun hasil keputusan yang ditetapkan MK nanti, masyarakat bisa cukup jernih menanggapi hasilnya.

"Karena ini membuat kepastian mengenai masa depan Indonesia dan stabilitas ekonomi tetap terjaga," papar dia.

3 of 3

IHSG Ditutup Menguat ke 6.352,71

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dan mampu ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis ini. Sektor industri dasar menguat 1,87 persen dan bukukan kenaikan terbesar. 

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (27/6/2019), IHSG naik 42,22 poin atau 0,67 persen ke posisi 6.352,71. Indeks saham LQ45 juga menguat 1,02 persen ke posisi 1.011,37. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau kecuali indeks acuan DBX yang melemah 0,34 persen.

Sebanyak 231 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu 196 saham melemah dan 134 saham diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.357,92 dan terendah 6.320,09.

Total frekuensi perdagangan saham 507.726 kali dengan volume perdagangan 39,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun. Investor asing beli saham Rp 35 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.140. 

Sebagian besar sektor saham menguat. Hanya ada dua sektor yang tertekan yaitu perkebunan yang turun 3,02 persen dan pertambangan yang melemah 0,22 persen.

Sektor industri dasar menguat 1,87 persen dan bukukan kenaikan terbesar. Disusul kemudian sektor aneka industri yang melonjak 1,71 persen dan sektor infrastruktur yang naik 1,28 persen.

Saham-saham yang kompak menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham HDFA mendaki 34,64 persen ke posisi Rp 206 per saham, saham ABBA mendaki 27,45 persen ke posisi Rp 195 per saham, dan saham POLU naik 25 persen ke posisi Rp 540 per saham.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait