Investor Cermati Pertemuan KTT G20, Wall Street Bervariasi

Oleh Agustina Melani pada 27 Jun 2019, 05:00 WIB
Perdagangan Saham dan Bursa

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi dipicu saham perawatan kesehatan yang tertekan mampu diimbangi saham teknologi yang menguat.

Sentimen lainnya di wall street juga didorong investor yang mencermati pesan mengenai keadaan negosiasi perdagangan antara AS dan China yang sedang berlangsung.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 9,77 poin atau 0,04 persen menjadi 26.538,45. Indeks saham S&P 500 turun tipis 3,56 poin atau 0,12 persen menjadi 2.913,82. Indeks saham Nasdaq naik 25,25 poin atau 0,32 persen menjadi 7.909,97.

Saham teknologi memimpin di indeks saham Nasdaq. Sedangkan indeks Dow Jones melemah.

Pergerakan saham di wall street berjuang mencari arah sepanjang sesi perdagangan karena pelaku pasar mencermati apakah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 di Jepang akan menghasilkan kemajuan dalam sengketa tarif berlarut-larut kedua negara.

Pada awal perdagangan, wall street menguat setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat dan China "lengkap sekitar 90 persen".

Sementara itu, Trump menyatakan kalau sementara ini sangat mungkin hindari mengenakan tarif tambahan pada barang-barang impor China.

"Optimisme perdagangan telah dibatalkan karena hari terus berjalan. Minggu lalu pasar memiliki jalur yang jelas tentang apa yang harus difokuskan. Pemangkasan suku bunga pada Juli dan pertemuan Trump serta Xi di G20 untuk membahas kembali negosiasi perdagangan," ujar Chief Investment Strategist SlateStone Wealth LLC, Robert Pavlik, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (27/6/2019).

"Apa yang terjadi sejak pemerintahan ini mengeruhkan air dan membingungkan pasar," kata dia.

2 of 4

Harga Minyak Dongkrak Saham Energi

Perdagangan Saham dan Bursa
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah mendorong saham energi. Sektor saham perusahaan-perusahaan energi dan teknologi mencatatkan kenaikan terbesar di antara 11 sektor saham utama S&P 500. Sementara perusahaan real estate, utilitas dan kebutuhan pokok mencatatkan pelemahan.

Produsen chip memimpin reli saham teknologi. Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 3,2 persen usai Micron Technology Inc membukukan hasil optimistis dan memperkirakan pemulihan permintaan chip. Saham Micron melonjak 13,3 persen.

Saham Apple naik 2,2 persen usai produsen iPhone mengkonfirmasi kalau pihaknya membeli startup Drive.ai. Selain itu, dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan kalau Uni Eropa tidak sejalan dengan tuntutan hukum terhadap perusahaan teknologi AS.

3 of 4

Volume Perdagangan Saham

Perdagangan Saham dan Bursa
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Regulator antitrust Uni Eropa memukul Broadcom dengan tuntutan kalau produsen chip menjatuhkan klausul dengan tuntutan produsen chip menjatuhkan klausul eksklusivitasnya dengan produsen televisi dan modem sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung. Namun demikian, saham Broadcom naik 1,8 persen.

Saham General Mills Inc melemah 4,5 persen setelah alami penurunan terbesar di indeks saham S&P 500.

Di sisi lain, pesanan baru untuk barang modal non-pertahanan naik lebih dari yang diperkirakan para ekonom pada Mei, menunjukkan beberapa stabilisasi dalam pengeluaran bisnis yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan di tengah kegelisahan perdagangan dan persediaan yang membengkak.

Akan tetapi, pesanan keseluruhan untuk barang tahan lama turun 28,2 persen terutama karena pesanan pesawat non-pertahanan. Ini karena langkah Boeing memangkas produksi 737 MAX yang bermasalah.

Volume perdagangan saham di wall street tercatat 6,69 miliar saham. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan selama 20 hari perdagangan terakhir sekitar 6,99 miliar saham.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓