Meski Tertekan, Rupiah Masih Relatif Stabil

Oleh Arthur Gideon pada 26 Jun 2019, 11:01 WIB
Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini. kendati terkoreksi rupiah masih relatif stabil di kisaran 14.200 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (26/6/2019), rupiah dibuka di angka 14.140 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebeumnya yang tercatat 14.125 per dolar AS. Menuju siang, rupiah terus tertekan ke 14.166 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.140 per dolar AS hingga 14.170 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 1,55 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.174 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.138 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, kendati terkoreksi rupiah masih relatif stabil.

"Sebenarnya masih relatif sangat stabil. Apalagi masih di bawah 14.200 per dolar AS," ujar Rully dikutip dari Antara.

Terkait sentimen terhadap rupiah, Rully menilai belum banyak berubah dari hari-hari sebelumnya yaitu terkait pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang.

"Pasar menunggu hasil dari rapat G20. Proses negosiasi AS-China," kata Rully.

Selain itu, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang memberikan singa penurunan suku bunga seiring melambatnya indikator ekonomi AS.

2 of 3

BI Prediksi Nilai Tukar Rupiah 13.900 - 14.000 per Dolar AS di 2020

Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Pekerja menghitung mata uang Dolar AS di jasa penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan asumsi ekonomi makro tahun 2020 untuk nilai tukar Rupiah adalah pada level 13.900-14.300 dan inflasi 3 persen plus minus 1.

Perry menilai,sejauh ini Rupiah masih menunjukan kondisi yang positif. Tercatat hingga hari ini nilai tukar berada pada posisi 14.250 terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Hingga tanggal 10 Juni 2019 nilai tukar Rupiah 14.250 per USD atau menguat 0,91 persen bila dibandingkan dengan level akhir tahun 2018 yaitu Rp 14.380, nilai tukar rupiah pada tahun 2019 mencapai Rp 14.187 atau menguat 0,41 persen dibandingkan rerata tahun 2018 Rp 14.246," kata dia pada Selasa 11 Juni 2019. 

Selain itu, BI memperkirakan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia akan mencatat surplus sejalan dengan prospek aliran masuk modal asing yang terus berlanjut.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) 2019 juga diperkirakan lebih rendah dari tahun 2018 yaitu dalam kisaran 2,5 sampai 3 persen terhadap PDB.

"Sejalan dengan perkiraan neraca pembayaran tersebut, kami memperkirakan rata-rata nilai tukar pada tahun 2019 akan berada pada kisaran Rp 14.000 - Rp 14.400 terhadap dolar Amerika Serikat," ujarnya.

"Pada tahun 2020 kami memperkirakan bahwa prospek penguatan Neraca Pembayaran Indonesia akan berlanjut ditopang oleh peningkatan aliran masuk modal asing dan penurunan defisit transaksi berjalan," dia menambahkan.

Aliran masuk modal asing (inflow) diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh prospek ekonomi yang membaik dan juga koordinasi yang kuat kebijakan antara pemerintah Indonesia dan berbagai otoritas terkait, untuk 2019 defisit transaksi berjalan kita akan tetap terkendali.

"Dengan berbagai perkembangan tersebut kami memperkirakan bahwa rata-rata nilai tukar Rupiah pada tahun 2020 akan berada pada kisaran Rp 13.900 sampai dengan Rp14.300 dolar Amerika Serikat," tutupnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓