AirAsia Pindahkan Penerbangan Domestik ke Bandara Kertajati Mulai 30 Juni

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 26 Jun 2019, 11:15 WIB
Diperbarui 26 Jun 2019, 11:15 WIB
Pesawat Air Asia
Perbesar
Pesawat AirAsia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - AirAsia akan memindahkan penerbangan domestik di Bandung dari Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT) di Majalengka, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan dari Bandung, Jawa Barat.

Perpindahan ke Bandara Kertajati ini dilakukan mulai 30 Juni 2019 menyusul arahan dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, penerbangan internasional masih tetap beroperasi di Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO). Sehubungan dengan perpindahan ini, jadwal dan nomor penerbangan AirAsia mengalami perubahan:

1.Dari Bali (DPS) ke Kertajati (KJT)

Nomor penerbangan QZ/720. Departure: 7:10 dan Arrival 8:00. Freq:daily

2.Dari Kertajati (KJT) ke Bali (DPS)

Nomor penerbangan: QZ/721. Departure: 8.25. Arrival: 11.15. Freq: daily.

Penumpang yang telah memesan tiket rute Bali-Bandung atau sebalinya untuk jadwal keberangkatan pada 30 Juni 2019 dan seterusnya disarankan untuk memeriksa email guna mendapatkan notifikasi jadwal terbaru dan diharuskan mencetak kembali boarding pass-nya.

"Kami memahami bahwa perpindahan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan terhadap rencana perjalanan Anda. Berikut ini kami sampaikan pilihan layanan kompensasi yang bisa didapatkan dengan menghubungi kami melalui https://support.airasia.com bagi Anda yang tidak ingin melanjutkan perjalanan sehubungan dengan perpindahan penerbangan domestik AirAsia dari Bandung ke Kertajati," tulis manajemen AirAsia, seperti dikutip Rabu (26/6/2019).

1.Ubah jadwal penerbangan Anda ke jadwal lain dalam rentang waktu 30 hari kalender dari jadwal keberangkatan awal tanpa biaya tambahan dan tergantung ketersediaan kursi dari Bandara Internasional Kertajati atau terbang dari/ke Bandara Husein Sastranegara sebelum 30 Juni 2019. Tersedia satu kali kesempatan untuk mengubah jadwal.

2.Dapatkan akun kredit senilai pemesanan Anda untuk pembelian tiket AirAsia berikutnya kemana saja dengan masa berlaku 90 hari sejak diterbitkan. Jadwal keberangkatan tidak terbatas selama pemesanan dilakukan sebelum habis masa berlaku. Hubungi dengan menyertakan nomor anggota AirAsia BIG Anda.

3. Ajukan pengembalian uang (refund) senilai pemesanan Anda

Silakan kunjungi https://support.airasia.com dan pilih "berbicara dengan AVA". Setelah panel AVA termuat, pilih refund, lalu new refund request, airport move refund dan lengkapi informasi yang dibutuhkan.

Untuk pemesanan yang dilakukan melalui agen perjalanan (travel agent), pengajuan akun kredit dan pengembalian uang hanya dapat dilakukan melalui agen perjalanan tersebut. Silakan hubungi agen perjalanan Anda. 

2 dari 4 halaman

Akses Tol Belum Selesai Jadi Kendala

Bandara Kertajati
Perbesar
Bandara Kertajati. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Sebelumnya, AirAsia Indonesia menyatakan kesiapan untuk melayani penerbangan di Bandara Kertajati. AirAsia membuka rute penerbangan Surabaya-Kertajati pada Agustus 2019. 

Sementara mulai 30 Juni 2019, maskapai LCC itu juga akan mulai memindahkan penerbanganya dari dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati untuk rute Bandung ke Bandara Ngurah Rai Bali.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan membeberkan sejumlah yang alasan AirAsia membuka rute penerbangan ke Bandara Kertajati yang masih sepi.

"Kami melihat dari sisi bandara Kertajati sudah siap mulai penerbangan. Terminal sudah siap, runway sudah siap," kata dia, di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Dendy mengakui, memang saat ini hambatan masih terdapat pada akses menuju bandara. Sebab jalan tol yang menghubungkan Bandung dan Bandara Kertajati belum selesai.

"Memang yang dipertanyakan adalah jarak terdekat dari kota besar di wilayah sana, yang paling deket Bandung. Sementara tol yang hubungkan Bandung kertajati, cisumdawu belum selesai," ujar dia.

Sementara itu bila ditempuh melalui jalan non tol, perjalanan Bandung-Kertajati akan menghabiskan waktu hingga 2,5 jam. 

"Jadi kalau menggunakan jalan biasa 2 jam 30 menit itu kalau tidak macet. Tentunya ini akan jadi PR bagi orang yang ingin pergi dari atau ke Bandung, tentunya penumpang ini punya opsi lain, kalau 2,5 jam kenapa tidak lewat Jakarta saja. Ini masukan riil yang kami dapat dari penumpang," ujar dia.

Oleh karena itu, dia berharap proses pengerjaan tol Bandung-Kertajati dapat segera selesai sehingga dapat segera digunakan calon penumpang yang akan menuju ke Bandara Kertajati.

"Makanya kami selalu sampaikan kepada pemerintah mudah-mudahan jalan tol Bandung-Kertajati bisa segera selesai dan kedua kami harapkan bukan hanya jalan tol tapi juga kereta jarak sebetulnya tidak masalah," tandasnya.

 

3 dari 4 halaman

Mulai 1 Juli, 56 Penerbangan Domestik di Husein Sastranegara Pindah ke Kertajati

Lokasi parkir Bandara Kertajati
Perbesar
Lokasi parkir Bandara Kertajati. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan kesiapan melayani perpindahan penerbangan maskapai domestik dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati di Majalengka.

Sesuai rencana, perpindahan 56 penerbangan yang meliputi 13 rute domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut akan dimulai pada 1 Juli 2019.

“Kami optimistis Bandara Kertajati ini akan menjadi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah-daerah di Jawa Barat secara keseluruhan,” ujar Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 23 Juni 2019.

Menurut dia, seluruh stakeholder di industri penerbangan, industri pariwisata, dan masyarakat umum seharusnya melihat proses pengembangan Bandara Kertajati bukan hanya dari kacamata Ínternal Rate of Return (IRR) saja.

“Tidak bisa kita hanya menghitungnya seberapa cepat IRR tercapai. Harusnya pakai sudut pandang Economic Rate of Return (ERR), karena bandara Kertajati bisa mendorong ekonomi masyarakat dan daerah di sekitarnya,” kata dia.

Direktur Teknik dan Operasi AP II, Djoko Murjatmodjo menambahkan, pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat Jawa Barat tidak akan bisa menikmati manfaat yang lebih besar dari sektor pariwisata, jika masih tetap mengandalkan Bandara Husein Sastranegara sebagai pintu masuk wisatawan ke daerahnya.

“Bandara Husein bertahun-tahun tidak berkembang. Untuk menambah landasan jadi 2.200 meter saja kita harus menebang gunung, sementara di sana ada lapangan tembak TNI,” ungkap dia.

Djoko menegaskan, sesuai instruksi dari Kementerian Perhubungan, AP II tidak akan mengalihkan seluruh penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati. Namun hanya akan memindahkan penerbangan domestik bermesin jet saja.

“Mengapa internasional masih di Bandara Husein, karena mempertimbangkan kelangsungan bisnis pariwisata di Bandung. Hal-hal ini tentu kami perhatikan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), M Pramintohadi Sukarno menjelaskan pembangunan suatu bandara seperti Bandara Kertajati, pemerintah tidak hanya membuat perencanaan untuk waktu 2-3 tahun saja.

“Tetapi kami membuat perencanaan pengembangan untuk 20-30 tahun. Kalau kita ingat, dulu Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng juga hasil pemindahan Bandara Kemayoran di Jakarta Pusat. Hasilnya ada pembangunan yang terjadi di daerah,” tegasnya.

Dalam catatan Kemenhub, pertumbuhan lalu lintas udara di Jawa Barat sudah tidak terakomodasi oleh Bandara Husein Sastranegara.

“Sepanjang 2016-2018, jumlah penumpang tumbuh 6 persen menjadi 3,86 juta pax. Kargo tumbuh 40 persen jadi 19,21 juta kilogram, dan lalu lintas pesawat tumbuh 11 persen jadi 31.865 pergerakan pesawat. Jadi mau tidak mau harus pindah karena Bandara Husein sudah maksimal dikembangkan,” tandas Pramintohadi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓