Kepribadian dan Teman Jadi Resep Sukses Legenda Bayern Munchen

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Jun 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 24 Jun 2019, 19:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan pesepakbola sekaligus legenda Bayern Munchen, Martin Demichelis, turut berbagi resep menjadi orang sukses baik di dalam maupun luar profesi.

Menurut dia, kepribadian dan pertemanan merupakan dua kunci penting guna mendukung keberhasilan seseorang.

Hal itu diungkapkan pemain yang berposisi sebagai bek di Klub Bavaria periode 2003-2010 ini saat acara Allianz Explorer Camp Football Edition pada 2019 bersama Allianz Indonesia di Holywings Epicentrum, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Pria yang kini berperan sebagai Allianz Explorer Camp Asia 2019 Ambassador ini mengatakan, modal ketenaran sebagai pesepakbola besar saja tak cukup untuk memperoleh kesuksesan karier.

"Dengan menjadi pemain terkenal kita sering muncul di televisi. Tapi itu tidak ada apa-apanya. Yang akan menentukan keberhasilan adalah kepribadian," ujar dia.

"Dan itulah, dalam sepak bola kita berusaha semaksimal mungkin. Tapi harus didukung dengan aspek-aspek kepribadian yang memotivasi kita," dia menambahkan.

Selain kepribadian kuat, ia melanjutkan, relasi baik dengan teman sekitar juga akan banyak membantu kesuksesan karier seseorang di dalam dunia kerja.

"Membentuk pertemanan yang baik itu akan bertahan seterusnya. Kita banyak belajar dari orang-orang yang lebih dewasa. Dan kita juga belajar banyak dari teman-teman kita," tutur dia.

Demichelis lantas coba berbagi cerita mengenai salah satu kerabat dekatnya di Timnas Argentina yang menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia, Lionel Messi. Dia mengatakan, dirinya banyak belajar dari pemain Barcelona tersebut yang tidak sombong meski berlimpah harta.

"Messi adalah orang yang paling rendah hati. Dia tidak menunjukan bahwa dia punya emas berapa, uang berapa. Seorang pribadi yang sangat-sangat rendah hati. Dan saya nyambung dengan dia karena itu," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Dukung Kemajuan Generasi Muda, Allianz Kirim 8 Remaja ke Singapura dan Munich

Allianz Indonesia akan mengirimkan 8 orang remaja terpilih untuk mengikuti program Allianz Explorer Camp yang bakal berlangsung di Singapura dan Munich.
Allianz Indonesia akan mengirimkan 8 orang remaja terpilih untuk mengikuti program Allianz Explorer Camp yang bakal berlangsung di Singapura dan Munich.

Sebelumnya, Allianz Indonesia kembali menggelar Allianz Explorer Camp Football Edition pada 2019 dengan membawa berbagai kegiatan menarik untuk remaja usia 14-16 tahun dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Tahun ini, Allianz Indonesia akan mengirimkan 8 orang remaja terpilih untuk mengikuti program Allianz Explorer Camp yang bakal berlangsung di Singapura dan Munich.

Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier mengatakan, pihaknya tak hanya mau menggali kualitas anak-anak muda di Indonesia dalam hal bermain bola, tetapi juga ingin mengembangkan minat dan bakatnya di luar sepak bola.

"Program Allianz Explorer Camp ini merupakan bentuk dukungan penuh Allianz Indonesiaterhadap upaya penanaman nilai-nilai yang penting dimiliki oleh generasi muda, seperti sportivitas. Kegiatan ini sekaligus untuk menggali minat dan bakat anak dan remaja serta mendukung pengembangan diri mereka," ungkapnya di Holywings Epicentrum, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Adapun program yang sudah berjalan secara global sejak 2010 dengan nama Allianz Junior Football Camp ini telah menarik minat ratusan ribu remaja yang tersebar di lebih dari 20 negara di dunia. Di Indonesia, program ini telah dilaksanakan sejak 2012 dan menarik minat lebih dari 18 ribu remaja dengan 53 remaja telah mengikuti Munich dan Asia Camp.

Sejak April sampai dengan Juni 2019,sebanyak 2.000 remaja usia 14-10 tahun telah mendaftar Allianz Explorer Camp dan lebih dari 1.300 remaja terpilih mengikuti seleksi fisik yang disetenggarakan pada 22-23 Juni 2019.

Akhirnya terpilih 8 penjelajah muda yang akan mewujudkan mimpi mereka, yakni Adinda Dwi Citra P dan Fariz Fadilla yang akan terbang ke Munich Camp di Jerman pada 22-27 Agustus 2019, serta Azrazifa Kayla Bayu Tegar Saputra, M Faiz Fahriza, Nur Yufa, Ravel Jerico, dan Zahra Naqiyyah Primadi yang akan berangkat Asia Camp di Singapura pada 23-26 Juli 2019.

 

3 dari 4 halaman

Legenda Bayern Munchen Takjub Lihat Pemain Allianz Explorer Camp

Allianz Explorer Camp 2019
Psikolog, Laksmiari Saraswati, saat jumpa pers di Kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (24/6/2019). Delapan anak Indonesia terpilih untuk mengikuti Allianz Explorer Camp 2019 di Jerman dan Singapura. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sebelumnya, legenda Bayern Munchen, Martin Demichelis, takjub melihat bakat 8 pemain Indonesia yang akan bertolak ke Jerman dan Singapura. Mereka terpilih melalui seleksi yang digelar oleh Allianz Explorer Camp terhadap 2.000 pemain usia 14-16 tahun, April hingga Juni 2019. 

Dua dari delapan pemain ini akan terbang ke Jerman. Dwi Citra dan Fariz Fadilla yang akan mengikuti Munich Camp di Jerman pada 22-27 Agustus bersama 70 anak dari 23 negara. 

Sedangkan enam lainnya, yakni Azrazifa Kayla, Bayu Tegar Saputra, M Faiz Fahriza, Nur Yufa, Ravel Jerico, dan Zahra Naqiyyah bakal berangkat ke Singapura pada 23-26 Juli 2019.

Sebelum meninggalkan Tanah Air, para peserta Allianz Explorer Camp 2019 sempat mendapat coaching clinic dari Demichelis. Pria berusia 38 tahun tersebut sebelumnya sempat telah membawa Bayern Munchen menjuarai Bundesliga sebanyak empat kali.

"Saya tidak menyangka para remaja ini bermain sangat bagus dan memiliki potensi. Mereka juga sangat antusias mengikuti ajang ini," kata Martin Demichelis di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

"Saya melihat banyak pemain yang memiliki talenta. Namun harus ada yang dikoreksi karena sepak bola adalah hal yang selalu dievaluasi setiap harinya. Setiap berlatih juga harus bergembira," ucap pria asal Argentina itu.

Martin Demichelis juga memberikan nasihat penting kepada para pemain muda Indonesia agar bisa mengembangkan bakatnya di sepak bola.

"Sebagai pemain, saya merasa bangga karena talenta itu sangat penting. Namun menjadi diri sendiri itu sangat penting. Ingat mengutamakan sepak bola itu penting, tapi tidak boleh lupa belajar," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan even kedelapan ini memang diperuntukkan kepada remaja agar dapat mendapat kepelatihan dari para pemain Bayern Munchen. Seperti tahun lalu misalnya para pemuda yang beruntung bisa bertatap muka dengan Arjen Robben, Jerome Boateng, hingga Thoms Muller.

"Kami juga memberikan kegiatan off pitch yang mengeksplorasi topik-topik di luar sepak bola. Misalnya saja pengembangan diri, kepemimpinan dalam remaja, hingga mengembangkan minat dan bakat mereka," ujar Karin.

Melalui program ini, Karin melanjutkan, Allianz Indonesia sangat menyadari pentingnya peran anak dan remaja sebagai generasi penerus yang harus dibekali berbagai kegiatan positif. Dengan Allianz Explorer Camp, Allianz mengajak para remaja terhindar dari gedget yang bisa dihabiskan dalam waktu sembilan jam per harinya.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓