AirAsia Harap Masuknya Maskapai Asing Tak Jadi Polemik

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2019, 19:30 WIB
Pesawat Air Asia

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan membantah pernyataan yang menyebutkan iklim bisnis angkutan udara di Indonesia tidak menarik. Dia menegaskan bahwa Indonesia sangat potensial untuk bisnis penerbangan.

Menurut Dendy, sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia merupakan pasar yang menarik untuk dikembangkan.

"Kalau untuk bisnis penerbangan untuk Indonesia ini sangat potensial. Kita kan negara kepulauan. Penduduknya nomor 4 terbanyak di dunia," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Senin (24/6).

"Market yang luar biasa sangat menarik di sektor penerbangan. Transportasi udara itu sangat krusial buat negara kepulauan seperti kita," lanjut dia.

Dukungan dari pemerintah pun kata dia terus meningkat. Sejak mulai berkiprah di langit Indonesia pada tahun 2004 silam, ujarnya, dukungan dan kerja sama yang baik pemerintah sungguh terjadi. Hal tersebut tampak dari perbaikan peringkat ICAO Indonesia.

"(Dukungan pemerintah) Terus meningkat terus membaik, kita liat tracking kita dari sisi safety di ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional) terus membaik. Ya kerja sama yang baik semua stakeholder, bukan hanya pemerintah, Kemenhub, tapi juga airline dengan instansi terkait," jelas dia.

Dia pun meminta masyarakat tak perlu resah terkait adanya wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia.

"Soal wacana maskapai asing menurut saya tidak perlu diperdebatkan. Sudah ada Undang-Undangnya. Bahwa asing silakan masuk maksimal 49 persen. Itu saja. Sederhana," urai dia.

"Saya rasa statement Pak Presiden kan belum ada wacana merubah Undang-Undang kan. Masyarakat saja, atau pengamat saja yang mengartikan bahwa seolah-olah asing langsung masuk 100 persen. Bukan saya sok tahu. Tapi bagi kami pelaku penerbangan lihat undang-undang saja," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Liputan6.com

2 of 5

Pemerintah Sepakat Turunkan Tarif Biaya Penerbangan LCC

Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)

Pemerintah Jokowi-JK kembali mengambil kebijakan baru untuk mengatasi persoalan tingginya tarif tiket pesawat.

Setelah menurunkan tarif batas atas (TBA) untuk penerbangan domestik sebesar 12-16 persen, kini pemerintah akan menurunkan tarif tiket bagi maskapai penerbangan bertarif rendah atau LCC khusus domestik.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, penurunan harga tiket LCC ini nantinya hanya berlaku untuk jadwal penerbangan tertentu saja. Artinya tidak semua penerbangan LCC akan diberlakukan penurunan tarif tiket pesawat.

"Dari diskusi tadi sadari bahwa kita sebetulnya sudah makin dekati batas yang bisa dicapai karena disatu pihak pemerintah ingin memberi merespons harapan harapan masyarakat, di sisi lain pemerintah melihat keberlangsungan industri penerbangan, telah diambil kesimpulan dan merumuskan kebijakan penurunan harga tiket penerbangan dari LCC," kata Darmin saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Darmin mengatakan, dampak dari kebijakan baru ini tidak bisa dilihat secara langsung setelah ditetapkan pemerintah hari ini.

Sebab, pelaksanaan dari kebijakan ini baru akan dilaksanakan efektif seminggu kemudian setelah diumumkan oleh para masing-masing maskapai terkait.

Di samping itu, ada beberapa langkah yang sedang di finalisasi pemerintah untuk membantu efisiensi biaya industri penerbangan.

Salah satunya adalah menekan beberapa komponen yang menyebabkan tarif penerbangan udara dapat melambung, seperti di pengelola bandara hingga harga bahan bakar avtur.

"Untuk menjaga keberlangsungan industri yang saya singgung semua pihak komitmen untuk sama sama turunkan biaya, tidak satu pihak saja," pungkasnya.

3 of 5

Alasan Menhub Tak Pindahkan Penerbangan Internasional ke Bandara Kertajati

Walikota Cirebon Siap Jadi Marketing Bandara Kertajati Majalengka
Bandara Kertajati Majalengka siap melayani limpahan penumpang dari Bandung. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan waktu paling lambat 1 Juli 2019 untuk memindahkan penerbangan domestik pesawat jenis jet rute luar Jawa dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau disebut Bandara Kertajati.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku ada alasan kuat mengapa dirinya tak juga memindahkan penerbangan internasional ke Bandara Kertajati. Padahal secara kapasitas, bandara ini lebih besar.

Budi menegaskan, Bandung adalah destinasi wisata, dirinya tidak akan memindahkan pergerakan penerbangan internasional menuju Kertajati. Ini disebabkan wisatawan Malaysia dan Singapura itu sangat meminati Bandung.

"Slot di Bandung terbatas, dengan adanya Kertajati maka pergerakan internasional jadi lebih bagus. Kita bagi fungsi-fungsi Bandara Husein dan Kertajati dengan kesepakatan para pihak," kata Budi Karya, Rabu (19/6/2019).

Di Bandung, nantinya melayani semua pesawat propeller dan semua penerbangan luar negeri yang kurang lebih totalnya 32 take off dan 32 landing sehingga totalnya ada 64 movement. Dengan berpindahnya penerbangan ini sekaligus akan meningkatkan ekonomi Jawa Barat.

4 of 5

Pesawat Jet Pindah Terbang dari Bandara Husein ke Kertajati Majalengka

Bandara Kertajati
Bandara Kertajati. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung akan pindah ke BIBJ Kertajati Kabupaten Majalengka.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perpindahan operasional maskapai dari Bandara Husein ke BIJB Kertajati tengah dalam proses. Paling lambat 1 Juli 2019 mendatang Bandara Kertajati Majalengka sudah beroperasi.

"Secara prosesnya memang bertahap ya. Ada yang tanggal 20, 23 Juni tapi kami pastikan 1 Juli sudah pindah semua penerbangan khususnya domestik," kata dia saat meninjau kesiapan Bandara Kertajati, Selasa (18/6/2019).

Dia mengatakan, pemerintah pusat komitmen mengatur semua stake holder agar pelayanan di kertajati ini menjadi baik. Maskapai yang akan beroperasi di Bandara Kertajati Majalengkamenggunakan pesawat jenis Jet.

Di Bandara Kertajati akan ada 28 take off dan 28 landing. Secara keseluruhan akan ada lebih dari 50 penerbangan pindah dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati.

"Sedangkan yang tetap di Bandung semuanya pesawat propeler atau baling-baling dan penerbangan ke luar negeri yang totalnya sekitar 32 take off dan 32 landing, berarti totalnya 64. Itu bagian yang sudah kita sepakati," sebut Budi.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan, akan ada 56 pergerakan pesawat yang beroperasi di Bandara Kertajati Majalengka.

Maskapai tersebut melayani penumpang ke sejumlah daerah sesuai rute penerbangan di Bandara Husein Bandung. Seperti Banjarmasin, Bali, Kualanamu, Lombok, Pekanbaru, Pontianak, Ujung Pandang.

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by