Ada Faktor Politik di Balik Kembali Terbangnya Boeing 737 MAX?

Oleh Ayu Lestari Wahyu Puranidhi pada 24 Jun 2019, 13:30 WIB
Diperbarui 26 Jun 2019, 13:13 WIB
Ilustrasi pesawat Boeing 737 MAX (AFP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - American Airlines menunda sedikit lebih lama rencana untuk menerbangkan kembali Boeing 737 MAX. Hal ini dilakukan untuk meninjau kembali pembaharuan aspek keselamatan dari pesawat tersebut. Selain itu, CEO American Airlines, Doug Parker mengatakan kembalinya 737 MAX tergantung pada faktor-faktor politik yang ada.

Pesawat Boeing 737 MAX ini terpaksa harus dikandangkan karena telah terjadi dua kecelakaan fatal yang menelan korban hingga menelan 346 nyawa yang terjadi di Indonesia pada Oktobber dan Ethiopia pada Maret.

Dilansir dari laman CNBC, Senin (24/6/2019), grounding telah membuat Boeing terpaksa membatalkan ribuan penerbangan dan membuat penjadwalan operator untuk tetap bisa memenuhi permintaan perjalanan pada puncak libur musim panas.

Dengan adanya kejadian ini, Boeing juga telah mencoba mengembalikan kepercayaan pelanggan dan masyarakat penerbangan dengan cara menyelesaikan perbaikan perangkat lunak setelah tragedi tersebut. Namun sayangnya, apa yang dilakukannya belum juga disetujui oleh para regulator salah satunya Federal Aviation Administration (FAA).

"Ada perbaikan perangkat lunak mutlak yang hampir disertifikasi, namun sayangnya mereka tidak kunjung mengatakan hal tersebut dalam waktu terdekat," ujar Parker.

"Sertifikasi sesungguhnya akan terjadi karena mungkin adanya faktor politik, karena saya pikir FAA tidak akan memutuskan ini sendirian," tambahnya.

 

2 of 3

Pilot American Airlines MInta Akses Simulator Sebelum Pesawat ini Dipakai

Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8 (AFP/Stephen Brashear)
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max 8 (AFP/Stephen Brashear)

AS adalah pasar penerbangan utama terakhir yang mengandangkan pesawat Boeing pada Maret setelah kecelakaan yang terjadi pada Ethiopian Airlines. Kepala FAA Daniel Elweell berharap bahwa regulator penerbangan internasional dan agensi yang bekerja sama dapat kembali membuat 737 MAX mengudara kembali.

Sementara Boeing sendiri saat ini tengah menangani pertanyaan tambahan dari regulator dan akan menjadwalkan sertifikasi tes uji coba penerbangan setelah semua pertanyaan tersebut terjawab.

American Airlines awal bulan ini mengatakan telah menghapus 737 MAX dari jadwal penerbangan yang ada setelah Hari Buruh. Penghapusan ini akan menyebabkan pembatalan sekitar 115 penerbangan sehari. Maskapai ini memiliki 24 pesawat Boeing jenis 737 MAX dalam lebih dari 900 pesawat yang mereka miliki. Southwest Airlines dan United Airline juga telah menunda kembalinya 737 MAX ke dalam jadwal.

Nantinya, jika para regulator telah menyetujui 737 MAX ini beroperasi, para maskapai seperti American Airlines membutuhkan waktu tambahan sekitar 30 hingga 45 hari untuk memberikan pelatihan bagi 4.000 pilot yang akan menerbangkan pesawat ini.

Pekan lalu, pemimpin serikat pilot American Airlines menulis pesan kepada CEO Boeing Dennis Muilenburg untuk meminta akses ke simulator 737 MAX sebelum pesawat tersebut diterbangkan kembali dan disertifikasi oleh para regulator.

Menanggapi hal ini, Boeing mengatakan akan bekerja sama dengan mereka untuk menjadwalkan waktunya dalam waktu terdekat.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓