IHSG Diproyeksi Tertekan dalam Jangka Pendek

Oleh Bawono Yadika pada 24 Jun 2019, 06:20 WIB
Diperbarui 24 Jun 2019, 07:15 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah terbatas untuk perdagangan saham hari ini.

Vice President Research PT Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali memperkirakan, pelemahan akan berkisar di level support 6.272 dan resistance 6.355.

Frederik menilai, indeks dari segi teknikal juga sudah berada di area jenuh beli (overbought). Maklum, beberapa hari terakhir IHSG memang tercatat menguat.

"Oleh karena itu, ada indikasi bahwa indeks akan ditutup melemah dalam jangka pendek," terang dia dalam risetnya di Jakarta, Senin (23/6/2019).

Berbeda, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya memprediksi IHSG masih mempunyai peluang untuk dibukukan pada zona positif.

Itu lantaran dana asing (capital inflow) secara year-to-date (ytd) masih cukup signifikan mengalir ke pasar modal tanah air. Sebabnya, IHSG menurut dia berpeluang ke zona hijau di rentang 6257 - 6488.

"Kondisi perekonomian RI yang cukup stabil masih menjadi katalis, pendorong investor asing maupun domestik untuk terus berinvestasi di pasar saham dalam negeri," kata William.

Hari ini, William menyarankan sejumlah saham yang cukup variatif. Itu seperti saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP).

Adapun Frederik menganjurkan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), hingga PT XL Axiata Tbk (EXCL).

2 of 2

Selama Sepekan, IHSG Meroket 1,04 Persen

IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen
Seorang pria melintas di depan papan monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen ke level 6.315,436 dari 6.250,265

Sekretaris PT BEI, Hani Ahadiyani menuturkan, mengikuti dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami kenaikan sebesar 1,05 persen menjadi Rp 7.193,904 triliun dari Rp 7.119,319 triliun pada penutupan pekan lalu.

"Untuk rata-rata volume transaksi harian BEI selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 20,92 persen menjadi 15,236 miliar unit saham dari 12,600 miliar unit saham pada pekan lalu," tuturnya di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Hani melanjutkan, sepanjang 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 58,992 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp 366,55 miliar.

"Sementara untuk rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini mengalami perubahan sebesar 0,83 persen menjadi 470,219 ribu kali transaksi dari 474,176 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya," ucapnya.

Selain itu, Hani menjelaskan, pada pekan ini, data rata-rata perdagangan IHSGturut mengalami peningkatan, paling tinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yang mengalami peningkatan sebesar 31,32 persen menjadi Rp11,381 triliun dari Rp8,667 triliun pada pekan sebelumnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait