Sinyal The Fed Bawa Harga Emas Lampaui USD 1.400 per Ounce

Oleh Arthur Gideon pada 22 Jun 2019, 08:40 WIB
Diperbarui 22 Jun 2019, 09:17 WIB
20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas mencapai level tertinggi dalam hampir enam tahun pada perdagangan Jumat, didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di AS.

Mengutip CNBC, Sabtu (22/6/2019), harga emas berjangka diperdagangkan naik hingga USD 1.415,40 per ounce tetapi kemudian mengalami penurunan. Sedangkan harga emas berjangka diperdagangkan di kisaran USD 1,401,60 per ounce.

Di awal pekan, Bank Sentral AS membuka pintu kemungkinan penurunan suku bunga acuan di rapat yang akan datang. Pernyataan tersebut mendorong imbal hasil surat utang AS turun hingga di bawah 2 persen yang merupakan level psikologis dan terjadi untuk pertama kalinya sejak November 2016.

Sedangkan The U.S. dollar index berada di angka 96,687 setelah menyentuh level di atas 97,6 pada awal pekan.

"Ketika suku bunga turun, dolar AS kemungkinan akan melemah juga dan mendorong investor menjadi emas di depan segala kelemahan tersebut," jelas David Lennox, analis di Fat Prophets.

"Harga emas telah pulih dari posisi terendah mereka dan kami pikir kenaikan ini bisa berkelanjutan," tulis analis DBS Group Research Singapura dalam sebuah catatan.

"Meningkatnya ketegangan politik, imbal hasil obligasi yang lebih rendah di ambang pembalikan harus membuat sisa 2019 sangat menarik untuk harga emas," lanjut dia.

2 of 3

Perdagangan Sebelumnya

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

 Harga emas melonjak mendekati posisi puncak dalam enam tahun, usai Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan siap untuk memotong suku bunga pada awal bulan depan untuk mendorong pertumbuhan, yang memicu penurunan tajam Dolar.

Melansir laman Reuters, Jumat (21/6/2019), harga emas di pasar spot melonjak 2,2 persen menjadi USD 1.390,38 per ons. Harga emas sempat menyentuh USD 1.392,84, tertinggi sejak awal September 2013. Adapun harga emas berjangka AS naik 3,6 persen menjadi USD 1.396,90 per ounce.

"Harapan sangat tinggi untuk Fed dan pasar memperkirakan ini," kata Ryan Giannotto, Direktur Penelitian GraniteShares dengan mengacu pada pernyataan The Fed.

Dia mengatakan, suku bunga yang lebih rendah mengurangi imbal hasil bagi pemegang investasi non bullion. Ini juga membebani dolar yang membuat harga emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

The Fed pada hari Rabu mengisyaratkan pemangkasan suku bunga dimulai pada awal Juli. Bank Sentral ini siap untuk memerangi risiko ekonomi global dan domestik yang tumbuh karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait