Sebagian Besar Sektor Melemah, IHSG Ditutup Turun ke 6.315,43

Oleh Arthur Gideon pada 21 Jun 2019, 16:15 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada penutupan perdagangan saham Jumat ini. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (21/6/2019), IHSG merosot 20,26 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.315,43. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,39 persen ke posisi 1.005,07. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Sebanyak 165 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Kemudian 246 saham melemah dan 119 saham diam di tempat.

Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.352,52 dan terendah 6.269,69. Total frekuensi perdagangan saham 466.105 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,6 triliun.

Investor asing beli saham Rp 193 miliar di total pasar. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155.

Sebagian sektor melemah. Pelemahan terbesar dibukukan oleh sektor aneka industri yang mengalmi penurunan 1,74 persen. Disusul kemudian sektor kontruksi yang melemah 1,23 persen dan sektor barang konsumsi turun 0,99 persen.

Adapun saham-saham yang menguat antara lain saham YULE naik 34,21 persen ke posisi Rp 204 per saham, saham SFAN melonjak 24,75 persen ke posisi Rp 494 per saham, dan saham YPAS menguat 24,03 persen ke posisi Rp 382 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain saham KONI turun 24,80 persen ke posisi Rp 376 per saham, saham PSDN terpangkas 24,44 persen ke posisi Rp 204 per saham, dan saham POLL merosot 24,32 persen ke posisi Rp 1.400 per saham.

2 of 3

Sesuai Prediksi Analis

IHSG
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak  IHSG pada hari ini sesuai dengan prediksi para analis. Vice President Research PT Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali menjelaskan, pergerakan indeks dipengaruhi hasil keputusan suku bunga the Fed dan Bank Indonesia yang dinyatakan tetap. "Namun ada indikasi suku bunga akan turun hingga akhir tahun ini," jelas dia, Jumat (21/6/2019).

Frederik memperkirakan, IHSG berpeluang terkoreksi pada level support dan resistance di 6.311-6.357. Sementara itu, dari sisi teknis, IHSG kemungkinan besar akan ditutup negatif dengan potensi koreksi wajar.

"Hari ini, IHSG akan ditutup ke zona merah pada kisaran 6288-6381," papar Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓