Menteri BUMN Bahas Penurunan Tiket Pesawat Hari Ini

Oleh Bawono Yadika pada 21 Jun 2019, 12:15 WIB
Menteri BUMN Jelaskan Target Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Investment Forum 2018

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) langsung menindaklanjuti upaya Kementerian Perhubungan dalam menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) dengan rute domestik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku belum mendengar terkait keputusan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya menekankan akan membahas perihal penurunan tiket pesawat dengan BUMN.

"Saya belum dengar, saya belum dapat laporannya, terus terang ini baru hari ini akan kita bicarakan, saya belum dapat laporannya tapi penekanannya kan kembali selalu saya tekankan bahwa tolong dihitung lah, kita transparan kok, dihitung cost kita seperti apa," tuturnya di Kementerian BUMN, Jumat (21/6/2019).

Rini menjelaskan, pihaknya terbuka dengan segala opsi penurunan tiket pesawat itu. Tetapi, perhitungan matang akan cost atau tarif tiket pesawat perlu dihitung secara masak-masak.

"Cost structure ini apalagi kita sebagai flight carrier paling utama kita harus menjaga keamanan dan keselamatan dari pesawat, dari penerbangan, kenyamanan untuk service kepada pelanggan, ini semua harus kita jaga. Jadi itungan mau 50%, mau 30% tolong dihitung cost structure kita seperti apa," tambahnya.

Menurut Rini, Garuda Group selalu ditekankan untuk mengutamakan pelayanan kepada penumpang.

"Saya selalu menekankan Garuda harus menjaga keamanan dan keselamatan, maintenance harus selalu tepat waktu, semuanya harus yg terbaik, nah ini saya cuma berharap tolong dihitung semua dengan baik. Saya belum jawab apa-apa," terang dia.

2 of 4

Penurunan Harga Tiket Pesawat Maskapai Berbiaya Murah Berlaku Pekan Depan

Siap Beroperasi, Yuk Mudik Lebaran Lewat Bandara Kertajati Majalengka
Menhub Budi Karya memastikan Bandara Kertajati Majalengka siap beroperasi dan melayani mudik Lebaran serta kebarangkatan haji tahun 2018. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat untuk penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) dengan rute domestik. Namun, penurunan itu hanya berlaku untuk jadwal penerbangan tertentu saja. Artinya tidak semua penerbangan LCC akan diberlakukan penurunan tarif.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kebijakan baru ini baru akan berlaku efektif mulai pekan depan. Dia pun berharap para maskapai penerbangan LCC domestik bisa sama-sama menurunkan tarif tiket pesawat.

"Kebijakan ini akan efektif 1 minggu diharapkan para airline sudah menurunkan tarif tersebut. Ini satu hal yang baik mari kita tunggu satu minggu ini para airline akan turunkan dengan dasar arahan Pak Menko (Darmin Nasution)," katanya saat ditemui di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Di samping itu, Budi Karya juga mengapresiasi para seluruh pemangku kepentingan yang sudah mau bekerja sama untuk penurunan harga tiket pesawat untuk maskapai LCC domestik untuk jadwal penerbangan tertentu. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan seperti Angkasa Pura I, Angkasa Pura II hingga Airnaiv Indonesia.

"Keberlangsungan angkutan udara memang harus kita jaga karena kita negara kepulauan. Saya apresiasi juga Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian yang sudah menginisiasi agar apa yang jadi beban airline turun berkaitan jasa persewaan perawatan pesawat dan impor penyerahan atas pesawat udara," pungkasnya.

3 of 4

Pengusaha Hotel Harap Harga Tiket Pesawat Segera Turun

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Pesawat maskapai Lion Air terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (16/5/2019). Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi antara Kementerian Bidang Perekonomian dan Kementerian Perhubungan memutuskan tarif batas atas tiket pesawat turun sebesar 12-16 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pengusaha hotel berharap harga tiket pesawat bisa kembali turun usai Lebaran. Sebab, tingginya harga tiket selama ini telah menekan tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel, khususnya di daerah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara, Denny Wardhana mengatakan, akibat tingginya harga tiket pesawat membuat tingkat okupansi hotel turun 30 persen.

"Sangat berdampak, penurunan (okupansi hotel) 30 persen," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

Menurut dia, PHRI telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah, bahkan langsung ke Presiden. Namun hingga saat ini, harga tiket pesawat belum turun secara signifikan.

"Kalau berlanjut seperti ini terus, target wisatawan domestik untuk berkunjung ke Sumatera Utara, pasti tidak akan tercapai. Ini bukan hanya hotel yang terdampak, termasuk pusat oleh-oleh, UMKM, restorannya juga terkena dampak," kata dia.

Oleh sebab itu, Denny berharap pemerintah segera bisa membuat harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik kembali turun. Dengan demikian, arus wisatawan dan okupansi hotel bisa kembali meningkat.

"Saya berharap ini bisa normal kembali. Walaupun tidak bisa seperti dulu, minimal misalnya (tiket) Medan-Jakarta bisa di bawah Rp 2 juta lah. Kalau Rp 2 juta, ya mungkin itu untuk tiket pulang pergi. Jangan Rp 2 juta untuk sekali berangkat," tandas dia.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓