KEIN Inisiasi Peta Jalan Industri Kreatif Menuju 2045

Oleh Septian Deny pada 20 Jun 2019, 19:15 WIB
Diperbarui 20 Jun 2019, 19:15 WIB
Ketua Pokja Industri Kreatif Irfan Wahid saat menjelaskan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) tengah mempersiapkan roadmap atau peta jalan industri kreatif Indonesia hingga 2045. Rapat bersama lintas sektor digelar KEIN pada Rabu kemarin, yang langsung dipimpin Ketua KEIN Soetrisno Bachir setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar peta jalan tersebut segera dibuat.

Roadmap industri kreatif ini sangat penting karena potensi besar Indonesia. Industri kreatif tumbuh pesat dibarengi dengan bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif bakal sangat besar yang akan melesatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar dia di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Ikut hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris KEIN Putri Wardani, Ketua Pokja Industri Kreatif Irfan Wahid, dan Ketua Pokja Industri Pedesaan Aries Muftie.

Irfan Wahid mengatakan, industri kreatif sering disebut sebagai industri masa depan Indonesia. Penyebutan ini tak salah. Sebab, industri tersebut berhasil berkontribusi sebesar Rp 1,009 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2017 lalu.

“Industri ini telah menyerap angka tenaga kerja sebanyak 17,43 juta tenaga kerja Indonesia, dan masih akan tumbuh pesat lagi. Dengan potensi sebesar ini, kita perlu tahu di mana kita bisa melakukan optimasi. Di mana bottlenecking atau sumbatan yang perlu kita buka agar semakin pesat lagi pertumbuhannya,” ungkap dia.

Apalagi, kata Irfan, perilaku konsumen semakin mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang beririsan dengan ekonomi digital. Pada 2016 lalu, misalnya. Sebanyak 63,5 persen pengguna internet bertransaksi melalui online.

 

2 dari 3 halaman

Tantangan

KEIN
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional atau KEIN Soetrisno Bachir saat berdiskusi dengan media di Jakarta, Senin (27/5/2019). Diskusi tersebut membahas percepatan investasi dan ekspor untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia mengungkapkan, dalam rapat tersebut dibahas detail mengenai beberapa aspek yang menjadi tantangan bangsa ini ke depan. Diantaranya, sumber daya manusia (SDM), literasi digital, hingga sinergi antara kementerian dan lembaga serta sektor usaha.

“SDM menjadi sangat penting karena kita jelas mulai tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Salah satu yg bisa jadi prioritas misalnya adalah peremajaan SMK berbasis industri kreatif. Kita juga akan bahas tentang pola pikir kreatif melalui interactive learning yang harus ditanamkan sejak dini. Karena ini akan berimbas kepada inovasi,” jelas dia.

Menurut Irfan, literasi digital tidak akan lepas dari beberapa aspek. Mulai dari disrupsi di hampir semua sektor, hingga kemunculan artificial intelligence, bitcoin, cryptocurrency, virtual reality, dan lain-lain.

“Sinergi antar lembaga diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya yang berhubunhan dengan sektor ekonomi kreatif,” kata dia.

Sementara, untuk sektor kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini. Misalnya menciptakan usaha berbasis kolaborasi atau sharing economy yang sekarang terus direplikasi sektor-sektor lain setelah sukses di sektor transportasi.

"Kita harus menanamkan paham sharing economy,” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓