Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Penumpang Kereta selama Lebaran Naik 9 Persen

Oleh Liputan6.com pada 19 Jun 2019, 12:54 WIB
Diperbarui 20 Jun 2019, 22:14 WIB
Stasiun Gambir

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah selesai melaksanakan layanan Angkutan Lebaran 2019 yang tercatat dimulai sejak tanggal 26 Mei hingga 16 Juni 2019.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, ada hal di luar dugaan yang terjadi pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Yakni jumlah penumpang yang naik signifikan dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

"Volume angkutan lebaran secara menyeluruh dibanding 2018 naik 9,2 persen. Dulu prediksinya hanya 3 sampai 4 persen (kenaikannya). Ternyata setelah dilaksanakan kita naik 9,2 persen," kata dia dalam acara Press Conference Evaluasi Angkutan Lebaran 2019, di kantornya, Rabu (19/6/2019).

Total penumpang kereta yang dilayani oleh KAI selama periode angkutan Lebaran 2019 mencapai 6.810.4017 penumpang sementara tahun 2018 adalah 6.236.227 penumpang atau naik 9,2 persen. Angka tersebut berhasil melampaui target kenaikan penumpang yang sedari awal dipatok hanya 5,6 persen.

Edi mengakui kenaikan jumlah penumpang tersebut ada kaitannya dengan harga tiket pesawat yang dinilai mahal oleh masyarakat sehingga kembali beralih menggunakan moda transportasi kereta untuk pulang ke kampung halaman.

"Pengaruh (mahalnya tiket pesawat) ada, kemungkinan ada," ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan beberapa hal lainnya yang menjadi pemicu naiknya pengguna kereta selama periode mudik tahun ini. Yaitu adanya penambahan perjalanan KA Reguler, pengoperasian KA yang baru, penambahan armada kereta, serta peningkatan jumlah mudik gratis.

"Penambahan mudik gratis yang diselenggarakan baik oleh instansi pemerintah termasuk BUMN, swasta itu naik 23,5 persen dimana pada 2019 jumlahnya 198.968 penumpang dan di 2018 160.860 penumpang," tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Kereta Mewah Sleeper KAI Laku Keras Diburu Pemudik

Diproduksi Terbatas, Begini Fasilitas Mewah Kereta Sleeper
Pemudik bersiap menaiki kereta sleeper di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (12/6). Fasilitas yang tersedia seperti kursi yang dapat direbahkan 170, sandaran kaki elektrik, private entertainment hingga foldable food tray. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, kereta mewah Luxury Generasi ke-2 diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) beberapa waktu lalu. KAI sebelumnya telah mengoperasikan kereta Luxury Generasi Pertama yang lebih dikenal dengan sleeper.

Pada musim libur Lebaran tahun ini, kereta-kereta mewah ini nampaknya tetap menjadi buruan para pemudik meskipun harganya selisih tak begitu banyak dengan harga tiket pesawat terbang.

Ya, untuk kelas sleeper saja, tujuan Jakarta-Surabaya harga tiketnya dibandrol Rp 1,3 juta per orang. Sementara untuk Luxury Generasi ke-2, rute Jakarta-Yogyakarta, harga tiket promonya Rp 750 ribu per orang. 

Dikutip Liputan6.com dari data penjualan tiket KAI, selama masa angkutan Lebaran yaitu periode 26 Mei - 16 Juni 2019, per tanggal 3 Juni 2019, tiket kereta mewah atau untuk kelas sleeper sudah terjual 96,4 persen.

Pada masa angkutan lebaran 2019, KAI menyediakan kapasitas sleeper ini sebanyak 1.584 kursi, dimana yang sudah terjual 1.527 kursi, dan yang belum terjual sebanyak 57 kursi.

Untuk kereta Luxury Generasi ke-2, total okupansi hingga 3 Juni 2019 adalah 66,78 persen. Dengan ketersediaan kapasitas 5.720 kursi, yang sudah terjual sebanyak 3.820 kursi dan yang belum terjual 1.900 kursi.

Meski demikian, KAI meyakini penjualan tiket kereta mewah ini masih terus bertambah mengingat masa angkutan lebaran masih cukup panjang.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by