Menteri PANRB Minta Pengusaha Kembangkan Potensi Wisata

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2019, 20:15 WIB
Menteri PANRB Syafruddin.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengajak seluruh pengusaha yang tergabung dalam Saudagar Bugis Makassar, masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Sulawesi Selatan. Namun pengembangan wisata ini harus memadukan antara kearifan lokal dan kemajuan teknologi.

Hal tersebut diungkapkan Syafruddin saat membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIX 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Mari kita membangun Sulawesi Selatan dengan segala potensi pariwisatanya sebagai leading sector pembangunan berbasis kearifan lokal untuk meraup devisa sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dia menjelaskan, dalam era globalisasi saat ini banyak negara yang berkompetisi mengembangkan destinasi wisata yang dipadukan dengan teknologi.

"Arab Saudi kini tidak lagi mengandalkan minyak sebagai pendapatan utama, mereka telah merintis megaproyek neom sebagai kota masa depan dan wisata sebagai sumber utama devisanya. Begitu pula dengan China yang telah memanfaatkan teknologi untuk pengembangan destinasi wisata," ungkap dia.

Pada kesempatan tersebut, Syafruddin menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Abu Dhabi dan mengunjungi Masjid King Zayed, sebuah destinasi wisata religi dimana para wisatawan yang datang dari berbagai negara dengan latar belakang berbagai agama dapat menikmati keindahan seni arsitektur secara bersama. Dia yakin Indonesia juga dapat mengembangkan potensi wisata religi.

"Saya mendapat tawaran dari Nasir Al Zahrani, seorang General Supervisor pendiri Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah, saat bertemu di Mekkah untuk mendirikan Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Indonesia yang nantinya dapat menjadi destinasi wisata religi unggulan," kata dia.

 

2 of 5

Selanjutnya

Keindahan Puncak Karomba, Negeri di Atas Awan Pinrang
Sulawesi Selatan memiliki banyak sekali obyek wisata yang menakjubkan, salah satunya adalah Puncak Karomba. (doc: Instagram.com/harmadi_halil)

Menurut Syafruddin, untuk mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia maka pelaksanaan reformasi birokrasi secara struktural harus benar-benar dijalankan. Kelembagaan dan perizinan baik di pusat maupun daerah harus diperbaiki.

"Semakin simpel dan sederhana agar mempermudah para pengusaha melakukan pengurusan izin usaha," tegas mantan Wakapolri ini.

Sebab pelaksanaan reformasi birokrasi merupakan tanggungjawab bersama sebagai bentuk soliditas bangsa dalam menjalankan pemerintahan yang semakin profesional.

Saat ini, lanjut dia, banyak negara di dunia yang terjebak dalam negara dengan pendapatan menengah karena tidak memiliki program pengembangan SDM untuk mengelola potensi pariwisatanya. Terjebak dalam berbagai persoalan budaya, birokrasi pemerintahan, perizinan usaha dan infrastruktur. Terkait hal tersebut Menteri Syafruddin meminta para Saudagar Bugis Makassar mengembangkan jiwa entrepreneuship dengan memadukan kemajuan teknologi dan kearifan lokal untuk memenangkan kompetisi global.

"Tantangan bagi para Saudagar Bugis Makassar adalah mengembangkan jiwa entrepreneruship yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dengan keunggulan kreatifitas dan inovasi sehingga mampu mengembangkan ekonomi lokal dan internasional serta memenangkan kompetisi global," ujarnya.

Syafruddin yakin para Saudagar Bugis dan Makassar mampu mengatasi tantangan dan perubahan zaman yang sedang terjadi saat ini serta memenangkan setiap persaingan yang ada. Sebab para Saudagar Bugis Makassar telah dikenal lama tangguh dalam mengahadapi setiap tantangan dengan memegang teguh dan menjunjung tinggi nilai kearifan lokal.

"Kita harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Sipakatau Sipaka Lebbi (saling menghargai dan saling menghormati) dan berpegang teguh pada prinsip Mali Siparappe-Rebba Sipatokkong Malilu Sipakainge (hanyut saling menolong, jatuh saling menegakkan, khilaf saling mengingatkan," tandas dia.

3 of 5

Menteri PANRB Dorong Kegiatan Wirausaha di Lingkungan Masjid

Presiden Jokowi Lantik Wakapolri Syafruddin Jadi Menpan-RB
Komjen Syafruddin saat dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8). Syafruddin dinilai mampu melaksanakan program reformasi birokrasi. (Liputan6/HO/Pian)

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin coba memotivasi pemuda muslim di Indonesia untuk dapat menggerakan ekonomi dengan menjadi entrepreneur atau wirausahawan, terutama di lingkungan masjid.

‘"Alangkah baiknya jika dimulai dengan entrepreneur yang mengembangkan ekonomi umat di seluruh masjid di Indonesia," imbau Syafruddin dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu (19/5/2019).

Pria yang juga berlaku sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini juga mengatakan, masjid telah difungsikan untuk berbagai macam kegiatan sejak zaman Rasulullah SAW. Mulai dari berdakwah, memutuskan keputusan strategis pemerintah, termasuk perputaran roda ekonomi.

"Indonesia yang memiliki sekitar 800 ribu masjid dapat memanfaatkan kesempatan ini apabila dikelola dengan baik dan dapat menjadi kesempatan baik bagi pemuda Islam untuk belajar mengelola usaha," ujar dia.

Menurutnya, salah satu manfaat dari pengembangan kegiatan wirausaha di wilayah masjid tak lain untuk menyongsong kebangkitan Islam yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Dengan begitu, gerakan ini dapat menjadi pedoman dalam menyongsong kebangkitan Islam dan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Mantan Wakapolri ini juga kembali mengingatkan para pemuda agar fokus terlebih dahulu dalam mengembangkan aspek wirausaha dan jangan terjun terlebih dahulu ke dalam dunia politik.

"Walaupun tidak dilarang dalam ajaran Islam untuk berpolitik, tetapi pengalaman di dalam dunia entrepreneur dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi yang ingin terjun ke dalam dunia politik nantinya," tutur dia.

4 of 5

Sambut Indonesia Emas 2045, Pemerintah Fokus ke Sektor SDM

3.255 Tenaga Kerja Konstruksi Dapat Sertifikasi Kementerian PUPR
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung dan jalan di Jakarta, Sabtu (10/11). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mensertifikasi 3.255 tenaga kerja konstruksi. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Dalam kesempatan lain, Menpan RB Syafruddin mengatakan fokus pemerintah ke depan adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Tentu saja ini tidak terlepas untuk dapat menapaki Indonesia emas di tahun 2045.

"Prioritas pemerintah pada tahun mendatang pada pembangunan SDM yang tangguh, berdaya saing, dan berkeativitas tinggi, sehingga mampu bersaing di tingkat internasional, tidak tertinggal oleh disrupsi teknologi, tidak luntur oleh globalisasi, bahkan mendorong pertumbuhan negara," katanya saat menghadiri peringatan perayaan Hari Raya Waisak di Wihara Ekayana Arama, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019). 

Syafruddin mengatakan terlepas dari itu semua Indonesia tengah dihadapkan dan segera menyongsong fase bonus demografi beberapa tahun ke depan. Ini menjadi tantangan apakah siap lepas landas menuju negara maju atau justru sebaliknya, tertimpa bencana demografi yang bisa terjadi jika kualitas SDM tak disiapkan.

Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi mengalami puncak bonus demografi pada 2030.

"Banyak prediksi Indoinesia mampu menduduki posisi negara terbesar kelima di dunia, melihat peluang bonus demografi 67 persen generasi usia produktif. Kita yakin masyarakat Indonesia akan sejahtera. Tentu tergantung kepada kita semua," katanya.

Untuk dapat memasuki ke fase tersebut, tentu saja tidak mudah. Sebab, kata dia keterlibatan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah maupun yang lainnya harus turut andil dalam membangun SDM yang mampuni.

"Usaha ini harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa parsial, tidak bisa ego sektoral, bukan dengan primordialisme sempit, bukan dengan chauvinisme yang negatif. Sebaliknya butuh modal persatuan, wawasan kebangsaan, jiwa nasionalisme dalam membangun paradigma perilaku sosial yang konstruktif," jelasnya.

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓