IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Sesi Perdagangan

Oleh Agustina Melani pada 13 Jun 2019, 09:16 WIB
Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Akan tetapi, penguatan IHSG itu hanya sementara.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Kamis (13/6/2019), IHSG naik tipis 6,43 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.282,60. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG melemah tipis 2,51 poin ke posisi 6.273,6. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,26 persen ke posisi 993,54. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 74 saham melemah. 111 saham menguat sehingga laju IHSG alami pelemahan terbatas. 125 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.284,43 dan terendah 6.266,40.

Total frekuensi perdagangan saham 18.747 kali dengan volume perdagangan saham 911,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 296,6 miliar. Investor asing jual saham Rp 6,62 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.253.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur melemah 0,33 persen, dan memimpin pelemahan. Sektor saham industri dasar susut 0,32 persen dan sektor saham keuangan turun 0,26 persen.

Saham-saham cetak top gainers antara lain saham GHON naik 21,58 persen ke posisi Rp 1.690 per saham, saham KOIN melonjak 20,97 persen ke posisi Rp 300 per saham, dan saham SMBR mendaki 10,14 persen ke posisi Rp 815 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham MPMX turun 24,83 persen ke posisi Rp 1.090 per saham, saham GHON tergelincir 13,67 persen ke posisi Rp 1.200 per saham, dan saham SKRN susun 6,05 persen ke posisi Rp 404 per saham.

Bursa saham Asia pun kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,68 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 1,2 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,77 persen.

Selain itu, indeks saham Shanghai turun 0,56 persen, indeks saham Singapura merosot 0,51 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,55 persen.

2 of 4

Prediksi Analis

IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen
Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih akan merosot pada perdagangan saham Kamis pekan ini. 

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, Maximilianus Nico Demus mengatakan, perang dagang masih menjadi sentimen eksternal yang menggiring IHSG berpeluang tertekan.

Dia memperkirakan, IHSG akan tertekan diperdagangkan pada support dan resistance di 6.200-6.300.

"Kemungkinan masih akan terkoreksi wajar sampai perdagangan hari ini," terangnya saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis, 13 Juni 2019.

Sementara itu, Analis PT Jasa Utama Capital Chris Apriliony mengatakan, IHSG masih berpeluang bergerak ke zona hijau untuk Kamis pekan ini.

Itu disokong oleh isu keamanan dan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) pada 2019.

Ia memproyeksikan, IHSG berpeluang naik pada support resistance di 6.260-6.300. 

Untuk perdagangan saham hari ini, Jasa Utama Capital merekomendasikan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN).

Sedangkan Kiwoom Sekuritas menyarankan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), serta PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN).

 

3 of 4

Perdagangan Kemarin

IHSG 30 Mei 2017 Ditutup Melemah 0,33 Persen
Sepanjang perdagangan hari ini (30/5), IHSG bergerak pada kisaran 5.693,39 - 5.730,06, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Aksi jual investor asing tekan laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 12 Juni 2019, IHSG merosot 29,81 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.276,17. Indeks saham LQ45 menguat 0,61 persen ke posisi 996,18. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 215 saham melemah sehingga menekan IHSG. 185 saham menguat dan 143 saham diam di tempat.

Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.296,81 dan terendah 6.257,43.

Total frekuensi perdagangan saham 476.612 kali dengan volume perdagangan 12,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 191,41 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.235.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,27 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 0,01 persen.

Sektor saham tambang susut 1,71 persen, dan alami tekanan terbesar pada perdagangan Rabu pekan ini. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 1,4 persen dan sektor saham aneka industri merosot 1,21 persen.

Saham-saham catatkan penguatan di tengah tekanan IHSG antara lain saham FITT melonjak 34,10 persen ke posisi Rp 232 per saham, saham POLY mendaki 25 persen ke posisi Rp 110 per saham, dan saham PLIN menanjak 24,57 persen ke posisi Rp 4.360 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah antara lain saham KOIN turun 24,85 persen ke posisi Rp 248 per saham, saham JKON merosot 24,35 persen ke posisi Rp 348 per saham, dan saham APEX terpangkas 16,17 persen ke posisi Rp 700 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar melemah kecuali indeks saham Thailand naik 0,05 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,07 persen.

Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,73 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi terpangkas 0,14 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,35 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,56 persen dan indeks saham Singapura merosot 0,18 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pelemahan IHSG didorong minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Dari eksternal didorong ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat-China dan ekonomi global melambat.

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait