Jasa Marga Bantah Struk Transaksi Tol Bisa untuk Klaim Asuransi

Oleh Septian Deny pada 09 Jun 2019, 09:21 WIB
Diperbarui 09 Jun 2019, 10:15 WIB
Arus mudik di Tol Bawen

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) membantah jika struk transaksi tol dapat dijadikan bukti untuk mendapatkan klaim asuransi jika pengguna tol mengalami kecelakaan. Hal tersebut setelah sebelumnya muncul informasi yang beredar di media sosial terkait penggunaan struk transaksi tol.

"Merespon informasi hoaks yang hari ini beredar di media sosial, mengenai struk bukti transaksi tol, PT Jasa Marga mengkonfirmasi bahwa hal-hal yang diinfokan dalam berita hoaks tersebut, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol," ujar Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti di Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Dia menjelaskan, biaya tol yang dibayarkan pengguna jalan tol hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol.

 

Kemudian, seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol.

"Jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar sesuai preferensi pengguna jalan, kami akan mengenakan tarif resmi yang info besarannya terdapat dalam setiap mobil derek yang kami operasikan, dan pembayaran yang dilakukan dilengkapi bukti pembayaran resmi (kuitansi)," jelas dia.

Irra mengungkapkan, adanya bukti transaksi tol sebenarnya adalah sebagai bukti penelusuran informasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol. Ini agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat, tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya, yang dapat diketahui dari struk bukti transaksi tol.

"Untuk itu kami menyarankan pengguna jalan mengetahui dengan baik ruas jalan dimana mereka berkendara dan mencatat dengan baik nomor call center BUJT. Bila ada kejadian darurat yang terjadi pada pengguna jalan tol di ruas yang kami operasikan, disarankan langsung menghubungi call center 14080 langsung pada saat kejadian, nanti petugas akan datang ke lokasi untuk mengecek dan memverifikasi kondisi di lapangan dan serta melakukan tindak lanjut penanganan sesuai standar operasi yang telah ditetapkan," tandas dia.

 

2 of 5

Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta Saat Lebaran 2019

Kendaraan mudik di Tol Cikampek Utama.
Kendaraan mudik di Tol Cikampek Utama. Dok: Jasa Marga

PT Jasa Marga mencatat sebanyak 206.710 kendaraan meninggalkan Jakarta, menuju arah Timur, arah Barat dan arah Selatan pada hari pertama Lebaran 2019.

Angka tersebut naik sebesar 58,83 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal sebesar 130.144 kendaraan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Jasa Marga, jumlah lalu lintas untuk hari pertama Lebaran ini lebih tinggi 9 persen dari prediksi Jasa Marga sebanyak 190.246 kendaraan.

Sementara itu, untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 59 persen ke arah Timur, 22 persen ke arah Barat, dan 19 persen ke arah Selatan.

Sedangkan untuk rinciannya, arah timur merupakan kontribusi lalin mudik di dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pemudik menuju arah Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan GT Kalihurip Utama untuk pemudik menuju arah Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

Rincian untuk GT Cikampek Utama, dengan jumlah 73.830 kendaraan, naik sebesar 218,88 persen dari LHR normal 23.153 kendaraan. GT Kalihurip Utama, dengan jumlah 48.634 kendaraan, naik sebesar 96,50 persen dari LHR normal 24.750 kendaraan.

Total kendaraan yang menuju arah Timur, adalah 122.464 kendaraan, naik sebesar 155,65 persen dari LHR normal 47.903 kendaraan.

Jumlah ini telah melebihi prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas silaturahmi ke arah timur sebanyak 120.138

3 of 5

Operator Jalan Tol Diminta Melakukan Hal Ini Saat Arus Balik Lebaran

Macet Tol Cikampek
Kepadatan kendaraan pemudik jelang akses masuk rest area KM 33, KM 39, KM 50, dan KM 57, serta jalan menyempit di KM 37+500. (Liputan6.com/Abramena)

Para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diminta melakukan sejumlah langkah demi mendukung kelancaran dan keselamatan arus balik Lebaran 2019, khususnya yang melalui Jalan Tol Trans Jawa.

"Dari hasil evaluasi mudik hingga H-3 dan persiapan arus balik pada tanggal 3 Juni 2019, kami telah mengeluarkan instruksi bagi BUJT untuk ditindaklanjuti," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, kemarin.

Danang memaparkan, beberapa langkah yang bisa diinisiasi untuk kelancaran tol seperti menambah Gardu Tol (GT) dan menyiagakan petugas transaksi cadangan yang menggunakan mobile reader, serta menambah rambu-rambu dan fasilitas di rest area. 

Adapun bentuk instruksi kepada BUJT berisi 8 poin. Pertama, pada 7-10 Juni 2019 akan diberlakukan sistem satu arah (One Way) mulai dari Km 414 sampai dengan Km 70, serta Contra Flow di Km 70-65.

Kedua, pihak BUJT terkait diminta untuk lebih mempersiapkan diri, terutama perambuan, rubber cone, guidepost dan petugas layanan jalan tol, serta sudah bisa terpasang dan tersedia sebelum 7 Juni 2019.

Selanjutnya, di setiap rest area agar disiapkan petugas dan layanan jalan tol seperti mobil derek dan ambulans untuk membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan maupun orang sakit dan atau terjadi kecelakaan.

Selain itu juga perlu dipasang kanopi pelindung cuaca pada jalur dari dan ke mobile toilet yang sudah harus tersedia sebelum 7 Juni 2019.

Keempat, di setiap rest area terdampak kebijakan sistem satu arah dan contra flow agar dipasang rambu adanya rest area pada jarak 1 KM dan 500 meter sebelum rest area tersebut.

Menempatkan informasi nomer Call Center di bawah rambu-rambu dan di tempat-tempat strategis yang sudah harus terpasang sebelum 7 Juni 2019.

4 of 5

Cek Lokasi Pengisian BBM Saat Penutupan Rest Area di Tol

Harga Pertamax Naik
Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (2/7). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex mulai dari Rp500 hingga Rp900 per liter mulai 1 Juli 2018. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Pertamina (Persero) berupaya tetap melayani pasokan bahan bakar minyak (BBM) pada arus balik yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Sabtu 8 Juni hingga Minggu 9 Juni 2019.

Seperti diketahui, selain rekayasa lau lintas One Way (jalur satu arah) dari ruas Tol Kalikangkung di KM 414, Jawa Tengah hingga Cikampek Utama di KM 70, Jawa Barat. Jasa Marga bekerjasama dengan kepolisian akan menutup sejumlah rest area yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Terkait ini, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, untuk wilayah Jawa Bagian Barat, Dewi Sri Utami menghimbau kepada masyarakat agar kembali mengisi penuh BBM sebelum memasuki Ruas Tol Jakarta Cikampek, atau sebelum KM 70.

“Kami berharap masyarakat dapat mengisi penuh BBM nya di sejumlah rest area dengan layanan SPBU Reguler maupun layanan SPBU Modular sebelum memasuki KM 70,” jelas dia dalam keterangannya, Sabtu (8/6/2019).

Adapun jalur satu arah dari Kalikangkung, Jawa Tengah hingga Cikampek Utama, Jawa Barat berlaku mulai pukul 12.00 WIB – hingga pukul 21.00 WIB, dari Kilometer 414 hingga KM 70. Di lokasi ini, masyarakat bisa mendapatkan BBM dari sejumlah SPBU Reguler dan layanan Non SPBU di jalur kanan dan kiri dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.

Sementara selepas Kilometer 70, di Cikampek Utama, Jawa Barat, sistem contra flow mulai diberlakukan. Untuk mengantisipasi kepadatan pemudik yang beristirahat, sejumlah Rest Area di ruas kiri dari arah Cikampek, mulai hari ini menuju Jakarta akan ditutup. Yakni Rest area KM 62B, KM 52B, KM 42B, dan KM 32B.

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓