Peringkat Ketepatan Waktu Garuda Indonesia Meningkat

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 08 Jun 2019, 18:30 WIB
Diperbarui 10 Jun 2019, 16:13 WIB
Ilustrasi Pesawat Terbang

Liputan6.com, Jakarta Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali mempertahankan capaian tingkat ketepatan waktu terbaik dunia, dengan catatan On Time Performance (OTP) sebesar 96,3 persen meningkat dari bulan lalu dari 95,5 persen.

Capaian tersebut untuk kategori penerbangan global yang memiliki jumlah penerbangan di atas 10 ribu penerbangan versi OAG Flightview pada periode Mai 2019.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Bambang Adisurya Angkasa mengatakan, predikat sebagai maskapai global dengan OTP terbaik tersebut berhasil dipertahankan perusahaan, selama enam bulan ini yaitu sejak Desember 2018 lalu.

Ini menjadikan Garuda Indonesia sebagai satu-satunya maskapai dunia yang berhasil mempertahankan predikat tersebut selama enam bulan berturut-turut.

“Keberhasilan pencapaian ini akan menjadi tantangan besar bagi Perusahaan khususnya pada masa peak season Hari Raya Idulfitri," kata Bambang, di Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Menurutnya, saat ini Garuda Indonesia mempersiapkan secara matang dengan melakukan optimalisasiOn-Time Performance, melalui lini layanan operasional serta koordinasi intensif kepada para pemangku kepentingan kebandarudaraan, untuk menjaga komitmen dalam memberikan layanan standar internasional bintang 5.

“Kami terus menjaga performa ketepatan waktu penerbangan maskapai melalui pengecekan terhadap seluruh operasional penerbangan khususnya dari segi penerapan keamanan dan keselamatan sebagai komitmen kami dalam mengedepankan aspek Operational Safety, dengan demikian kami optimistis peak season Lebaran ini akan berjalan aman, tepat waktu, dan nyaman," tuturnya.

 

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Pesawat maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bambang menjelaskan, keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan capaian terbaik OTPnya tersebut, merupakan hasil kerja sama yang solid seluruh lini operasional Garuda Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Garuda Indonesia menjaga semua kru baik Air Crew & Ground staff tetap terhubung dan memperbarui nformasi serta terhubung dengan sistem penjadwalan yang ketat dan termonitor.

"Terus meningkatkan kordinasi dengan stake holder seperti Ground Handling , Airport Autorithy , serta AirNav. Kami juga terus mencermati jadwal Penerbangan, dan potensi peruubahan dengan teliti dan akurat. Dan kami juga berterima kasih atas peran aktif penumpang dalam mematuhi semua prosedur check In, datang lebih awal kebandara, membawa bagasi kabin sesuai aturan dan selalu mencantumkan nomor di Handphone di reservasi sehingga proses check-in tepat waktu," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Garuda dan Lion Tak Perlu Cemas Rencana Jokowi Undang Maskapai Asing

Kamar Dagang dan lndustri (Kadin) Indonesia menanggapi positif rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendatangkan maskapai asing. Hal tersebut diyakini bakal mendorong kompetisi di bisnis penerbangan. Ujung-ujungnya harga tiket akan lebih dapat dijangkau oleh masyarakat.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, maskapai penerbangan domestik tidak perlu terlalu cemas akan rencana tersebut. Kompetisi yang timbul dengan kehadiran maskapai asing justru akan mendorong efisiensi di tubuh maskapai penerbangan.

"Kita kan sering kebanyakan khawatir, saya bilang jadi, wah kalau masuk semuanya akan terambil. Enggalah, percaya saya saya dan kita bisa melihat kalau asing masuk kemudian terjadi kompetisi," kata dia saat ditemui, di kediamannya, Jakarta, Kamis (6/6/2019).

"Saya selalu menyatakan apa, kalau misalnya kita pengusaha kalau takut kompetisi enggak usah jadi pengusaha. Gitu. Kompetisi bikin apa? Makin efisien, makin kompetitif dan membuat kita jadi lebih baik. Itu kuncinya," tegas Rosan.

Menurut dia, kehadiran maskapai asing mesti diikuti dengan perbaikan baik dari sisi strategi bisnis maupun pelayanan dari maskapai yang sudah ada di Indonesia. Jika tidak mau kalah bersaing.

"Ya harus lebih baik, harus mengupdate lebih baik begitu, efisein, dan harus siap kalau ada yang masuk dan berkompetisi. Dan paling penting apa, ya semua itu level of playing field-nya harus sama, begitu saja," ungkapnya.

Dia pun menilai, dari segi kualitas baik armada maupun layanan yang sudah diberikan oleh dua maskapai besar, Garuda Indonesia dan Lion Air sesungguhnya menjadi modal. Dengan demikian kompetisi, lanjut Rosan, seharusnya bukanlah hal yang perlu terlampau dicemaskan.

"Menurut saya sih, dibuka sajalah dan saya yakin, karena Garuda kan sangat baik, Lion Air pesawatnya juga baru-baru. Iya kan? Jadi apa yang ditakutkan," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu 

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓