Malam Takbiran, Pertamina Antisipasi Percikan Petasan di Kilang Balikpapan

Oleh Abelda Gunawan pada 04 Jun 2019, 17:46 WIB
Diperbarui 04 Jun 2019, 17:46 WIB
20160414- Kilang Pengolahan Minyak Terbesar ke-2 di Indonesia-Kalimantan- Fery Pradolo
Perbesar
Petugas lapangan memantau Area Crude Distilation Unit (CDU IV) di kawasan kilang RU V Balikpapan, Kalimantan, Kamis (14/05). Kapasitas RU V sebesar 260 MBSD dihasilkan dari Balikpapan 1 dan 2. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Unit Refenery V Balikpapan memperketat pengamanan jelang perayaan hari raya Idul Fitri ini. Pengamanan dilaksanakan selama malam takbiran dari aktifitas menyalakan kembang api atau petasan sekitar area kilang.

“Pengamanan rutin mengingat sarana kilang Pertamina adalah obyek vital nasional,” kata Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Heppy Wulansari, Selasa (4/6/2019).

Pertamina menggelar patroli rutin sepanjang malam takbiran pukul 20.00 hingga 24.00 Wita. Selain sekitar area kilang, menurut Heppy pengamanan pun dilaksanakan di terminal bahan bakar minyak, depot LPG dan sarfas Pertamina lainnya.

“Hingga situasi di lapangan dinyatakan kondusif dan aman,” ujarnya.

Pengamanan guna mencegah adanya percikan yang dapat menimbulkan kebakaran. Kewaspadaan juga tidak hanya berpusat pada kembang api atau petasan tetapi juga kegiatan pawai atau takbir keliling melewati sepanjang jalan atau area dari sarfas yang ada.

Pertamina menambah personil petugas keamanan internal dalam peningkatan operasi pengamanan. Aparat keamanan memperoleh bekap personil bawah kendali operasi (BKO) TNI/Polri.

“Petugas pengamanan melakukan patroli darat di sepanjang jalur area sarfas yang berpotensi dijadikan tempat bermain petasan atau menyalakan kembang api,” papar Heppy.

 

2 dari 3 halaman

Patroli

20160414- Kilang Pengolahan Minyak Terbesar ke-2 di Indonesia-Kalimantan- Fery Pradolo
Perbesar
Petugas lapangan keliling memantau Area Crude Distilation Unit (CDU IV) di kawasan kilang RU V Balikpapan, Kalimantan, Kamis (14/05). Sebanyak 26% dari produksi BBM Pertamina dihasilkan dari RU V Balikpapan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Bukan hanya itu, tim patroli laut pun memperketat pengamanan sepanjang pesisir pantai area kilang minyak Balikpapan. Area yang memperoleh penjagaan sepanjang Jetty-1 hingga area dumping.

Heppy mengatakan, Pertamina wajib melaksanakan pengamanan rutin keberlangsungan obyek vital nasional. Keamanan juga penting bagi masyarakat yang tinggal di area Pertamina.

Lebih lanjut, ia menghimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api atau petasan di sekitar fasilitas Pertamina. Titik api berdampak fatal terhadap fasilitas industri minyak dan gas.

“Kami percaya bahwa masyarakat sudah cukup bijak dalam hal ini,” tuturnya.

Imbauan kepada masyarakat juga disosialisasikan melalui media spanduk di beberapa titik strategis di area sarfas untuk tidak melakukan kegiatan menyalakan kembang api dan atau petasan.

Pertamina berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan agar tidak menyalakan lampu suar ke arah Pertamina.

Manajemen RU V juga melaksanakan kegiatan on duty untuk membantu pengawasan kegiatan pengamanan area kilang yang dilaksanakan oleh sekuriti serta jajarannya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓