Konsumsi Avtur Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Jun 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 04 Jun 2019, 22:16 WIB
PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi Avtur sebagai bahan bakar pesawat terbang naik pada sepekan terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada 2 Juni 2019. Pada 3 Juni, naiknya konsumsi Avtur masih terjadi terutama terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Unit Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengungkapkan, pada 3 Juni 2019 di Bandara Soekarno-Hatta konsumsi Avtur naik 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian pada kondisi normal.

Sementara itu, bandara lainnya yakni Bandara Husein Sastranegara, Pondok Cabe, dan Bandar Udara Internasional Kertajati di Majalengka turun signifikan hingga lebih dari 15 persen.

Dewi menambahkan, pada sepekan terakhir, kondisi puncak konsumsi Avtur yakni pada 2 Juni, yang mencatatkan kenaikan sebesar 11,4 persen dibandingkan kondisi harian rata-rata normal.

"Naiknya konsumsi Avtur dipicu oleh frekuensi pesawat terbang, yang menjadi salah satu pilihan pemudik," ujar Dewi.

Berdasarkan estimasi Pertamina, masa puncak konsumsi Avtur kembali terjadi pada 7 Juni 2019, yakni H+2 Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, masyarakat melakukan liburan paska berkumpul dengan sanak saudaranya di Hari Raya.

2 dari 4 halaman

Jaga Pasokan Avtur di Sulawesi, Pertamina Optimalkan 7 DPPU

PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.
PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur aman dan lancar. Tujuh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang berada dalam wilayah operasi MOR VII siap menyupplai kebutuhan bahan bakar untuk pesawat udara tersebut.

Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, menjelaskan, Pertamina siap melayani kebutuhan avtur di 7 DPPU yang tersebar di seluruh Sulawesi. "Rata-rata ketahanan stok avtur di wilayah MOR VII mencapai 16,6 hari," ujarnya, Sabtu (1/6/2019). 

Ketujuh DPPU Pertamina yang hadir memberikan servis penjualan avtur itu tersebar di 6 Provinsi. "Di Sulawesi Tengah terdapat dua bandara yakni Mutiara di Palu dan Bubung di Luwuk," ujarnya. Sementara 5 provinsi lainnya terdapat masing-masing satu DPPU, yakni Hasanuddin (Sulsel), Sam Ratulangi (Sulut), Jalaluddin (Gorontalo), Haluoleo (Sultra) serta Tampa Padang (Sulbar).

Menurut Hatim, Pertamina juga sudah mengantisipasi adanya lonjakan pemakaian avtur pada 7 hari sebelum dan sesudah Idul Fitri. "Selama 2 minggu tersebut, kita prediksi ada peningkatan konsumsi avtur 5% dibanding dengan rata-rata konsumsi harian sepanjang tahun 2019," ujarnya.

Jika rata-rata konsumsi harian avtur sepanjang 2019 mencapai 986 KL/hari, maka khusus H -/+ 7 lebaran volume avtur yang bakal dikonsumsi oleh pesawat-pesawat yang hilir mudik dan singgah di tujuh bandara di Pulau Sulawesi ini mengalami lonjakan menjadi 1.035 KL/hari. 

3 dari 4 halaman

Volume Kenaikan

PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.
PT Pertamina (Persero) Marekting Operation Region (MOR) VII memastikan stok dan distribusi avtur sangat aman dan lancar.

Haluoleo menjadi DPPU yang diprediksi mengalami prosentase lonjakan tertinggi sekitar 13 persen dari semula 35,31 KL per hari menjadi 40 KL per hari.

Diikuti oleh Mutiara 9 persen  dari 29,88 KL per hari menjadi 33 KL per hari, kemudian Hasanuddin naik 5 persen dari 774,58 KL per hari menjadi 811,71) KL per hari.

Untuk Bubung melonjak 5 persen dari 4,76 KL per hari menjadi 7,19 KL per hari. Untuk Sam Ratulangi naik 3 persen dari 127,5 KL per hari menjadi 131,34 KL per hari. Sedangkan Jalaluddin 2 persen dari 12,33 KL per hari menjadi 131,34 KL per hari serta Tampa Padang 1 persen naik 2,37 KL per hari menjadi 2,4 KL per hari.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓