Jasa Marga Sewa Pesawat Pelita Air Untuk Pantau Lalu Lintas Mudik

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 03 Jun 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 03 Jun 2019, 16:16 WIB
Terbangkan SPBU Portable, Pertamina Modifikasi Pelita Air Jadi Pesawat Cargo

Liputan6.com, Jakarta Pelita Air Service memberikan layanan transportasi udara pada PT Jasa Marga, untuk memantau jalur mudik Jalan Tol Trans Jawa.

Pemantauan dilakukan dengan menggunakan helikopter jenis Bell-412, yang memiliki registrasi PK-PUJ yang diterbangkan oleh Pilot Capt. S Teddy Prabowo.

"Kegiatan pemantauan sudah dimulai sejak pagi hari ini (2/6/2019) pukul 07.30 wib dan akan kembali tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 17.30 WIB," kata Corporate Secretary PT Pelita Air Service (PAS) Alicia Irzanova di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Pemantauan lalu lintas mudik menempuh rute Bandara Halim Perdanakusuma - Cikopo - Cirebon - Kalikung - Halim Persana Kusuma. Pemantauan dilakukan langsung Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani.

Ikut dalam rombongan yaitu Kepala Badan Litbang Kementrian Perhubungan Sugihardjo, Direktur Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hedy Rahadian serta Anggota Badan Pengatur Jalan Tol Agita Widjajanto

Dia menjelaskan, Bell 412 adalah helikopter dengan maksimum kapasitas 13 orang penumpang.

Di samping Bell 412, Pelita Air Service memiliki helikopter Bolkow 105, Sikorsky S76-C++, Sikorsky S76-A dan Bell 430.

Konsumen charter terbesar Pelita Air Service saat ini adalah perusahaan-perusahaan migas. Selain itu juga banyak melayani penerbangan-penerbangan VIP, pemantauan cuaca, medical evacuation, pemadaman kebakaran hutan dan misi-misi lainnya.

"Untuk armada pesawat, Pelita Air Service memiliki armada ATR 42-500, ATR 72-500, Casa 212, AT 802," tandasnya.

2 of 2

Jasa Marga: Hampir 750.000 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Kendaraan mudik di Tol Cikampek Utama.
Kendaraan mudik di Tol Cikampek Utama. Dok: Jasa Marga

PT Jasa Marga mencatat sebanyak 749.945 atau hampir 750 ribu unit kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah timur, arah barat, dan arah selatan sejak H-7 sampai H-4 Lebaran 2019 atau sejak Rabu 29 Mei 2019 hingga Sabtu 1 Juni 2019 selama arus mudik.

"Jumlah kendaraan itu 32 persen dari lalu lintas harian rata-rata normal sebanyak 568.484 kendaraan," kata Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti, dalam siaran pers yang diterima, di Cikampek, Minggu (2/6/2019).

Seperti dilansir Antara, dia menyebutkan, jumlah lalu lintas untuk empat hari ini telah memenuhi realisasi 57 persen dari total prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas mudik menuju ketiga arah (lebih dari satu juta kendaraan) sejak H-7 sampai H-1 Lebaran 2019.

Jadi, terdapat sekitar 559 ribu kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan mudik.

Lalu lintas arah timur atau pemudik yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama mencapai 286.715 kendaraan, naik sebesar 205,22 persen dari lalu lintas harian normal 93.936 kendaraan.

Sedangkan arah timur lainnya atau pemudik yang melintasi Kalihurip Utama sebanyak 122.427 kendaraan atau turun sebesar 5,58 persen dari lalu lintas harian normal 129.666 kendaraan.

Jadi, total kendaraan yang menuju arah timur adalah sebanyak 409.142 kendaraan, naik sebesar 82,98 persen dari lalu lintas harian normal 223.602 kendaraan.

Jumlah ini baru memenuhi realisasi 55 persen dari total prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas mudik yang menuju ke arah timur.

Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah barat via GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang selama empat hari (H-7 sampai H-4 Lebaran 2019) adalah sebesar 209.568 kendaraan, turun sebesar 2,9 persen dari lalu lintas harian normal 215.818 kendaraan.

Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah selatan lewat Gerbang Tol Ciawi Jalan Tol Jagorawi selama empat hari (H-7 sampai H-4 Lebaran 2019) adalah 131.235 kendaraan, naik sebesar 1,68 persen kendaraan dari lalu lintas normal 129.064 kendaraan.

Lanjutkan Membaca ↓