Ditinggal Warga Mudik, Konsumsi BBM Jakarta Merosot

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 03 Jun 2019, 04:30 WIB
Diperbarui 03 Jun 2019, 11:15 WIB
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memperkirakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Jakarta turun karena sebagian warganya mudik ke kampung halam untuk merayakan lebaran Idul Fitri.

"‎Konsumsi BBM di Jakarta tentunya turun," kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami saat berbincang dengan Liputan6.com.

Berdasarkan data 2017, saat lebaran konsumsi BBM turun 23 persen dari kondisi normal 12 ribu kiloliter (KL), BBM tersebut terdiri dari jenis Premium, Pertalite, Pertamax 92, Pertamax 95 dan Pertamax Turbo 98.

Meski konsumsi BBM di Jakarta turun, tetapi kegiatan penyaluran BBM dari Terminal BBM Plumpang naik. Berkapasitas 433.700 KL, biasanya Terminal BBM ini  memasok kebutuhan BBM di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan sebagian Bekasi.

Menurut Dewi, Ketika warga Jabodetabek mulai mudik, Terminal BBM Jakarta Group justru memiliki peran penting dalam mendukung suplai pasokan pemudik pada saat diberlakukannya jalur satu arah di jalur tol KM 70 hingga KM 267. Pada saat arus mudik penyaluran BBM dari Terminal BBM Jakarta Group akan meningkat 32 persen pada H-6.‎

"Teminal BBM Plumpang tetap naik, hanya saja di salurkan ke arah jalur mudik," tuturnya.

Terminal BBM Jakarta Group yang diperkuat dengan 268 unit mobil tangki, pada arus mudik nanti juga mengirimkan mobil tangki bantuan untuk operasional di terminal BBM Tanjung Gerem sebanyak 5 unit, dan untuk Terminal BBM Cikampek sebanyak 15 unit.

2 dari 2 halaman

3 Hari Arus Mudik, Penjualan BBM di SPBU Ini Naik 300 Persen

PT Pertamina (Persero) mencatat adanya kenaikan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di sekitar jalur mudik lebaran.

Seperti yang terjadi di SPBU pada Rest Area Km 575A di ruas Tol Sragen-Ngawi, Jawa Timur, yang mengalami lonjakan penjualan hingga empat kali lipat dibanding hari biasa, atau naik sekitar 300 persen.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid melaporkan, angka penjualan normal di SPBU tersebut yakni sekitar 10 kiloliter (KL) per hari. Adanya ritual mudik membuat jumlah BBM yang terjual di saat terus melonjak dari hari ke hari.

"Pada Kamis (30/5/2019) kemarin, penjualan BBM meningkat menjadi 38 KL. Bahkan pada hari Jumat (31/5/2019), kembali meningkat menjadi 41 KL," ungkap dia lewat keterangan tertulis, Minggu (2/6/2019).

Mengantisipasi lonjakan permintaan BBM ini, ia menyatakan, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2019. "Ini bertugas mulai H-15 sampai H+15 Idul Fitri, untuk memantau pasokan BBM maupun LPG kepada masyarakat," jelasnya.

Dia menambahkan, menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini Pertamina secara umum juga telah menyiapkan total 800 SPBU yang tersebar di jalur tol, jalan arteri maupun jalur Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansel) Jawa.

Sementara GM Marketing Operation Region V Pertamina Werry Prayogi menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan 12 SPBU di jalur tol sepanjang Surabaya-Solo. Sementara di jalur Tol Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo, disiapkan 8 SPBU. Seluruh SPBU tersebut ada yang berupa SPBU reguler maupun modular.

"Sebanyak 9 SPBU di Tol Surabaya-Solo dilayani dari Terminal BBM Madiun, terdiri dari 4 SPBU Reguler dan 5 SPBU Modular. Penyaluran Gasoline dari Terminal BBM Madiun diperkirakan, selama masa Satgas diperkirakan naik 24 persen, dari 315 KL per hari menjadi 390 KL per hari," urainya.

Selain di Terminal BBM Madiun, Pertamina mengoptimalkan stok dan distribusi dari total enam terminal BBM yang ada di Jawa Timur. Untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas.

Lanjutkan Membaca ↓