Menko Darmin Prediksi Inflasi Mei Capai 0,5 Persen

Oleh Liputan6.com pada 31 Mei 2019, 19:35 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution memperkirakan inflasi yang terjadi pada bulan Mei 2019 ini bakal berada dikisaran 0,5 hingga 0,6 persen. Hal ini dikeranakan akibat adanya lonjakan dari beberapa harga pangan pada saat Ramadan.

Menko Darmin mengatakan kenaikan yang terjadi pada harga pangan ini yang kemudian menyebabkan terjadinya inflasi. Beberapa komponen kenaikan tersebut disebabkan diluar bahan pokok seperti beras, seperti misalnya, cabai, ayam, hingga bumbu-bumbuan.

"Inflasi kita itu dibulan Ramadan di bulan Idulfitri selalu tinggi. Kita berharap inflasinya dibulan ini berkisar 0,5 sampai 0,6 persen," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Darmin mengatakan inflasi pada bulan Ramadan dan Idulfitri memang selalu mengalami peningkatan. Tercatat, 2018 inflasi pada Ramadan sebesar 0,59 persen dan pada 2017 sebesar 0,69 persen.

“Inflasi tarif angkutan juga menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi,” ucapnya.

Meski begitu, faktor transportasi pada inflasi bulan ini tidak terlalu tinggi, karena pada bulan lalu sudah terjadi kenaikan cukup signifikan.

“Inflasi bulan ini salah satu dampaknya agak dalam dan luas, bukan hanya mudik dan turis (pariwisata),” ungkapnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Daging Ayam dan Bawang Putih Sumbang Inflasi di Mei 2019

Inflasi
Pembeli membeli daging ayam di pasar, Jakarta, Jumat (6/10). Dari data BPS inflasi pada September 2017 sebesar 0,13 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan karena sebelumnya di Agustus 2017 deflasi 0,07 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, memperkirakan inflasi di Minggu akhir Mei 2019 sebesar 0,47 persen secara month to month (mtm). Inflasi tersebut secara umum masih terkendali.

"Inflasi masih tidak jauh berbeda dan inflasi month of the month itu sekitar 0,47 dan year on year masih dikisaran 3,1 persen, hal ini menunjukkan masih stabil," ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Inflasi 0,47 persen tersebut disumbang oleh ayam dan bawang putih yang mengalami kenaikan harga. Sebab, permintaan dua komoditas tersebut meningkat sehingga harganya mengalami kenaikan harga.

"Yang harganya naik, cabai merah, daging ayam, daging ayam, bawang putih dan beberapa buah," jelas Perry.

Sementara itu, kebijakan pemerintah mengenai tarif batas atas (TBA) angkutan udara membuat tarif turun. Walau demikian, tarif angkutan udara masih akan menyumbang inflasi. "Sementara yang turun bawang merah, beras, tarif angkutan udara juga beberapa sayuran," tandasnya.

3 of 3

Saksikan Video Terkait di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓